15.1 C
New York
Monday, May 25, 2026

Buy now

Digital Edge Bangun Pusat Data Raksasa Siap-AI di Bekasi

TEKNOBUZZ – Digital Edge secara resmi mengumumkan keberhasilan pengamanan pembiayaan hijau senilai USD665 juta atau setara dengan lebih dari Rp10 triliun untuk memulai pengembangan fase pertama Kampus CGK di Bekasi, Jawa Barat.

Langkah strategis ini mencatatkan rekor sebagai pembiayaan hijau terbesar yang pernah diberikan untuk proyek pusat data di Indonesia, sekaligus mempertegas posisi tanah air sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital yang semakin diperhitungkan di kawasan Asia Pasifik.

Pusat data yang berlokasi di Kawasan Industri GIIC ini dirancang sebagai fasilitas hyperscale dengan kapasitas total mencapai 500MW. Proyek ini merupakan bagian dari rencana pembangunan multi-fase ambisius dengan total nilai investasi mencapai USD4,5 miliar.

Kampus CGK dipersiapkan secara khusus untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan (AI) generasi berikutnya yang membutuhkan performa tinggi serta pengolahan data yang sangat intensif, sejalan dengan percepatan transformasi digital yang tengah berlangsung di Indonesia.

Aspek keberlanjutan menjadi fondasi utama dalam pembangunan infrastruktur digital ini. Melalui Kerangka Pembiayaan Hijau (Green Financing Framework), Digital Edge berkomitmen untuk mencapai target karbon netral pada tahun 2030. Kampus CGK menargetkan efisiensi energi yang sangat tinggi dengan angka Power Usage Effectiveness (PUE) tahunan sebesar 1,25.

Selain itu, fasilitas ini akan dilengkapi dengan sistem air daur ulang dan direncanakan untuk meraih sertifikasi LEED guna memastikan standar bangunan ramah lingkungan yang diakui secara internasional.

Keberhasilan penggalangan dana berskala besar ini didukung oleh konsorsium lembaga keuangan global dan nasional ternama. Beberapa institusi yang terlibat sebagai Mandated Lead Arrangers meliputi BNP Paribas, Clifford Capital, Crédit Agricole CIB, DBS, Mizuho, OCBC, PT Bank Central Asia Tbk, dan SMBC.

Keterlibatan bank-bank besar ini menunjukkan kepercayaan yang kuat terhadap potensi pasar infrastruktur digital Indonesia serta keselarasan proyek dengan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) dalam mendukung komitmen pemerintah menuju Net Zero 2060.

Jonathan Walbridge selaku Chief Financial Officer Digital Edge menyatakan bahwa pembiayaan ini merupakan bukti kepemimpinan perusahaan dalam menyediakan infrastruktur digital yang berkinerja tinggi sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Menurutnya, pencapaian ini dapat terwujud berkat dukungan dari mitra pembiayaan yang memiliki visi serupa dalam menghadirkan solusi inovatif yang mampu meminimalkan dampak lingkungan di tengah meningkatnya kebutuhan akan layanan cloud dan teknologi AI.

Sebagai perusahaan yang berbasis di Singapura dan didukung oleh Stonepeak, Digital Edge terus memperluas jangkauannya dengan total kapasitas daya IT mencapai 1,8GW di sembilan negara. Kehadiran Kampus CGK di lokasi strategis Bekasi diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas regional, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi inovasi teknologi masa depan yang lebih hijau dan efisien di pasar Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles