18.4 C
New York
Tuesday, September 8, 2026

Buy now

Telkom Ungkap Strategi Dongkrak Nilai Tambah Bisnis Infrastruktur Digital

TEKNOBUZZ – Telkom terus menunjukkan konsistensi dalam mengeksekusi penataan ulang portofolio bisnisnya. Melalui peta jalan transformasi TLKM 30, emiten telekomunikasi terbesar di Indonesia ini memfokuskan pilar bisnis miliknya untuk meningkatkan nilai tambah (value creation) dari aset infrastruktur digital, memperkuat efisiensi operasional, serta memastikan pertumbuhan profitabilitas secara berkelanjutan.

Pada ajang Public Expose Live 2026 yang berlangsung secara online pada Senin (7/9), jajaran direksi Telkom Group memaparkan capaian finansial dan langkah strategis perseroan dalam mentransformasi model bisnisnya.

1. Kinerja Keuangan Paruh Pertama 2026: Solid dan Bertumbuh

Hingga Semester I-2026, Telkom membukukan kinerja keuangan yang positif di tengah dinamika industri:

  • Pendapatan Konsolidasi: Rp75,9 triliun (tumbuh 3,9% YoY).
  • EBITDA: Rp37,5 triliun (tumbuh 3,8% YoY) dengan margin 49,4%.
  • Laba Bersih Ternormalisasi: Rp11,3 triliun (tumbuh 6,2% YoY).

Kinerja ini didukung oleh perbaikan monetisasi bisnis seluler serta disiplin biaya yang ketat. Lebih dari 94% alokasi CAPEX difokuskan pada bisnis inti di segmen B2C dan B2B Infrastructure.

“Secara keseluruhan, hasil Semester I menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan earnings yang tetap positif. Kami juga melihat perkembangan yang semakin baik pada profitabilitas, khususnya pada kuartal kedua di mana margin EBITDA kembali berada di atas 50%,” ujar Arthur Angelo Syailendra, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom.

2. Reformasi Struktur Bisnis: Delayering 5 Segmen Utama

Untuk menciptakan akuntabilitas kinerja dan mempercepat pengambilan keputusan strategis, Telkom melakukan transisi menuju model Strategic Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) melalui penyederhanaan (delayering) bisnis menjadi 5 segmen utama:

  1. B2C (Consumer): Berfokus pada Telkomsel yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan 5,3% YoY menjadi Rp28,0 triliun, dengan lonjakan laba bersih hingga 24,9% YoY. ARPU mobile juga meningkat 11,6% YoY menjadi Rp46 ribu.
  2. B2B Infrastructure: Mengatur aset konektivitas grosir (wholesale) melalui InfraNexia serta ekosistem data center lewat NeutraDC.
  3. B2B ICT: Melayani segmen UKM dan Enterprise. Pendapatan SME tumbuh 11,5% YoY dan pelanggan IndiBiz naik 11,7% menjadi 756 ribu. Telkom juga berencana mengambil alih 100% saham Digiserve untuk memperkuat solusi digital end-to-end.
  4. International: Mengakselerasi konektivitas dan kapabilitas jaringan global.
  5. Others & Ancillary: Mengelola unit pendukung dan bisnis inovasi digital.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa delayering ini sangat penting karena Telkom ingin setiap bisnis di TelkomGroup memiliki akuntabilitas yang lebih jelas dan fokus pada bisnis inti.

“Ini menjadi fondasi penting bagi Telkom untuk tumbuh lebih sehat sekaligus memberikan nilai tambah yang lebih besar ke depan,” tegas Dian.

3. Optimalisasi Infrastruktur Digital: InfraNexia & NeutraDC

Telkom secara agresif memaksimalkan aset infrastrukturnya sebagai penggerak utama value creation:

  • InfraNexia (Neutral Carrier): Dipersiapkan menjadi pengelola utama wholesale connectivity TelkomGroup yang juga melayani pelanggan eksternal. Proses spin-off tahap dua ditargetkan tuntas pada Kuartal III-2026.
  • NeutraDC (Data Center): Mencatatkan pendapatan Rp867 miliar (tumbuh 11% YoY) dengan kapasitas efektif 49,9 MW. Hyperscale Data Center (HDC) Cikarang mencatat okupansi sebesar 96%, sementara HDC Batam (kapasitas awal 6 MW) ditargetkan mulai beroperasi pada Semester II-2026.

4. Penguatan Jaringan Telkomsel: Tambahan Spektrum 100 MHz

Untuk mengamankan kepemimpinan jaringan digital di Indonesia, Telkomsel memperkuat portofolionya dengan menambah 100 MHz spektrum pada pita 700 MHz dan 2.600 MHz, sehingga total spektrum yang dikelola kini mencapai 265 MHz.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jaringan 4G, mempercepat ekspansi 5G, serta meningkatkan pengalaman digital pelanggan secara terukur dan disiplin.

5. Optimisme Menghadapi Semester II-2026

Memasuki separuh kedua tahun 2026, Telkom mempertahankan guidance kinerja tahunan dengan target pertumbuhan normalized revenue sebesar 1–3% YoY dan margin EBITDA di atas 50%. Kunci keberhasilan akan didorong oleh monetisasi data seluler, pemulihan fixed broadband, efisiensi operasional, dan akselerasi program TLKM 30.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles