TEKNOBUZZ – Strava baru saja mengumumkan gebrakan besar dengan meluncurkan pembaruan menyeluruh untuk pengalaman aktivitas latihan kekuatan (strength training).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Data internal Strava menunjukkan bahwa latihan kekuatan merupakan salah satu jenis olahraga dengan pertumbuhan tercepat. Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat ada lebih dari 500 juta unggahan aktivitas kekuatan di platform ini. Kesadaran akan kesehatan jangka panjang, umur panjang, dan pencegahan cedera menjadi motor utama di balik tren ini.
Pembaruan besar-besaran ini berfokus pada tiga aspek utama untuk memanjakan para atlet:
1. Peta Otot Otomatis dan Log Latihan Dinamis
Ucapkan selamat tinggal pada pencatatan manual yang merepotkan. Lewat pembaruan ini, Strava menghadirkan dua fitur pelacakan mutakhir:
- Peta Otot Visual (Muscle Map): Setiap kali Anda selesai mencatat latihan, Strava akan memunculkan peta otot visual secara otomatis. Fitur ini langsung menyoroti kelompok otot mana saja yang baru saja Anda latih berdasarkan jenis gerakannya.
- Log Latihan Khusus: Pengguna kini bisa mencatat set, repetisi, hingga beban secara dinamis. Dokumen latihan ini akan terekam dari waktu ke waktu, memudahkan Anda untuk meninjau kembali dan mengulangi program latihan.
2. Integrasi dengan 14 Mitra Kebugaran Raksasa
Untuk pertama kalinya, Strava membuka pintu ekosistemnya lebar-lebar dengan menggandeng 14 mitra kebugaran populer. Melalui pembaruan alat pengembang (developer tools), data komprehensif dari perangkat atau aplikasi lain bisa langsung mengalir otomatis ke Strava tanpa perlu input manual.
Beberapa mitra peluncuran awal ini meliputi nama-nama besar seperti Garmin, COROS, Amazfit, WHOOP, Fitbod, Hevy, iFIT, hingga 24 Hour Fitness.
3. Format Berbagi Baru yang Lebih Estetik
Merayakan pencapaian di dalam ruangan kini sama serunya dengan pamer rute lari di luar ruangan. Strava meluncurkan lima format baru untuk membagikan progres angkat beban. Desain visual baru ini dirancang khusus untuk menerjemahkan aktivitas gym atau latihan di rumah menjadi bentuk apresiasi yang menarik saat dibagikan ke teman maupun komunitas.

Komitmen Jangka Panjang untuk Ekosistem ‘Strength’
Pihak manajemen Strava menegaskan bahwa pembaruan ini barulah langkah awal dari investasi besar mereka di sektor latihan kekuatan.
“Baik untuk mendukung latihan lomba, mengangkat beban untuk kebugaran, maupun menjadikan latihan kekuatan sebagai aktivitas utama, kini pengguna memiliki alat yang sesuai dengan kebutuhan mereka yang sebenarnya,” ujar Matt Salazar, Chief Product Officer Strava.
Kolaborasi ini juga disambut baik oleh para mitra. Ed Baker, Chief Product Officer di WHOOP, menyebutkan bahwa integrasi ini membantu pengguna melihat gambaran lengkap performa mereka mulai dari kekuatan, daya tahan, hingga pemulihan. Sementara itu, CEO Hevy, Guillem Ros, mengaku bangga bisa bermitra dengan Strava demi mempermudah pelacakan latihan dan membuat masyarakat menjadi lebih kuat bersama-sama.
Pengalaman latihan kekuatan baru yang lebih segar dan interaktif ini dijadwalkan akan meluncur secara global kepada seluruh pengguna Strava dalam beberapa pekan ke depan.


