9 C
New York
Wednesday, October 28, 2026

Buy now

BINUS University Ingatkan Pentingnya Peran Manusia dalam Transformasi Digital

TEKNOBUZZ – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital semakin mengubah cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga memahami lingkungan sosialnya. Namun, di balik pesatnya inovasi tersebut, muncul tantangan yang tidak kalah penting: bagaimana memastikan teknologi berkembang dengan tetap mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan, keberagaman budaya, dan kebutuhan masyarakat.

Perspektif inilah yang menjadi perhatian Faculty of Humanities BINUS University melalui penyelenggaraan International Conference on Digital Humanities and Environmental Sustainability (CoDHES 2026) pada 26–27 Oktober 2026 di BINUS @Senayan JWC Campus, Jakarta.

Mengusung tema “Collaborative Digital Humanities: Bridging Local Knowledge and Global Goals”, konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi lintas disiplin untuk membahas bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan secara lebih bermakna bagi masyarakat.

Digital humanities sendiri merupakan pendekatan yang menghubungkan teknologi digital dengan berbagai disiplin humaniora dan ilmu sosial. Cakupannya tidak terbatas pada penggunaan teknologi dalam pendidikan atau penelitian, tetapi juga meliputi pelestarian budaya, bahasa, arsip sejarah, psikologi, hukum, ekonomi, hingga hubungan internasional.

Pendekatan tersebut menjadi relevan ketika AI semakin banyak digunakan dalam berbagai aktivitas manusia. Kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai konteks sosial dan budaya, sehingga inovasi tidak hanya menghasilkan efisiensi, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas.

AI dan Teknologi Digital Perlu Perspektif Kemanusiaan

Dean of Faculty of Humanities BINUS University, Dr. Elisa Carolina Marion, S.S., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam memastikan perkembangan teknologi memberikan dampak positif bagi manusia dan lingkungan.

Menurutnya, inovasi tidak semestinya hanya berorientasi pada kemajuan teknologi itu sendiri. Pengetahuan lokal, nilai budaya, dan keberagaman kebutuhan masyarakat juga perlu menjadi bagian dari proses pengembangan solusi digital.

“Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kita perlu memastikan bahwa inovasi tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi itu sendiri, tetapi juga pada manusia dan lingkungan,” ujar Elisa.

Melalui CoDHES 2026, BINUS University ingin mempertemukan beragam perspektif keilmuan untuk mengeksplorasi bagaimana pengetahuan lokal, nilai budaya, dan teknologi digital dapat saling mendukung dalam menjawab tantangan global.

Pendekatan ini menempatkan humaniora sebagai bagian penting dalam transformasi digital. Teknologi tidak hanya dipandang sebagai perangkat untuk menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga sebagai sarana yang perlu dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masyarakat yang menggunakannya.

Hadirkan 192 Makalah Penelitian dari Berbagai Universitas

CoDHES 2026 menghadirkan ruang diskusi internasional melalui 28 panel dengan total 192 makalah penelitian yang dipresentasikan oleh akademisi dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri.

Konferensi ini diselenggarakan oleh Faculty of Humanities BINUS University bekerja sama dengan Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (TAR UMT), Malaysia, serta Shandong University of Science and Technology (SDUST), China, sebagai co-host.

Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari inisiatif BINUS Asian Collaboration untuk memperkuat hubungan akademik lintas negara.

Sejumlah topik yang dibahas mencakup pemanfaatan AI dalam digital humanities, keberlanjutan lingkungan berbasis digital, seni dan budaya digital, psikologi digital, pedagogi digital, ekonomi politik internasional teknologi, diplomasi digital, serta penggunaan teknologi untuk pelestarian arsip dan lingkungan.

Spektrum pembahasan tersebut memperlihatkan bahwa dampak transformasi digital tidak dapat dipisahkan dari berbagai aspek kehidupan. Perkembangan AI, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan komputasi, tetapi juga bersinggungan dengan pendidikan, kebudayaan, interaksi sosial, dan dinamika ekonomi maupun politik.

Sejumlah pembicara utama yang hadir antara lain Dr. Elisa Carolina Marion dari BINUS University, Miguel Escobar Varela, Ph.D., dari National University of Singapore, Prof. Su-Ling Yeh dari National Taiwan University, serta Prof. Takayuki Nakanishi dari Dokkyo University, Jepang.

Turut hadir Prof. Yohannes Kurniawan dan Prof. Dr. Dra. Clara Herlina Karjo dari BINUS University, serta Marc Irawan, Co-Founder sekaligus COO CoLearn.

Keterlibatan akademisi dan praktisi dari berbagai latar belakang diharapkan memperkaya pertukaran pengetahuan sekaligus membuka peluang kolaborasi penelitian yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Teknologi Digital untuk Melestarikan Budaya dan Pengetahuan Lokal

Selain diskusi akademik dan presentasi penelitian, CoDHES 2026 menampilkan lima proyek digital humanities yang memperlihatkan penerapan teknologi dalam mengembangkan pengalaman belajar, membaca, dan memahami kebudayaan.

Salah satunya adalah AIXplorasi, proyek yang mengeksplorasi cerita, budaya, dan imajinasi Nusantara melalui kecerdasan buatan. Proyek ini menunjukkan salah satu kemungkinan pemanfaatan AI untuk membantu masyarakat mengeksplorasi kekayaan budaya Indonesia melalui pendekatan digital.

Ada pula Indonesia’s Museums Projects, yang menawarkan eksplorasi sejarah Indonesia melalui tur museum virtual imersif.

Di bidang bahasa dan literasi, konferensi ini menampilkan Poe-Life and Read, yang menggabungkan puisi sebagai sarana penyembuhan dengan pengalaman membaca digital, serta Indonesian Language & Culture Fest, yang menghadirkan pengalaman interaktif untuk mengenal bahasa dan budaya Indonesia.

Proyek kelima adalah Digital Language Learning Center (DLLC), termasuk aplikasi Beelingua yang menyediakan platform pembelajaran bahasa interaktif dan mandiri bagi mahasiswa BINUS.

Kelima proyek tersebut menggambarkan beragam cara teknologi digital dapat digunakan untuk mendukung pelestarian budaya, memperluas akses terhadap pengetahuan, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif.

Di tengah perkembangan teknologi generatif, upaya semacam ini juga membuka ruang diskusi mengenai bagaimana kekayaan pengetahuan lokal dapat diperkenalkan melalui platform digital tanpa melepaskan konteks budaya yang melatarbelakanginya.

Pengetahuan Lokal untuk Menjawab Tantangan Global

General Chair CoDHES 2026, Dr. Miranda Paulina Tahalele, S.IP., M.A., menilai Indonesia memiliki kekayaan pengetahuan lokal dan keberagaman pengalaman masyarakat yang dapat memberikan perspektif penting dalam menjawab berbagai persoalan global.

Karena itu, kolaborasi lintas disiplin dan pemanfaatan teknologi digital diperlukan agar pengetahuan tersebut dapat terus dikembangkan melalui penelitian dan pertukaran gagasan.

“Indonesia memiliki kekayaan pengetahuan lokal dan keberagaman pengalaman masyarakat yang dapat memberikan perspektif penting dalam menjawab berbagai persoalan global,” jelas Miranda.

Menurutnya, hasil penelitian dan diskusi dalam CoDHES 2026 diharapkan tidak hanya memperkaya dunia akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penyelenggaraan konferensi ini sekaligus melanjutkan pengembangan diskusi dan penelitian digital humanities yang telah dibangun Faculty of Humanities BINUS University selama lima tahun terakhir.

Pada akhirnya, tantangan transformasi digital bukan semata-mata tentang seberapa canggih teknologi yang berhasil dikembangkan. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana teknologi tersebut dapat menjawab kebutuhan manusia, menjaga keberagaman budaya, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Melalui CoDHES 2026, BINUS University mendorong agar perkembangan teknologi digital dan AI berjalan beriringan dengan pemahaman humaniora. Dengan demikian, inovasi tidak hanya relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga tetap berakar pada identitas nasional dan kebutuhan masyarakat dalam menghadapi tantangan global.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles