TEKNOBUZZ – Perangkat wearable seperti smartwatch selama ini identik dengan pemantauan aktivitas fisik, kualitas tidur, dan detak jantung. Namun, perkembangan teknologi kesehatan digital mulai membuka peluang pemanfaatan data dari perangkat tersebut untuk mendukung penelitian kesehatan, pemantauan pasien, hingga pengembangan layanan kesehatan yang lebih personal.
Tren tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Garmin Health Summit 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand. Dalam acara tahunan ini, Garmin mempertemukan pemimpin industri, peneliti, dan praktisi kesehatan untuk membahas pemanfaatan teknologi wearable di berbagai sektor, sekaligus mengumumkan penerima Garmin Health Awards 2026.
Melalui ekosistem Garmin Health Connected Ecosystem (GHCE), Garmin memungkinkan organisasi mengintegrasikan data dari perangkat wearable ke aplikasi dan sistem mereka melalui Garmin Health API dan Software Development Kit (SDK).
Integrasi ini membuka peluang bagi pengembang layanan kesehatan dan peneliti untuk memanfaatkan data biometrik serta aktivitas harian pengguna sesuai kebutuhan masing-masing program.
Dari Pemantauan Aktivitas ke Penelitian Kesehatan
Salah satu contoh pemanfaatan teknologi tersebut ditunjukkan oleh Montefiore Einstein, pusat kanker yang berbasis di Amerika Serikat. Organisasi ini meraih penghargaan kategori Expert Choice dalam Garmin Health Awards 2026 berkat pemanfaatan ekosistem Garmin untuk mendukung penelitian terhadap pasien kanker.
Dalam uji prospektif yang melibatkan pasien yang menjalani radioterapi, kemoterapi, dan imunoterapi, data wearable digunakan untuk memantau aktivitas harian pasien.
Menurut deskripsi program yang disampaikan Garmin, studi tersebut menjadi yang pertama menunjukkan bahwa data wearable dapat dikumpulkan secara pasif sebelum terapi untuk membantu mengidentifikasi pasien yang berpotensi mengalami kesulitan selama menjalani pengobatan.
Pendekatan ini memperlihatkan potensi data kesehatan yang dikumpulkan secara berkelanjutan sebagai sumber informasi tambahan dalam penelitian dan pemantauan pasien.
Meski demikian, pemanfaatan data wearable untuk kepentingan klinis tetap bergantung pada metode penelitian, interpretasi tenaga profesional, serta sistem kesehatan yang mengintegrasikannya.
AI dan Wearable untuk Kesehatan Perempuan
Pemenang kategori People’s Choice, HeraMED, menghadirkan pendekatan berbeda melalui pengembangan layanan kesehatan perempuan yang personal dan didukung kecerdasan buatan (AI).
Perusahaan publik asal Australia tersebut mengembangkan platform berbasis data untuk mendukung perempuan selama kehamilan, masa setelah melahirkan, menopause, hingga dalam menghadapi kondisi kronis.
Platform ini dirancang sebagai sistem terpadu yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pengguna dan layanan yang diberikan.
Pemanfaatan data kesehatan secara berkelanjutan berpotensi membantu penyedia layanan memahami kebutuhan pengguna dalam berbagai tahap kehidupan. Integrasi teknologi wearable juga membuka peluang bagi pengembangan layanan yang tidak hanya berpusat pada kunjungan ke fasilitas kesehatan, tetapi turut memperhatikan kondisi pengguna dalam aktivitas sehari-hari.
Namun, efektivitas setiap solusi tetap perlu dinilai berdasarkan bukti klinis dan hasil penerapannya.
Detak Jantung Saat Tidur hingga Pemantauan Kelelahan
Garmin Health Summit 2026 juga menyoroti penggunaan data wearable untuk mendukung penelitian di luar pemantauan kebugaran konvensional.
Jaemy Park dari Thyroscope, misalnya, membahas pemanfaatan detak jantung saat tidur sebagai biomarker digital untuk mendukung perawatan kesehatan tiroid.
Sementara itu, Dr. Amy Elliott dan Dr. Christa Friedrich dari Avera Research Institute mempresentasikan penelitian mengenai integrasi perangkat wearable Garmin dalam studi NIH ECHO yang mencakup kehamilan hingga masa kanak-kanak.
Di sektor keselamatan kerja, Dylan Hartley dari WHG Solutions membahas pemanfaatan teknologi untuk pemantauan dan pengelolaan kelelahan pada pengemudi truk.
Beragam contoh tersebut menunjukkan luasnya kemungkinan penggunaan data wearable, mulai dari penelitian kesehatan jangka panjang hingga pemantauan faktor yang dapat memengaruhi keselamatan dan kesejahteraan pekerja.
Garmin juga memaparkan penelitian Prof. Dr. Francesco Pagnini, termasuk proyek bersama European Space Agency (ESA) dan Angkatan Laut Italia. Penelitian tersebut menggunakan data perangkat wearable Garmin untuk mengevaluasi hubungan antara pikiran dan tubuh dalam lingkungan ekstrem.
Healthspan Jadi Perhatian Industri Kesehatan Digital
Selain penelitian dan penerapan teknologi, Garmin Health Summit 2026 membahas konsep longevity dan healthspan.
Longevity berkaitan dengan umur panjang, sedangkan healthspan merujuk pada rentang waktu seseorang menjalani kehidupan dalam kondisi sehat.
Scott Burgett, Senior Director Garmin Health Engineering, memaparkan bagaimana data biometrik dari perangkat Garmin dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi kedua aspek tersebut.
Topik ini menjadi relevan seiring meningkatnya perhatian terhadap perawatan preventif dan upaya mempertahankan kualitas hidup dalam jangka panjang.
Dalam konteks tersebut, data kesehatan yang dikumpulkan melalui perangkat wearable berpotensi memberikan gambaran mengenai pola aktivitas dan sejumlah indikator tubuh dari waktu ke waktu. Informasi ini dapat menjadi bahan pendukung untuk memahami kondisi pengguna, meskipun tidak dengan sendirinya menggantikan pemeriksaan medis.
Pada sesi keynote bertajuk From Hospitals to Everywhere: Reimagining Care with AI and Technology, Dr. Sangita Reddy, Joint Managing Director Apollo Hospitals, turut membahas potensi AI dan teknologi dalam memperluas akses layanan kesehatan, terutama bagi komunitas yang belum memperoleh layanan secara memadai.
Pembahasan ini menempatkan teknologi digital sebagai salah satu instrumen untuk mengembangkan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, personal, dan terintegrasi.
Garmin Health Awards Diikuti Inovator dari 31 Negara
Garmin Health Awards 2026 menjadi bagian dari upaya Garmin menyoroti inovasi yang memanfaatkan integrasi data wearable dalam layanan kesehatan dan kesejahteraan.
Tahun ini, para finalis dipilih dari 113 pengajuan yang berasal dari 31 negara. Setiap solusi dinilai oleh panel pakar industri dan panel peserta Summit berdasarkan manfaat bagi pelanggan, skalabilitas, keunikan, inovasi, kinerja, serta kesesuaiannya dengan bidang fokus Garmin Health.
Bidang tersebut mencakup layanan kesehatan dan penelitian, asuransi dan kesejahteraan karyawan, serta kebugaran dan wellness.
Kedua pemenang, Montefiore Einstein dan HeraMED, masing-masing menerima smartwatch dan fitness tracker Garmin dengan nilai hadiah hingga US$10.000.
Menurut Susan Lyman, Wakil Presiden Consumer Sales and Marketing Garmin, data berkualitas tinggi dari perangkat wearable semakin penting untuk menghasilkan masukan yang personal serta mendukung pendekatan kesehatan dan kebugaran yang dapat disesuaikan.
Garmin Health Summit 2026 sendiri mempertemukan lebih dari 200 eksekutif dan pemimpin industri pada hari kedua penyelenggaraannya untuk membahas masa depan integrasi teknologi wearable di sektor kesehatan, asuransi, tunjangan karyawan, dan kebugaran.
Tantangan Berikutnya: Mengubah Data Menjadi Manfaat Kesehatan
Perkembangan wearable memperlihatkan bahwa perangkat yang dikenakan sehari-hari dapat memiliki peran lebih luas daripada sekadar mencatat jumlah langkah atau aktivitas olahraga.
Melalui integrasi API dan SDK, data dari perangkat Garmin dapat dimanfaatkan oleh organisasi dan pengembang untuk membangun solusi yang sesuai dengan kebutuhan layanan mereka. Penerapannya mencakup penelitian kesehatan, pemantauan aktivitas pasien, kesehatan perempuan, hingga kesejahteraan pekerja.
Meski demikian, semakin luasnya penggunaan data biometrik juga menuntut perhatian terhadap validitas data, privasi pengguna, keamanan informasi, dan ketepatan interpretasi.
Garmin menegaskan bahwa perangkat wearable konsumennya bukan perangkat medis yang dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, mencegah, atau memantau kondisi medis. Fungsi medis atau klinis yang dijelaskan dalam berbagai program merupakan bagian dari solusi pihak ketiga berdasarkan interpretasi mereka terhadap data yang dikumpulkan melalui ekosistem Garmin Health atau sumber lainnya.
Dengan demikian, peluang terbesar teknologi wearable bukan semata-mata terletak pada banyaknya data yang dikumpulkan, melainkan pada bagaimana data tersebut diintegrasikan secara bertanggung jawab untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi penelitian, layanan kesehatan, dan kesejahteraan manusia.


