15.1 C
New York
Monday, May 25, 2026

Buy now

Cegah Penipuan, Ini Cara Aman Belanja Online Jelang Lebaran

TEKNOBUZZ – Menjelang Lebaran Idul Fitri 2026 (1447 H), aktivitas belanja online meningkat pesat. Namun, di balik kemudahan tersebut, risiko penipuan digital juga semakin tinggi. Platform e-commerce seperti Blibli mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dengan menerapkan metode sederhana bernama JEDA sebelum mengambil keputusan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga November 2025 terdapat 64.933 laporan penipuan transaksi belanja online dengan total kerugian mencapai Rp1,14 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa penipuan belanja online menjadi salah satu modus paling marak terjadi di Indonesia.

“Situasi dan informasi yang serba cepat utamanya jelang Lebaran seringkali membuat kita lengah. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mulai mempraktikkan JEDA sebelum bereaksi,” ujar Nazrya Octora, Head of Public Relations Blibli.

Baca juga: Pre-Order Samsung Galaxy S26 Series Resmi Dibuka di Blibli

Untuk itu Blibli memberikan tips menghindari penipuan online menjelang Lebaran Idul Fitri 2026 (1447 H).

Kenali Modus Penipuan yang Sering Terjadi

Ada beberapa pola penipuan yang umum terjadi menjelang momen Lebaran, yaitu sebagai berikut.

1. Social Engineering (Manipulasi Psikologis)

Pelaku penipuan berpura-pura menjadi pihak terpercaya seperti kurir, bank, atau customer service. Mereka biasanya meminta data sensitif seperti OTP atau password. Ingat, data tersebut bersifat rahasia dan tidak boleh dibagikan ke siapa pun.

2. Baiting & FOMO (Iming-iming Menggiurkan)

Penawaran diskon besar atau promo terbatas sering digunakan untuk memancing korban. Jika terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, besar kemungkinan itu adalah penipuan.

3. Phishing (Pencurian Data Digital)

Pelaku mengirimkan tautan palsu yang menyerupai situs resmi. Tujuannya adalah mencuri data login atau informasi kartu kredit. Selalu periksa alamat situs sebelum memasukkan data pribadi.

Tips Aman: Terapkan Metode JEDA

Agar terhindar dari penipuan, masyarakat dianjurkan menerapkan metode JEDA yang mudah diingat:

– J – Jangan reaktif: Hindari langsung merespons pesan mencurigakan

– E – Evaluasi informasi: Periksa kebenaran informasi yang diterima

– D – Double-check: Pastikan sumber dan tautan resmi

– A – Ambil keputusan dengan tenang: Jangan terburu-buru

Dengan menerapkan langkah ini, masyarakat dapat mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital.

Nazrya menambahkan, “Dengan berhenti sejenak, kita memberi ruang bagi diri sendiri untuk memvalidasi setiap informasi yang diterima, sehingga interaksi tetap aman dari risiko penipuan atau informasi hoaks.”

Pentingnya Waspada di Era DigitalModus penipuan saat ini semakin canggih dan sering memanfaatkan emosi korban, seperti rasa panik atau takut ketinggalan promo. Karena itu, kebiasaan sederhana seperti JEDA bisa menjadi langkah efektif untuk melindungi diri.

Dengan meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah terpancing, masyarakat dapat menjalani momen Lebaran dengan lebih aman, nyaman, dan bebas dari ancaman penipuan digital.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles