TEKNOBUZZ — Pendingin ruangan kini dituntut menawarkan lebih dari sekadar suhu yang sejuk. Di tengah tantangan polusi udara perkotaan dan meningkatnya perhatian terhadap konsumsi listrik rumah tangga, teknologi penyaringan udara serta efisiensi energi menjadi aspek yang semakin relevan dalam pengembangan perangkat pendingin ruangan.
Menjawab kebutuhan tersebut, TCL memperkenalkan dua lini pendingin udara (AC) terbarunya di Indonesia, yakni FreshIN 3.0 AC dan VoxIN AC. Keduanya mengusung pendekatan berbeda, mulai dari teknologi pemasukan udara segar dan penyaringan partikel halus hingga kemudahan pengoperasian melalui perintah suara berbahasa Indonesia.
Kehadiran kedua produk ini mencerminkan perkembangan fungsi AC dalam hunian modern. Perangkat yang selama ini identik dengan pengaturan suhu mulai mengintegrasikan fitur kualitas udara, konektivitas, dan pengelolaan konsumsi energi.
Penyaringan PM2.5 Jadi Salah Satu Fokus
Salah satu tantangan kualitas udara di kawasan perkotaan adalah paparan partikel halus PM2.5. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan sehingga paparannya berpotensi menimbulkan dampak kesehatan.
Dalam konteks tersebut, TCL menghadirkan FreshIN 3.0 AC dengan teknologi FreshIN+ yang dirancang untuk memasukkan udara dari luar ke dalam ruangan setelah melalui proses penyaringan.
Perangkat ini menggunakan sistem QuadruPuri Filters yang terdiri atas empat lapisan, yaitu saringan awal, lapisan antibakteri ion perak, filter HEPA berefisiensi tinggi, dan saringan berkerapatan tinggi.
Menurut klaim TCL, kombinasi sistem penyaringan tersebut mampu menghilangkan hingga 97,66 persen partikel PM2.5. Sistem ini juga dirancang untuk membantu mengurangi bau tidak sedap dan berbagai alergen di udara.
Meski demikian, efektivitas penyaringan dalam penggunaan sehari-hari dapat dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kondisi lingkungan, pemasangan perangkat, pemeliharaan filter, dan pengoperasian AC.
Penting pula untuk membedakan fungsi penyaringan udara dari proses sterilisasi. Kemampuan menyaring partikel tidak serta-merta berarti seluruh udara di dalam ruangan menjadi steril atau bebas dari semua polutan.
Efisiensi Energi Mengandalkan Teknologi AI
Selain kualitas udara, konsumsi listrik menjadi aspek lain yang diperhatikan TCL melalui FreshIN 3.0 AC.
Perangkat ini dibekali teknologi kecerdasan buatan (AI) prediktif yang diklaim mampu menghemat konsumsi energi hingga 70 persen dibandingkan AC standar dan lebih dari 37 persen dibandingkan AC inverter konvensional.
Teknologi tersebut ditujukan untuk membantu mengoptimalkan pengoperasian pendingin ruangan berdasarkan kebutuhan pendinginan.
Namun, angka penghematan tersebut perlu dibaca dengan mempertimbangkan kondisi pengujian dan perangkat pembanding yang digunakan. Konsumsi listrik aktual sebuah AC juga dipengaruhi kapasitas pendinginan, suhu lingkungan, pengaturan suhu, ukuran ruangan, serta intensitas pemakaian.
TCL turut menyematkan fitur pembersihan otomatis pada unit indoor dan outdoor. Fitur ini ditujukan untuk membantu menjaga kebersihan perangkat dan mendukung pemeliharaan performa dalam penggunaan jangka panjang.
AC Bisa Merespons Perintah Suara Berbahasa Indonesia

Berbeda dari FreshIN 3.0 yang menonjolkan pemurnian udara, VoxIN AC mengedepankan kemudahan interaksi melalui fitur Smart Voice Control.
