29.4 C
New York
Tuesday, June 30, 2026

Buy now

ITSEC Asia Perluas Lini Bisnis, Kembangan AI dan Perangkat Lunak

TEKNOBUZZ – ITSEC Asia memperkuat strategi bisnisnya melalui perluasan kegiatan usaha yang telah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada hari Selasa, 30 Juni 2026. Langkah ini diyakini akan menjadi fondasi bagi perusahaan untuk mempercepat pengembangan, komersialisasi dan operasional teknologi keamanan siber berbasis AI sekaligus memperluas model bisnis berbasis perangkat lunak dan recurring revenue.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan secara konsisten meningkatkan investasi pada riset dan pengembangan untuk membangun teknologi miliknya sendiri. Persetujuan RUPSLB ini menjadi tonggak penting yang menyelaraskan ruang lingkup kegiatan usaha dengan arah bisnis yang telah dibangun perusahaan menuju fase pertumbuhan berikutnya.

Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher, mengatakan bahwa AI menjadi titik balik bagi industri keamanan siber dan mengubah cara perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan.

“Selama bertahun-tahun industri keamanan siber bertumbuh melalui layanan. Kami percaya fase berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan membangun intellectual property berbasis AI. Ke depan, pelanggan tidak hanya membutuhkan mitra yang mampu memberikan layanan keamanan siber, tetapi juga teknologi yang mampu belajar, beradaptasi dan berkembang lebih cepat dibanding ancaman yang terus berubah. Itulah arah yang sedang kami bangun di ITSEC Asia.”

Patrick menambahkan bahwa langkah yang disetujui pemegang saham merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan yang telah dipersiapkan selama beberapa tahun terakhir.

“Transformasi ini bukan perubahan arah bisnis secara tiba-tiba. Selama beberapa tahun terakhir kami telah memperkuat investasi pada riset dan pengembangan, membangun platform kami sendiri dan mengembangkan berbagai solusi yang lahir dari kebutuhan nyata pelanggan. Persetujuan pemegang saham hari ini memberikan fondasi yang lebih kuat bagi kami untuk mempercepat komersialisasi inovasi tersebut, memperluas sumber pendapatan berbasis teknologi dan membawa inovasi keamanan siber dari Indonesia ke pasar regional maupun global.”

Melalui persetujuan RUPSLB, ITSEC Asia memperluas ruang lingkup kegiatan usahanya yang mencakup penerbitan perangkat lunak, aktivitas pemrograman berbasis kecerdasan artifisial, aktivitas teknologi informasi, pengolahan data serta perdagangan perangkat lunak dan komputer. Perluasan tersebut mendukung pengembangan dan komersialisasi berbagai platform yang telah dikembangkan perusahaan, termasuk IntelliBroń Aman, IntelliBroń Orion, IntelliBroń Threat Intelligence dan Bronyx AI, sekaligus memperkuat strategi perusahaan dalam membangun bisnis berbasis teknologi.

Transformasi tersebut juga didukung hasil studi kelayakan independen yang menyatakan rencana penambahan kegiatan usaha layak untuk dilaksanakan. Studi tersebut memproyeksikan model bisnis berbasis recurring revenue mampu menghasilkan rata-rata Gross Profit Margin sebesar 74% dan rata-rata Net Profit Margin sebesar 55% selama periode 2026–2031.

Implementasinya didukung kebutuhan investasi awal sebesar Rp11 miliar yang seluruhnya akan didanai dari kas operasional internal perusahaan serta memanfaatkan infrastruktur teknologi dan kapabilitas Research & Development yang telah dimiliki ITSEC Asia. Dengan fondasi tersebut, perusahaan optimistis dapat mempercepat eksekusi strategi sekaligus menjaga disiplin pengelolaan modal.

Melalui langkah strategis ini, ITSEC Asia mempertegas arah transformasinya menjadi perusahaan teknologi keamanan siber yang mengembangkan intellectual property, perangkat lunak dan AI sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang. Di tengah perubahan lanskap ancaman digital, perusahaan meyakini inovasi teknologi akan menjadi kunci membangun ketahanan siber yang lebih kuat bagi organisasi di Indonesia maupun kawasan regional.

Menutup pernyataannya, Patrick menegaskan bahwa AI bukanlah pengganti manusia dalam keamanan siber, melainkan teknologi yang memperkuat kemampuan para profesional keamanan siber.

“Kami tidak melihat AI sebagai pengganti manusia dalam keamanan siber. Kami melihat AI sebagai pengganda kemampuan yang memungkinkan para ahli keamanan siber bekerja lebih cepat, mengambil keputusan lebih akurat dan melindungi lebih banyak organisasi. Masa depan keamanan siber bukan tentang manusia atau AI, tetapi bagaimana keduanya bekerja bersama untuk membangun ketahanan digital yang lebih kuat. Itulah masa depan yang sedang kami bangun di ITSEC Asia,” pungkasnya.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles