TEKNOBUZZ — Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap kehidupan manusia secara fundamental, mulai dari dunia kerja, dunia pendidikan, hingga pola interaksi keluarga sehari-hari. Di tengah gelombang perubahan ini, muncul tantangan baru bagi para orang tua: bagaimana mendampingi anak-anak agar tumbuh bijak, kritis, dan tetap memiliki empati di era kecerdasan buatan?
Isu krusial ini menjadi salah satu pilar utama dalam perhelatan Technologue Awards 2026 yang diselenggarakan di Jakarta. Menandai satu dekade kiprahnya sejak 1 Juni 2016, media teknologi Technologue.id tidak hanya memberikan apresiasi atas inovasi industri telekomunikasi dan teknologi, melainkan juga menghadirkan ruang edukasi publik melalui talkshow bertajuk “Parenting in AI Era”.
Founder sekaligus Chief Editor Technologue.id, Denny Mahardy, menegaskan bahwa kemajuan AI tidak semestinya dipandang sebagai ancaman yang menakutkan, melainkan alat bantu untuk berkembang bersama secara positif.
“Di era AI saat ini, ketika banyak pekerjaan bisa berubah dan peluang yang selama ini ada bisa hilang, kami berusaha membuat AI membantu kita berkembang mengikuti zaman. Kita ingin berkembang bersama-sama memanfaatkan AI agar tidak ketinggalan, serta membersamai anak-anak kita menggunakan teknologi secara positif,” ujar Denny.
AI Sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Kritisnya Proses Berpikir
Hadirnya chatbot berbasis AI kini semakin dekat dengan aktivitas belajar siswa. Rita Amaliani, Direktur Pendidikan Yayasan Bangun Mandiri, menjelaskan bahwa tantangan terbesar dunia pendidikan dan orang tua saat ini bukan lagi sekadar melarang atau memperbolehkan anak menggunakan AI, melainkan membangun daya kritis anak.
Ms. Rita menekankan bahwa teknologi dapat membantu proses belajar, namun tidak boleh melumpuhkan rasa ingin tahu bawaan, kreativitas, maupun rasa tanggung jawab pribadi anak.
- Peran Guru & Sekolah: Membantu anak memahami bahwa AI adalah alat bantu, bukan mesin pengerja tugas. Anak tetap harus dilatih melakukan observasi, eksperimen, membaca dari berbagai sumber, dan berdiskusi.
- Peran Orang Tua di Rumah: Mengajak anak mengevaluasi kembali jawaban yang diberikan oleh AI, mempertanyakan kebenarannya, dan memverifikasi informasi tersebut secara bersama-sama.
Waspadai Paparan Dini Terhadap Perkembangan Otak dan Empati
Dari sudut pandang medis dan tumbuh kembang anak, pemanfaatan AI dan gawai secara berlebihan menyimpan potensi risiko pada kemampuan interaksi sosial. Founder Klinik Rainbow Castle, dr. Adilla Hikma Zakiati, menyoroti pentingnya menjaga perkembangan prefrontal cortex—bagian otak yang berperan penting dalam pengambilan keputusan, pengendalian diri, pemecahan masalah, serta kemampuan memahami sudut pandang orang lain.
Ketika anak terlalu banyak berinteraksi dengan layar maya dibandingkan manusia nyata, kesempatan mereka untuk membaca ekspresi dan emosi alami menjadi sangat terbatas.
“Dalam kehidupan nyata, anak perlu belajar bahwa ekspresi manusia tidak selalu mudah ditebak. Seseorang bisa tersenyum tetapi sedang sedih, atau diam karena kecewa. Gerakan kecil seperti tatapan mata, perubahan ekspresi, hingga bahasa tubuh memberikan informasi emosional yang nyata. Jika anak terlalu sering menerima realitas maya tanpa pendampingan, dikhawatirkan anak semakin sulit membedakan ekspresi digital dengan ekspresi manusia yang sebenarnya,” jelas dr. Adilla.
Menjaga Kehadiran Orang Tua dan Hubungan Sosial
Head of Communications Reasense, Didit Putra Erlangga, menambahkan bahwa AI memiliki keterbatasan mendasar yang tidak akan pernah bisa menggantikan manusia: empati dan hubungan sosial yang tulus.
Persoalan utama sejatinya bukan terletak pada hadirnya AI di tengah keluarga, melainkan jika penggunaan teknologi tersebut sampai mengurangi porsi interaksi antarmanusia.
Panduan Ringkas Orang Tua dalam Mendampingi Anak:
- Dampingi, Jangan Dilepas: Tempatkan AI sebagai alat bantu belajar bersama, bukan pengasuh digital pengganti orang tua.
- Latih Kemampuan Critical Thinking: Biasakan anak untuk selalu mempertanyakan dan menguji kebenaran informasi dari AI.
- Utamakan Interaksi Tatap Muka: Pastikan anak memiliki porsi interaksi langsung yang cukup dengan keluarga dan teman sebaya guna mengasah kepekaan emosional dan bahasa tubuh.
Daftar Peraih Penghargaan Technologue Awards 2026
Sebagai bentuk apresiasi terhadap ekosistem digital Indonesia, Technologue Awards 2026 juga menganugerahkan penghargaan kepada brand dan produk terbaik tahun ini:
| Kategori | Sub-Kategori / Penghargaan | Pemenang |
|---|---|---|
| Smartphone | Best Camera Smartphone | OPPO Find X9 Ultra |
| Best Gaming Smartphone | POCO X8 Pro | |
| Best Mid-range Smartphone | Redmi Note 15 Pro+ 5G | |
| Best Foldable Smartphone | Samsung Galaxy Z Fold7 | |
| Telco & Connectivity | Best Network Quality | Indosat Ooredoo Hutchison |
| Best 5G Experience | XL Smart | |
| Best Network Coverage | Telkomsel | |
| Best Fiber Services | Biznet | |
| Notebook | Best Affordable Notebook | Axioo Hype 5 |
| Best Value Notebook | Axioo Hype 5 AI | |
| Best Gaming Notebook | ASUS ROG Zephyrus G14 | |
| Best Business Notebook | ASUS ExpertBook P5 | |
| Best Innovation Notebook | ASUS ExpertBook Ultra | |
| Brand Categories | Best Telco Brand | Telkom |
| Best Smartphone Brand | OPPO | |
| Best Digital Payment Service | DANA | |
| Best Notebook Brand | ASUS | |
| Best Smartwatch Brand | Garmin |