Fitur kendali suara ini memungkinkan pengguna mengoperasikan AC menggunakan perintah dalam bahasa Indonesia tanpa memerlukan koneksi internet untuk fungsi perintah suara yang didukung.
Pengguna cukup mengucapkan frasa pemicu “Hey TCL”, kemudian menyampaikan instruksi seperti menyalakan AC, mengubah suhu menjadi 18 derajat, atau mengatur suhu ke tingkat terdingin.
Sistem juga dirancang untuk merespons ungkapan sehari-hari, seperti “Panas banget”, dengan menyesuaikan pengaturan pendinginan sesuai kemampuan dan logika pengoperasian perangkat.
Pendekatan ini membuat pengoperasian AC tidak sepenuhnya bergantung pada remote control atau aplikasi ponsel. Bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan, kendali suara dapat menjadi alternatif ketika remote tidak berada dalam jangkauan.
TCL juga menyebut fitur Smart Voice Control tersedia pada kedua lini produk, FreshIN 3.0 dan VoxIN AC.
Terintegrasi dengan Aplikasi dan Ekosistem Rumah Pintar
Selain kendali suara, kedua lini AC tersebut mendukung konektivitas melalui aplikasi TCL Home. Integrasi ini memungkinkan pengguna mengontrol perangkat dari jarak jauh melalui ponsel pintar.
Pengguna juga dapat memantau konsumsi listrik secara berkala melalui visualisasi grafik energi yang tersedia pada aplikasi. Informasi tersebut berpotensi membantu pengguna memahami pola pemakaian dan mengevaluasi penggunaan AC di rumah.
Kemampuan mengendalikan perangkat dari jarak jauh juga memungkinkan pengguna mengatur pendinginan sebelum tiba di rumah, selama perangkat dan koneksi yang dibutuhkan tersedia.
TCL turut menyebut dukungan integrasi dengan Google Home dan Amazon Alexa. Kehadiran konektivitas ini memperluas pilihan pengendalian AC melalui ekosistem rumah pintar, meskipun ketersediaan fungsi dapat bergantung pada konfigurasi perangkat dan layanan yang digunakan.
Kenyamanan Hunian Mulai Bergeser ke Kualitas Udara
CEO TCL Indonesia, Evan Tang, mengatakan kebutuhan konsumen kini tidak hanya berkaitan dengan kesejukan ruangan, tetapi juga kualitas udara dan kemudahan pengoperasian perangkat.
“Kami memahami bahwa konsumen Indonesia kini menginginkan lebih dari sekadar kesejukan, tetapi juga kualitas udara yang lebih baik dan kenyamanan yang terintegrasi dengan teknologi pintar,” ujar Evan Tang.
Menurutnya, melalui FreshIN 3.0 AC dan VoxIN AC, TCL berupaya menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat terhadap lingkungan hunian yang lebih nyaman dan praktis.
Tren ini menunjukkan bahwa persaingan di pasar AC tidak lagi hanya bertumpu pada kapasitas pendinginan atau harga perangkat. Fitur penyaringan udara, efisiensi energi, dan integrasi dengan perangkat pintar mulai menjadi bagian dari pertimbangan konsumen.
Meski demikian, konsumen tetap perlu memperhatikan kebutuhan ruangan, kapasitas pendinginan, konsumsi daya, biaya perawatan, serta ketersediaan suku cadang sebelum memilih perangkat.
Teknologi penyaringan udara juga sebaiknya dipandang sebagai salah satu upaya mendukung kualitas udara dalam ruangan, bukan pengganti ventilasi yang sesuai atau langkah pengendalian sumber polusi.
Pada akhirnya, nilai sebuah AC tidak hanya ditentukan oleh banyaknya fitur yang ditawarkan, tetapi juga oleh efektivitasnya dalam penggunaan sehari-hari. Kemampuan menjaga kenyamanan termal, mengelola konsumsi listrik, dan mendukung kualitas udara menjadi aspek penting yang perlu dinilai secara bersamaan.


