21.6 C
New York
Friday, April 17, 2026

Buy now

BMW iX3 Terbaru Hadir dengan Teknologi L2+ Autonomous Driving dari Qualcomm

TEKNOBUZZ – BMW resmi meluncurkan generasi terbaru BMW iX3 yang tidak hanya menonjolkan desain segar dan tenaga listrik penuh, tapi juga memperkenalkan teknologi L2+ autonomous driving hasil kolaborasi dengan raksasa chip global, Qualcomm. Mengutip laman GSMArena/Arenaev, mobil ini menjadi kendaraan pertama yang menggunakan sistem Snapdragon Ride Pilot, sebuah platform canggih yang dikembangkan selama tiga tahun kerja sama intensif antara kedua perusahaan.

BMW iX3 dengan Teknologi Qualcomm
BMW iX3 dengan Teknologi Qualcomm (Sumber: Arenaev)

Teknologi ini bukanlah sistem self-driving penuh, melainkan advanced driver-assistance system (ADAS) yang dirancang untuk menjadi co-pilot pintar bagi pengemudi. Dengan dukungan Snapdragon Ride SoCs, sistem ini menawarkan performa komputasi 20 kali lebih kuat dari generasi sebelumnya. Sehingga mampu menangani berbagai skenario berkendara dari jalan tol hingga lingkungan perkotaan yang kompleks.

Teknologi Qualcomm Snapdragon Ride Pilot
Teknologi Qualcomm Snapdragon Ride Pilot (Sumber: Arenaev)

BMW menyebut pusat kendali teknologi ini sebagai “Superbrain of Automated Driving”. Sistem tersebut memanfaatkan kombinasi kamera resolusi tinggi 8 MP dan 3 MP, ditambah radar canggih yang memberikan pandangan 360 derajat terhadap lingkungan sekitar mobil. Data real-time ini kemudian dipadukan dengan peta HD dan GNSS presisi tinggi untuk menciptakan gambaran akurat posisi kendaraan dan kondisi lalu lintas.

BMW iX3
BMW iX3 (Sumber: Arenaev)

Bagi pengguna, teknologi ini memberikan fitur intuitif seperti contextual lane change, di mana mobil dapat berpindah jalur secara aman hanya dengan sinyal kecil dari pengemudi. Selain itu, tersedia pula active highway assistant untuk berkendara hands-free di jalan tol tertentu, serta sistem parkir berbasis AI yang mampu mendeteksi ruang kosong dan membantu manuver kendaraan.

Baca juga: BMW Indonesia Luncurkan Dua Model Kendaraan Listrik Terbaru

Keamanan tetap menjadi fokus utama. Sistem ini dibangun untuk memenuhi standar Automotive Safety Integrity Level (ASIL) tertinggi dan dilengkapi dengan proteksi siber untuk melindungi ekosistem elektronik mobil. Selain itu, in-cabin monitoring berbasis kamera memastikan pengemudi tetap waspada saat fitur otonom aktif.

Keunggulan lain dari platform ini adalah sifatnya yang terus berkembang melalui cloud-based data flywheel. Data anonim dari armada global akan digunakan untuk melatih AI, kemudian pembaruan akan dikirim secara over-the-air (OTA). Dengan demikian, performa sistem akan meningkat seiring waktu.

Menariknya, Qualcomm tidak membatasi teknologi ini hanya untuk BMW. Snapdragon Ride Pilot kini ditawarkan kepada produsen otomotif lain di seluruh dunia dan telah tervalidasi di 60 negara, dengan target ekspansi ke lebih dari 100 negara pada 2026.

Tak hanya itu, BMW iX3 juga dilengkapi dengan V2X chipset, yang memungkinkan komunikasi antar kendaraan maupun dengan infrastruktur pintar. Teknologi ini membuka peluang bagi mobil untuk “melihat” kondisi jalan bahkan di luar garis pandang, sehingga menambah tingkat keselamatan berkendara di masa depan.

Dengan kombinasi inovasi desain, tenaga listrik, dan teknologi autonomous driving mutakhir, BMW iX3 terbaru menjadi tonggak penting dalam perjalanan menuju mobilitas pintar yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.

Namun, belum ada keterangan resmi dari BMW tentang peluncuran BMW iX3 di negara mana saja, termasuk Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles