TEKNOBUZZ – Pasar smartphone global kembali menunjukkan pemulihan positif pada 2025. Laporan terbaru dari International Data Corporation (IDC) global tahun 2026, mengungkapkan bahwa industri ini tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Mengutip situs resmi IDC global, pertumbuhan ini tidak hanya didorong oleh peningkatan permintaan, tetapi juga oleh inovasi teknologi yang semakin relevan dengan kebutuhan pengguna. Mulai dari kecerdasan buatan hingga desain perangkat lipat, semuanya berkontribusi pada percepatan siklus upgrade.
Baca juga: IDC: Indonesia Catat Pertumbuhan IoT Tercepat di Asia-Pasifik
Pertumbuhan Pasar Smartphone Global 2025

Pada kuartal ketiga 2025, pengiriman smartphone global, termasuk Indonesia mencapai 325,7 juta unit atau tumbuh 3,5% secara tahunan. Angka ini menunjukkan tren pemulihan yang konsisten setelah periode ketidakpastian ekonomi.
Pertumbuhan ini didorong oleh segmen premium, di mana konsumen semakin tertarik untuk mengganti perangkat lama dengan teknologi terbaru. Kehadiran smartphone berbasis AI dengan harga lebih terjangkau juga memperluas pasar ke segmen menengah.
“Industri smartphone terus menunjukkan tren positif meski menghadapi tekanan ekonomi global. Produsen smartphone kini mampu menggabungkan inovasi produk dengan skema pembiayaan yang mempermudah konsumen melakukan upgrade,” ujar Nabila Popal, Senior Research Director IDC Worldwide, Quarterly Mobile Phone Tracker IDC.
Persaingan Ketat Vendor Smartphone Dunia
Lima besar vendor smartphone dunia masih didominasi oleh pemain lama. Misalnya, Samsung Electronics memimpin dengan pangsa pasar 18,8%. Selanjutnya, diikuti Apple Inc. sebesar 18,2%.
Di posisi berikutnya, Xiaomi, Transsion Holdings, dan vivo menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan, terutama di pasar negara berkembang.
“Apple dan Samsung mencatat kinerja kuat karena inovasi produk premium, sementara smartphone AI yang lebih terjangkau mendorong peningkatan di segmen menengah,” jelas Francisco Jeronimo dari IDC.
Inovasi Produk Dorong Minat UpgradeInovasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan penjualan smartphone. Seri terbaru seperti iPhone 17 dari Apple dan Galaxy Z Fold 7 serta Flip 7 dari Samsung menjadi daya tarik utama di pasar premium.
Perangkat lipat semakin mendapat perhatian, dengan performa penjualan yang melampaui generasi sebelumnya. Selain itu, fitur berbasis AI seperti fotografi pintar juga menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian smartphone oleh konsumen di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Model pembelian baru seperti cicilan ringan dan program trade-in juga membantu konsumen lebih mudah mengganti perangkat. Hal ini menjadikan upgrade smartphone sebagai keputusan yang semakin mudah.
Proyeksi Pasar Smartphone Tahun 2026
IDC mengungkapkan pasar smartphone global, termasuk Indonesia tumbuh 1,5% sepanjang 2025 dengan total pengiriman mencapai 1,25 miliar unit. Apple diperkirakan mencatat rekor baru dengan pertumbuhan 6,1% secara tahunan.
Namun, tantangan diperkirakan muncul pada 2026, terutama akibat keterbatasan komponen dan perubahan siklus produk. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan volume pengiriman meski nilai pasar tetap meningkat.
Proyeksi pasar smartphone global, termasuk Indonesia pada tahun 2026 menunjukkan perlambatan dengan penurunan sekitar 0,9% akibat keterbatasan komponen dan penyesuaian siklus produk. Menurut IDC, kenaikan harga memori diperkirakan mendorong produsen menaikkan harga perangkat, terutama di segmen menengah ke bawah.
Meski volume pengiriman menurun, nilai pasar justru diprediksi meningkat karena harga jual rata-rata (ASP) yang lebih tinggi. Tren ini menandakan pergeseran strategi industri ke perangkat premium dengan margin lebih besar.
“Produsen harus menyesuaikan strategi menghadapi kenaikan harga komponen. Meskipun tantangan ada, pasar tetap berpotensi mencetak nilai tertinggi dengan harga rata-rata perangkat yang meningkat,” ungkap Anthony Scarsella, Research Director Mobile Phones IDC.
Kesimpulan
Pasar smartphone global pada 2025 menunjukkan pemulihan yang solid dengan pertumbuhan yang didorong inovasi dan strategi pemasaran yang adaptif. Segmen premium dan teknologi AI menjadi motor utama pertumbuhan.
Persaingan antar vendor semakin ketat, dengan pemain lama mempertahankan dominasi dan pemain baru memperluas pasar. Kondisi ini menciptakan dinamika yang menarik dalam industri teknologi global.
Kedepannya, tantangan seperti kenaikan biaya produksi dan keterbatasan komponen akan menguji ketahanan industri. Namun, dengan inovasi berkelanjutan, pasar smartphone diprediksi tetap menjadi salah satu sektor teknologi paling dinamis di dunia, termasuk Indonesia.


