TEKNOBUZZ – Industri kopi nasional kini tidak lagi sekadar tentang teknik manual, tetapi juga makin erat bertransformasi dengan adopsi teknologi dan ekosistem digital. Pada hari kedua pameran Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (5/9), kolaborasi antara inovasi teknik barista dan percepatan transaksi nontunai menjadi sorotan utama.
Salah satu daya tarik teknis dalam ajang ini adalah babak Round 2 Indonesia Barista Championship (IBC) Regional 1 Jakarta. Sebanyak 15 barista yang mewakili 12 brand kopi lokal serta jalur independen berlomba menyajikan racikan kopi presisi tinggi. Dari persaingan ketat tersebut, dewan juri menetapkan enam barista terbaik untuk melaju ke Final Round.
Akselerasi Ekosistem Digital dalam Industri Coffee Shop
Selain persaingan presisi ekstraksi biji kopi, ICX 2026 menekankan pentingnya digitalisasi operasional bisnis kopi modern melalui kemitraan dengan layanan keuangan digital. Dukungan dari aplikasi balé by BTN mendorong adopsi transaksi berbasis teknologi cashless di seluruh area pameran.
Pengunjung dan pelaku usaha disuguhi pengalaman bertransaksi cepat melalui integrasi promo digital, seperti cashback hingga Rp150.000, penggunaan voucher belanja via activation booth, serta program loyalitas berhadiah mesin kopi dan tabungan jutaan rupiah. Integrasi ini menunjukkan bagaimana teknologi pembayaran kini menjadi tulang punggung efisiensi operasional bagi pertumbuhan kedai kopi independen maupun skala ritel.
Edukasi & Pengalaman Immersive Bagi Home Brewer
Inovasi industri kopi juga diperkenalkan melalui sesi Brew Talks bertema “Secangkir eXperience: An Immersive End-to-End Coffee Experience”. Sesi yang dipandu Fajar Endra Nusa (Secangkir Coffee & Roastery) bersama coffee influencer Famara Wassa Jawla ini membedah bagaimana teknologi pengolahan biji kopi—seperti varian Blueberry Bubblegum (Sumbing Supernova Washed)—mampu menciptakan cita rasa konsisten dan unik bagi konsumen modern maupun pembuat kopi di rumah (home brewer).
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengapresiasi antusiasme para inovator muda di industri ini. “Semangat anak-anak muda dan barista dari berbagai daerah yang membawa cerita serta karakter kopi daerahnya meyakinkan saya bahwa masa depan industri kopi Indonesia sangat cerah,” jelasnya.
Hari terakhir pameran pada Minggu (6/9) menghadirkan partai puncak babak Final IBC Regional 1 Jakarta serta hiburan perayaan Coffee Rave Party yang memadukan teknologi pertunjukan dan gaya hidup kopi.


