TEKNOBUZZ – International Data Corporation (IDC) memproyeksikan pengiriman smartphone global akan tumbuh 1% secara tahunan (YoY) pada 2025, mencapai 1,24 miliar unit. Angka ini naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 0,6%, didorong pertumbuhan iOS yang mencapai 3,9%.
Menurut IDC, pasar smartphone global akan menghadapi tantangan ekonomi dan permintaan yang lemah, namun permintaan penggantian perangkat (replacement demand) akan menjaga tren positif hingga 2026. IDC memperkirakan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) 1,5% pada periode 2024–2029.
IDC merilis laporan terbaru mengenai proyeksi pasar smartphone global yang menunjukkan tren pertumbuhan stabil dalam lima tahun ke depan bertajuk IDC Quarterly Mobile Phone Tracker (Agustus 2025). Berdasarkan data IDC Quarterly Mobile Phone Tracker (Agustus 2025), pengiriman smartphone global diperkirakan mencapai lebih dari 1,3 miliar unit pada 2029 dengan pertumbuhan tahunan rata-rata sekitar 1–2%.

Setelah mengalami penurunan tajam sebesar -11,3% pada 2022, pasar smartphone kembali bangkit dengan pertumbuhan positif 6,1% di 2024. Pada 2025, laju pertumbuhan diperkirakan hanya sekitar 1%, namun tren ke depan menunjukkan konsistensi dengan angka pertumbuhan antara 1% hingga 2,1% tiap tahunnya hingga 2029.
IDC mencatat, periode 2020–2022 merupakan masa sulit bagi industri smartphone akibat pandemi global dan tantangan rantai pasok. Namun, mulai 2023 ke atas, pemulihan terlihat jelas dengan meningkatnya permintaan konsumen serta inovasi teknologi, terutama pada segmen premium dan perangkat berbasis 5G.
Secara keseluruhan, meski tidak mencatat lonjakan besar, pasar smartphone global diperkirakan tetap tumbuh stabil. Hal ini menandakan industri telah memasuki fase pertumbuhan matang (mature growth) dengan fokus pada penyempurnaan teknologi, ekosistem layanan, serta peningkatan pengalaman pengguna.
Nabila Popal, Senior Research Director IDC melalui situs resmi IDC Global, menekankan bahwa ketidakpastian tarif impor belum berdampak besar terhadap vendor.
“OEM harus terus mendorong diversifikasi dan rencana produksi agar mampu memenuhi permintaan yang tetap sehat di sebagian besar pasar. Pertumbuhan pasar smartphone masih terus terjadi pada tahun 2025 di wilayah AS, Timur Tengah dan Afrika, serta Asia Pasifik, termasuk Indonesia, namun tidak termasuk China akan membantu menutupi penurunan 1% di China tahun ini,” jelas Nabila.
Baca juga: Pasar Smartphone Global Tumbuh 1% di Q2 2025, Samsung Pimpin dengan Pertumbuhan Signifikan
Selain jumlah unit, IDC juga memperkirakan pertumbuhan rata-rata harga jual (ASP) smartphone global naik 5% YoY, serta pertumbuhan nilai pasar sebesar 6% pada 2025. Vendor kini lebih fokus pada peningkatan nilai daripada sekadar mengejar volume penjualan, dengan mengandalkan desain lebih tipis, teknologi AI generatif (GenAI), ponsel lipat, serta fitur kamera canggih.
Sementara Anthony Scarsella, Research Director IDC, menyebutkan bahwa GenAI menjadi salah satu kunci diferensiasi.
“IDC memperkirakan lebih dari 370 juta smartphone GenAI akan dikirim secara global pada 2025, berkontribusi 30% dari total pasar. Fitur AI akan semakin meluas ke perangkat kelas menengah dan menjadi standar di tahun-tahun mendatang,” ujar Anthony.
Untuk kategori smartphone lipat juga menunjukkan percepatan adopsi. Francisco Jeronimo, VP Client Devices IDC, menambahkan: “Pasar foldable diprediksi tumbuh 6% pada 2025, didorong perbaikan teknologi, harga lebih kompetitif, dan peningkatan daya tahan. Meski begitu, perangkat lipat tetap akan menjadi segmen niche dengan pangsa kurang dari 3% hingga 2029.”


