11.2 C
New York
Sunday, May 24, 2026

Buy now

Transformasi Digital 2026: Peluang Besar dan Tantangan Nyata

TEKNOBUZZ – Transformasi digital Indonesia pada 2026 dinilai masih memiliki prospek besar oleh Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL). Salah satu indikator utamanya adalah proyeksi nilai ekonomi digital atau Gross Merchandise Value (GMV) yang diperkirakan mencapai sekitar USD 115 miliar. Angka ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara.

Namun, Ketua Bidang Industri dan Kemandirian IoT, AI & Big Data MASTEL (TRIOTA), Teguh Prasetya, menekankan bahwa pertumbuhan pasar harus dibarengi dengan kesiapan industri pendukung.

“Ekonomi digital tumbuh cepat, tetapi fondasi industrinya harus sehat agar transformasi ini berkelanjutan,” ujar Teguh disela acara Indonesia Digital Outlook 2026 bertema “From Policy to Practice: Shaping Indonesia’s Digital Future” yang digelar Teknobuzz dan media partner di Habitate, Setiabudi, Jakarta.

MASTEL melihat agenda transformasi digital yang digerakkan pemerintah perlu dijalankan konsisten di setiap lini. Adopsi teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), masih tinggi dan harus dipercepat agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama.

Tantangan Infrastruktur dan Talenta Digital

Di balik peluang besar, MASTEL menyoroti tantangan serius pada infrastruktur digital, terutama pengembangan data center. Ketersediaan lahan, pasokan listrik, dan air masih menjadi hambatan utama yang berpotensi menahan laju investasi pusat data di Indonesia.

“Prospek data center masih sangat besar, tetapi masalah klasik seperti lahan, listrik, dan air harus segera diselesaikan. Dukungan pemerintah dalam bentuk kemudahan perizinan dan penurunan regulatory cost menjadi kunci daya saing nasional,” jelas Teguh.

Selain infrastruktur fisik, isu talenta digital juga menjadi perhatian. Kesenjangan SDM di bidang AI, IoT, dan big data dinilai menghambat efisiensi industri. Teguh mencontohkan banyak perusahaan telekomunikasi yang belum optimal mengadopsi AI automation, padahal efisiensi seperti yang dilakukan Rakuten sudah terbukti di tingkat global.

Peluang Baru: Lansia, Agritech, dan Telekomunikasi

MASTEL juga melihat peluang besar dari perubahan demografi. Populasi usia di atas 60 tahun yang mencapai sekitar 29 juta jiwa menjadi target potensial industri teknologi, khususnya personal healthcare dan wearable device untuk pemantauan kesehatan.

“Wearable dan solusi healthtech tumbuh pesat karena kebutuhan monitoring kesehatan personal semakin tinggi. Pertumbuhan wearable sudah di atas 15%, seiring meningkatnya kebutuhan smart home seperti smart door dan sistem keamanan,” papar Teguh.

Di sektor lain, agritech diproyeksikan tumbuh sekitar 23% dengan dorongan smart farming dan IoT. Sementara itu, industri telekomunikasi menghadapi tantangan dari Starlink yang menargetkan jutaan terminal di Indonesia. Menurut MASTEL, kunci agar industri tetap kompetitif adalah insentif nyata seperti tarif listrik yang kompetitif, efisiensi layanan publik, dan ruang bernapas bagi industri untuk berinvestasi jangka panjang.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles