15.1 C
New York
Monday, May 25, 2026

Buy now

Krisis Memori Global Ubah Arah Pasar PC dan Smartphone 2026

TEKNOBUZZ – Krisis pasokan memori global seperti DRAM dan NAND mulai menunjukkan dampak besar sejak akhir 2025. Vendor PC dan smartphone mempercepat pengiriman untuk menghindari kenaikan harga komponen.

Hal ini membuat pengiriman melonjak di kuartal awal 2026, terutama pada segmen PC. Namun, kondisi ini hanya bersifat sementara sebelum dampak sebenarnya terasa.

Memasuki kuartal kedua 2026, volume pasar diprediksi turun drastis. Harga jual rata-rata (ASP) memang meningkat, tetapi daya beli konsumen melemah. Kombinasi ini menyebabkan pertumbuhan unit tahunan menjadi negatif. Meski begitu, pendapatan terlihat stabil karena harga produk lebih tinggi.

IDC, dalam situs resmi global, memproyeksikan pasar PC global turun 11,3% pada 2026. Sementara itu, pasar smartphone bahkan diperkirakan turun hingga 12,9%. Pemulihan diprediksi baru terjadi secara bertahap mulai 2027 hingga 2028.

Baca juga: IDC: Proyeksi Pasar Smartphone Global 2026 Menurun 0,9%

Dampak ke Brand dan Spesifikasi ProdukBrand smartphone besar dengan daya beli kuat akan lebih mudah mengamankan pasokan memori. Sebaliknya, pemain kecil akan kesulitan bersaing karena harga yang terus meningkat.

Hal ini mendorong pergeseran pangsa pasar ke perusahaan global besar. Konsolidasi industri pun semakin terlihat.

Untuk menekan biaya, banyak produsen mulai menurunkan spesifikasi perangkat. Smartphone yang sebelumnya memiliki RAM 12GB kini bisa turun menjadi 8GB di harga yang sama.

Hal serupa juga terjadi pada PC dengan pengurangan kapasitas RAM dan SSD. Strategi ini berdampak langsung pada pengalaman pengguna.

Segmen entry-level menjadi yang paling terdampak. Produk murah sulit bertahan karena margin tipis dan biaya komponen tinggi.

Akibatnya, banyak brand akan keluar dari segmen ini atau menawarkan spesifikasi lebih rendah dengan harga lebih mahal. Perubahan Struktur Pasar dan Tantangan AIKrisis ini juga memicu perubahan besar dalam struktur pasar global.

Permintaan smartphone murah tetap tinggi, di seluruh dunia, tapi pasokan semakin terbatas. Konsumen mulai menunda pembelian atau beralih ke perangkat bekas. Bahkan, di beberapa pasar berkembang, feature phone bisa kembali diminati.

Di sisi lain, tren ini menjadi ancaman bagi perkembangan AI PC. Teknologi AI membutuhkan kapasitas memori besar untuk berjalan optimal. Pengurangan RAM akan membatasi kemampuan perangkat dalam menjalankan AI lokal.

Hal ini memperlambat adopsi teknologi AI di perangkat konsumen. Ditambah lagi, ketidakpastian kebijakan tarif global memperburuk situasi.

Biaya tambahan dari tarif impor membuat harga perangkat semakin mahal. IDC juga memprediksi bahwa Industri teknologi pun diprediksi menghadapi turbulensi hingga 2027.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles