15.1 C
New York
Monday, May 25, 2026

Buy now

Garmin Hadirkan Pokémon Watch Face untuk Pantau Tidur

TEKNOBUZZ – Mendukung “Puasa Bertenaga” dan tidur yang lebih berkualitas, Garmin meluncurkan Pokémon Sleep watch face terbaru yang bisa diunduh secara gratis di aplikasi Garmin Connect IQ Store. Melengkapi watch face ini, Garmin menyarankan untuk sinkronisasi data tidur dengan aplikasi Pokémon Sleep.

Pokémon Sleep watch face dan aplikasi Pokémon Sleep kompatibel dengan perangkat Garmin seri fēnix, Forerunner, Venu and vívoactive.

Baca juga: Mudahkan Pemancing, Garmin Rilis Sonar 360 Derajat

Pokémon Watch Face memiliki sederet fitur unggulan. Berikut Fitur Pokémon Watch Face.

1. Pilih di antara dua watch face. “Pokémon Sleep: Snorlax & Friends” yang menampilkan banyak Pokémon (Bulbasaur, Charmander, Squirtle, Pikachu dan Snorlax) di Greengrass Isle. Dan “Pokémon Sleep: I Choose You” yang memungkinkan pengguna untuk memilih satu Pokémon dari 48 opsi populer.

2. Karakter di kedua watch face akan berubah sepanjang hari. Mulai dari bahagia dan tersenyum, hingga menjadi lelah dan mengantuk berdasarkan tingkat energi Body Battery pengguna.

3. Untuk membantu mempersiapkan waktu tidur, mode malam pada watch face akan diaktifkan 1,5 jam sebelum pengaturan waktu tidur terjadwal.

Dengan begitu, pengguna dapat mengatur waktu tidur dan bangun di aplikasi Garmin Connect.Garmin percaya bahwa setiap detik istirahat penggunanya sangatlah berharga. Pastikan bahwa tidur bukan sekadar “mati lampu”, tapi fondasi kesehatan yang sering terlupakan saat jadwal berubah di bulan puasa.

Melalui Pokémon Sleep, kalian bisa merasakan bagaimana istirahat yang berkualitas bisa menjadi sebuah perjalanan yang menyenangkan.

Marcomm Senior Manager Garmin Indonesia, Chandrawidhi Desideriani menjelaskan bahwa kesalahan fatal sering terjadi saat berbuka puasa.

Kebiasaan “balas dendam” dengan mengonsumsi makanan manis dan porsi besar sekaligus membuat sistem pencernaan bekerja ekstra keras di malam hari. Hal ini berdampak langsung pada kualitas istirahat.

“Ketika lambung dipaksa mencerna makanan berat sesaat sebelum tidur, suhu inti tubuh akan tetap tinggi. Padahal, untuk masuk ke fase Deep Sleep yang restoratif, tubuh membutuhkan suhu inti yang rendah. Akibatnya, meskipun Anda merasa tidur cukup lama, Anda akan bangun dalam keadaan tetap lelah karena tubuh tidak benar-benar beristirahat,” ujar wanita yang akrab disapa Andra ini.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles