28.7 C
New York
Saturday, August 15, 2026

Buy now

Parenting Era AI: Menjaga Empati dan Berpikir Kritis Tanpa Tergilas Teknologi

TEKNOBUZZ — Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap kehidupan manusia secara fundamental, mulai dari dunia kerja, dunia pendidikan, hingga pola interaksi keluarga sehari-hari. Di tengah gelombang perubahan ini, muncul tantangan baru bagi para orang tua: bagaimana mendampingi anak-anak agar tumbuh bijak, kritis, dan tetap memiliki empati di era kecerdasan buatan?

Isu krusial ini menjadi salah satu pilar utama dalam perhelatan Technologue Awards 2026 yang diselenggarakan di Jakarta. Menandai satu dekade kiprahnya sejak 1 Juni 2016, media teknologi Technologue.id tidak hanya memberikan apresiasi atas inovasi industri telekomunikasi dan teknologi, melainkan juga menghadirkan ruang edukasi publik melalui talkshow bertajuk “Parenting in AI Era”.

Founder sekaligus Chief Editor Technologue.id, Denny Mahardy, menegaskan bahwa kemajuan AI tidak semestinya dipandang sebagai ancaman yang menakutkan, melainkan alat bantu untuk berkembang bersama secara positif.

“Di era AI saat ini, ketika banyak pekerjaan bisa berubah dan peluang yang selama ini ada bisa hilang, kami berusaha membuat AI membantu kita berkembang mengikuti zaman. Kita ingin berkembang bersama-sama memanfaatkan AI agar tidak ketinggalan, serta membersamai anak-anak kita menggunakan teknologi secara positif,” ujar Denny.

AI Sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Kritisnya Proses Berpikir

Hadirnya chatbot berbasis AI kini semakin dekat dengan aktivitas belajar siswa. Rita Amaliani, Direktur Pendidikan Yayasan Bangun Mandiri, menjelaskan bahwa tantangan terbesar dunia pendidikan dan orang tua saat ini bukan lagi sekadar melarang atau memperbolehkan anak menggunakan AI, melainkan membangun daya kritis anak.

Ms. Rita menekankan bahwa teknologi dapat membantu proses belajar, namun tidak boleh melumpuhkan rasa ingin tahu bawaan, kreativitas, maupun rasa tanggung jawab pribadi anak.

  • Peran Guru & Sekolah: Membantu anak memahami bahwa AI adalah alat bantu, bukan mesin pengerja tugas. Anak tetap harus dilatih melakukan observasi, eksperimen, membaca dari berbagai sumber, dan berdiskusi.
  • Peran Orang Tua di Rumah: Mengajak anak mengevaluasi kembali jawaban yang diberikan oleh AI, mempertanyakan kebenarannya, dan memverifikasi informasi tersebut secara bersama-sama.

Waspadai Paparan Dini Terhadap Perkembangan Otak dan Empati

Dari sudut pandang medis dan tumbuh kembang anak, pemanfaatan AI dan gawai secara berlebihan menyimpan potensi risiko pada kemampuan interaksi sosial. Founder Klinik Rainbow Castle, dr. Adilla Hikma Zakiati, menyoroti pentingnya menjaga perkembangan prefrontal cortex—bagian otak yang berperan penting dalam pengambilan keputusan, pengendalian diri, pemecahan masalah, serta kemampuan memahami sudut pandang orang lain.

Ketika anak terlalu banyak berinteraksi dengan layar maya dibandingkan manusia nyata, kesempatan mereka untuk membaca ekspresi dan emosi alami menjadi sangat terbatas.

“Dalam kehidupan nyata, anak perlu belajar bahwa ekspresi manusia tidak selalu mudah ditebak. Seseorang bisa tersenyum tetapi sedang sedih, atau diam karena kecewa. Gerakan kecil seperti tatapan mata, perubahan ekspresi, hingga bahasa tubuh memberikan informasi emosional yang nyata. Jika anak terlalu sering menerima realitas maya tanpa pendampingan, dikhawatirkan anak semakin sulit membedakan ekspresi digital dengan ekspresi manusia yang sebenarnya,” jelas dr. Adilla.

Menjaga Kehadiran Orang Tua dan Hubungan Sosial

Head of Communications Reasense, Didit Putra Erlangga, menambahkan bahwa AI memiliki keterbatasan mendasar yang tidak akan pernah bisa menggantikan manusia: empati dan hubungan sosial yang tulus.

Persoalan utama sejatinya bukan terletak pada hadirnya AI di tengah keluarga, melainkan jika penggunaan teknologi tersebut sampai mengurangi porsi interaksi antarmanusia.

Panduan Ringkas Orang Tua dalam Mendampingi Anak:

  1. Dampingi, Jangan Dilepas: Tempatkan AI sebagai alat bantu belajar bersama, bukan pengasuh digital pengganti orang tua.
  2. Latih Kemampuan Critical Thinking: Biasakan anak untuk selalu mempertanyakan dan menguji kebenaran informasi dari AI.
  3. Utamakan Interaksi Tatap Muka: Pastikan anak memiliki porsi interaksi langsung yang cukup dengan keluarga dan teman sebaya guna mengasah kepekaan emosional dan bahasa tubuh.

Daftar Peraih Penghargaan Technologue Awards 2026

Sebagai bentuk apresiasi terhadap ekosistem digital Indonesia, Technologue Awards 2026 juga menganugerahkan penghargaan kepada brand dan produk terbaik tahun ini:

KategoriSub-Kategori / PenghargaanPemenang
SmartphoneBest Camera SmartphoneOPPO Find X9 Ultra
Best Gaming SmartphonePOCO X8 Pro
Best Mid-range SmartphoneRedmi Note 15 Pro+ 5G
Best Foldable SmartphoneSamsung Galaxy Z Fold7
Telco & ConnectivityBest Network QualityIndosat Ooredoo Hutchison
Best 5G ExperienceXL Smart
Best Network CoverageTelkomsel
Best Fiber ServicesBiznet
NotebookBest Affordable NotebookAxioo Hype 5
Best Value NotebookAxioo Hype 5 AI
Best Gaming NotebookASUS ROG Zephyrus G14
Best Business NotebookASUS ExpertBook P5
Best Innovation NotebookASUS ExpertBook Ultra
Brand CategoriesBest Telco BrandTelkom
Best Smartphone BrandOPPO
Best Digital Payment ServiceDANA
Best Notebook BrandASUS
Best Smartwatch BrandGarmin

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles