TEKNOBUZZ – Samsung Electronics memperluas penerapan kecerdasan buatan (AI) pada perangkat rumah tangga, mulai dari lemari es yang membantu mengelola bahan makanan hingga pendingin udara yang menyesuaikan aliran udara berdasarkan preferensi pengguna. Perusahaan juga memperkuat konektivitas perangkat dan solusi digital untuk mendukung operasional bisnis.
Berbagai inovasi tersebut diperkenalkan dalam acara The Brief 2026 yang digelar di Hanoi, Vietnam, pada 14 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, Samsung menampilkan pengembangan teknologi perangkat rumah tangga, sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC), serta solusi laundry komersial untuk pasar Asia Tenggara dan Oseania.
Fokus pengembangan Samsung tidak hanya pada penambahan fitur AI, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat membantu pengguna menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih praktis, personal, dan efisien.
AI Vision Bantu Kelola Persediaan Makanan
Salah satu penerapan AI yang diperlihatkan Samsung hadir pada Bespoke AI Refrigerator Family Hub. Lemari es ini mengandalkan teknologi AI Vision berbasis cloud yang ditingkatkan untuk mengenali lebih banyak jenis bahan makanan dengan akurasi lebih tinggi.
Kemampuan tersebut dirancang untuk membantu pengguna memantau dan mengelola persediaan makanan di rumah. Dengan mengetahui bahan yang tersedia, pengguna dapat lebih mudah menentukan menu sekaligus mengurangi kerumitan dalam merencanakan kebutuhan dapur.
Samsung juga mengintegrasikan fitur tersebut dengan SmartThings Food, yang dapat memberikan rekomendasi resep berdasarkan bahan makanan yang tersedia.
Selain itu, widget FoodNote menghadirkan rekomendasi daftar belanja berdasarkan analisis pola konsumsi dan bahan makanan yang sering digunakan. Dengan pendekatan ini, AI tidak hanya berfungsi sebagai teknologi pengenal objek, tetapi juga menjadi pendukung pengambilan keputusan dalam aktivitas rumah tangga.
Fitur-fitur tersebut menunjukkan bagaimana perangkat rumah tangga dapat berkembang dari alat yang menjalankan fungsi dasar menjadi bagian dari ekosistem digital yang membantu pengguna mengatur kebutuhan sehari-hari.
AC Pintar Menyesuaikan Aliran Udara
Di kategori pendingin udara, Samsung mengandalkan teknologi WindFree™ yang telah dikembangkan selama lebih dari satu dekade. Teknologi ini diterapkan pada AC Bespoke AI WindFree Pro, yang menggabungkan desain dengan fitur berbasis AI untuk menghadirkan pengalaman pendinginan yang lebih personal.
Salah satu fitur utamanya adalah AI Motion Wind, yang menyesuaikan aliran udara berdasarkan preferensi dan pergerakan pengguna. Pendekatan ini memungkinkan sistem pendingin udara merespons kondisi penggunaan, bukan hanya bekerja berdasarkan pengaturan suhu secara konvensional.
Samsung juga menampilkan WindFree™ Wearable Good Sleep, yang dapat terhubung dengan perangkat wearable kompatibel. Fitur ini memanfaatkan sinyal tubuh untuk menyesuaikan kinerja pendinginan secara otomatis mengikuti kondisi tidur pengguna.
Integrasi dengan perangkat wearable memperlihatkan perluasan pemanfaatan AI dari pengendalian perangkat secara individual menuju pengalaman yang mempertimbangkan aktivitas dan kondisi pengguna.
Dalam acara yang sama, Samsung turut memberikan gambaran awal mengenai AC ruangan model 2027. Model mendatang tersebut memiliki desain membulat, bilah bawah terpisah, dan tekstur menyerupai kain. Samsung juga menyebut perluasan akses terhadap fitur pintar, termasuk AI Energy Mode, pada model tertentu.
Meski demikian, spesifikasi dan ketersediaan produk dapat berbeda menurut wilayah. Materi yang dipaparkan dalam acara tersebut belum merinci jadwal pemasaran setiap model di Indonesia.
SmartThings Hubungkan Perangkat Rumah
Pengembangan AI Samsung juga ditopang oleh ekosistem SmartThings, yang menghubungkan perangkat rumah tangga dan layanan digital dalam satu lingkungan terintegrasi.
Melalui pendekatan ini, pengalaman penggunaan tidak berhenti pada fitur yang tersedia ketika produk dibeli. Pembaruan perangkat lunak dan layanan terhubung memungkinkan kemampuan perangkat yang kompatibel terus dikembangkan setelah pembelian.
Samsung menyatakan perangkat yang memenuhi persyaratan tertentu dapat menerima pembaruan perangkat lunak hingga tujuh tahun. Program ini berlaku untuk perangkat Samsung yang mendukung Wi-Fi dan diproduksi sejak 2024, dengan sejumlah keterbatasan yang bergantung pada perangkat keras masing-masing.
Pembaruan pada September 2026, misalnya, mencakup peningkatan AI Vision dan Now Brief untuk model lemari es tertentu di pasar global. Samsung juga memperkenalkan peningkatan pengalaman Bixby untuk mendukung interaksi suara yang lebih alami.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan perangkat rumah tangga pintar. Selain kemampuan awal, keberlanjutan pembaruan dan dukungan perangkat turut menentukan bagaimana konsumen dapat memanfaatkan teknologi dalam jangka panjang.
Samsung juga menyediakan Home Appliance Remote Management (HRM) untuk membantu menangani kendala perangkat dari jarak jauh. Dengan persetujuan pengguna, sistem ini dapat membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab masalah melalui instruksi langkah demi langkah.
Apabila kunjungan teknisi dibutuhkan, teknisi dapat meninjau data diagnostik perangkat terlebih dahulu sehingga proses penanganan berpotensi menjadi lebih efisien.
Teknologi Laundry untuk Kebutuhan Bisnis
Selain perangkat rumah tangga, Samsung memperluas portofolio solusi laundry komersial yang ditujukan bagi pelaku usaha. Produk yang diperkenalkan mencakup mesin cuci berkapasitas 18 kilogram dan mesin pengering berkapasitas 14 kilogram.
Mesin cuci tersebut dirancang untuk menangani cucian berukuran besar, termasuk seprai king size. Berdasarkan pengujian internal Samsung, siklus pencucian normal dapat berlangsung selama 36 menit dalam kondisi pengujian tertentu. Teknologi Bubble Wash turut digunakan untuk membantu membersihkan noda dan sisa deterjen pada pakaian.
Sementara itu, mesin pengering dengan sistem ventilasi dirancang untuk mendukung pengeringan cepat. Samsung menyebut cucian berat dapat selesai dikeringkan dalam waktu 45 menit, meskipun hasil aktual bergantung pada jenis dan isi muatan.
Untuk mendukung penggunaan komersial, mesin cuci dilengkapi Vibration Reduction Technology Plus (VRT+™), yang dirancang untuk mengurangi getaran. Kedua perangkat juga mendukung kemudahan pengoperasian dan perawatan.
Konektivitas Wi-Fi memungkinkan operator memantau status dan kinerja mesin dari jarak jauh. Fitur Manager Mode pada mesin cuci juga memudahkan pengaturan operasional, termasuk jumlah pembilasan dan level air.
Samsung turut menawarkan SmartThings Pro, platform Internet of Things (IoT) untuk bisnis yang menghubungkan dan membantu mengelola perangkat, termasuk AC, di lingkungan perkantoran, ritel, perhotelan, dan hunian.
Platform tersebut mendukung pengelolaan berbagai lokasi, otomatisasi operasional, pemantauan penggunaan energi, integrasi API, serta dasbor yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.
AI Menjadi Bagian dari Ekosistem Perangkat
Bernard Ang, Regional Head of Home Appliances sekaligus Vice President Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, mengatakan perusahaan berupaya menghadirkan inovasi yang memberikan nilai nyata bagi konsumen dan pelaku bisnis.
Menurutnya, pengembangan produk berbasis AI diarahkan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari sekaligus operasional bisnis, dengan fokus pada kenyamanan, personalisasi, keandalan, dan daya tahan perangkat.
Melalui The Brief 2026, Samsung memperlihatkan bahwa strategi AI pada perangkat rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan otomatisasi fungsi produk. Perusahaan juga mengembangkan konektivitas ant perangkat, layanan pendukung, serta pembaruan perangkat lunak untuk memperluas pengalaman penggunaan.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana manfaat teknologi tersebut dapat dirasakan secara konsisten oleh konsumen dan pelaku usaha di masing-masing pasar. Ketersediaan fitur, kompatibilitas perangkat, dan dukungan layanan akan menjadi faktor penting dalam menentukan pengalaman pengguna.
Bagi Samsung, pengembangan perangkat rumah tangga berbasis AI sekaligus solusi terhubung untuk bisnis menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi di rumah maupun lingkungan komersial.


