13.3 C
New York
Wednesday, November 4, 2026

Buy now

Smartfren Nostalgia Andromax? Kini Gandeng nubia untuk Perluas Pasar Smartphone 5G

TEKNOBUZZ – Ada masa ketika nama Smartfren identik dengan smartphone Andromax. Sebelum teknologi 4G menjadi standar industri seluler, Smartfren harus menghadapi tantangan tersendiri dalam memasarkan layanan berbasis CDMA. Tidak banyak produsen smartphone yang menyediakan perangkat dengan dukungan teknologi tersebut.

Untuk mengatasi keterbatasan itu, Smartfren mengambil langkah strategis dengan menghadirkan perangkat smartphone bermerek Andromax. Salah satu mitra penting dalam pengembangan perangkat tersebut adalah ZTE.

Strategi ini terbukti memberikan dampak signifikan. Andromax sempat menjadi salah satu pemain penting di pasar smartphone Indonesia, bahkan berhasil menembus jajaran lima besar pangsa pasar smartphone nasional.

Namun, perubahan teknologi seluler mengubah peta persaingan. Ketika industri beralih dari CDMA dan GSM menuju ekosistem 4G LTE yang lebih seragam, kebutuhan terhadap smartphone dengan teknologi jaringan khusus semakin berkurang.

Andromax pun perlahan menghilang dari pasar. Smartfren kemudian lebih memusatkan perhatian pada pengembangan layanan telekomunikasi dan konektivitas internet.

Kini, ketika industri memasuki era 5G, Smartfren kembali menunjukkan ketertarikannya untuk memperkuat hubungan antara layanan operator dan perangkat smartphone.

Kali ini, bukan dengan membangun merek perangkat sendiri, melainkan menggandeng nubia, merek smartphone di bawah ZTE.

Strategi Baru Smartfren di Era 5G

Melalui kolaborasi tersebut, nubia dan SMARTFREN tengah menyiapkan penawaran smartphone nubia A77 5G yang dipadukan dengan layanan Unlimited 5G dari Smartfren.

Kolaborasi ini menjadi menarik karena memperlihatkan pendekatan berbeda dibandingkan era Andromax.

Jika dahulu Smartfren menghadirkan perangkat sendiri untuk mengatasi keterbatasan pilihan smartphone berbasis CDMA, kini perusahaan memanfaatkan kemitraan dengan produsen smartphone yang telah memiliki portofolio perangkat 5G.

Pendekatan ini juga memperlihatkan bahwa persaingan operator telekomunikasi tidak lagi semata-mata berkutat pada tarif dan kualitas jaringan. Integrasi antara perangkat, layanan internet, dan pengalaman pengguna semakin menjadi faktor penting untuk menarik konsumen.

Dalam siaran persnya, nubia dan Smartfren menyebut kolaborasi ini bertujuan mendekatkan manfaat teknologi 5G kepada lebih banyak pengguna.

Keduanya ingin mengubah perspektif masyarakat dari sekadar memiliki smartphone 5G menjadi benar-benar merasakan manfaat konektivitas 5G dalam aktivitas sehari-hari.

nubia A77 5G Jadi Perangkat Andalan

Dalam kolaborasi ini, nubia A77 5G menjadi perangkat yang disiapkan untuk menyasar konsumen dengan aktivitas dan mobilitas tinggi.

Smartphone tersebut dibekali sejumlah fitur yang mendukung kebutuhan penggunaan sehari-hari.

Dari sisi layar, nubia A77 5G mengusung refresh rate 120Hz untuk memberikan tampilan yang lebih mulus. Sementara kebutuhan daya ditopang baterai berkapasitas 5.000mAh.

Untuk fotografi, perangkat ini membawa kamera AI 50MP. Nubia juga menyematkan fitur NFC yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai transaksi digital.

Menariknya, nubia A77 5G juga telah memperoleh sertifikasi laboratorium SGS untuk 50 Months Smooth Performance. Sertifikasi ini menjadi salah satu aspek yang ditonjolkan nubia terkait performa perangkat dalam jangka panjang.

Kombinasi spesifikasi tersebut diposisikan untuk mendukung pengguna yang mengandalkan smartphone dalam berbagai aktivitas, mulai dari pekerjaan, komunikasi, navigasi, transaksi digital hingga hiburan.

Bukan Sekadar Menjual Smartphone 5G

Satu hal yang menjadi fokus kolaborasi nubia dan Smartfren adalah layanan Unlimited 5G.

Keduanya tidak hanya ingin menawarkan smartphone yang sudah mendukung jaringan generasi kelima, tetapi juga menghadirkan pengalaman konektivitas yang dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Pendekatan ini cukup relevan mengingat adopsi 5G tidak hanya bergantung pada ketersediaan jaringan dan perangkat yang kompatibel. Pengalaman pengguna juga ditentukan oleh bagaimana layanan tersebut dikemas dan ditawarkan kepada konsumen.

Bagi pekerja dengan mobilitas tinggi, misalnya, koneksi internet menjadi kebutuhan untuk mengakses aplikasi pekerjaan, navigasi, komunikasi hingga berbagai layanan digital.

Demikian pula bagi pengemudi transportasi online yang mengandalkan smartphone untuk menerima pesanan, menentukan rute perjalanan dan berkomunikasi dengan pelanggan.

Melalui bundling smartphone dan layanan Unlimited 5G, Smartfren dan nubia berupaya menghadirkan solusi yang lebih terintegrasi bagi kebutuhan tersebut.

Meski demikian, detail penawaran Unlimited 5G, termasuk harga, ketentuan penggunaan, cakupan layanan dan mekanisme aktivasi, belum diumumkan. Kedua perusahaan menyatakan informasi lebih lanjut akan disampaikan dalam waktu dekat.

Dari Era CDMA Menuju Persaingan Ekosistem 5G

Jika melihat kembali perjalanan Smartfren, kolaborasi dengan nubia membawa semacam nostalgia terhadap strategi Andromax.

Ada benang merah yang menghubungkan kedua langkah tersebut, yakni pentingnya menghadirkan perangkat yang sesuai dengan teknologi jaringan sekaligus kebutuhan pelanggan.

Namun, konteks industrinya sudah jauh berbeda.

Pada era CDMA, Smartfren harus memastikan konsumen memiliki perangkat yang kompatibel dengan jaringan yang digunakannya. Kini, di era 5G, tantangannya lebih pada bagaimana membuat konsumen tertarik untuk menggunakan layanan generasi terbaru melalui kombinasi perangkat dan paket konektivitas yang kompetitif.

Bagi XLSMART, yang menaungi brand Smartfren setelah merger, kolaborasi ini juga membuka peluang untuk memperkuat daya tarik layanan Smartfren melalui kemitraan dengan produsen perangkat.

Pertanyaan berikutnya adalah seberapa kompetitif penawaran yang akan dihadirkan dibandingkan pilihan smartphone 5G dan paket data yang sudah tersedia di pasar.

Apakah strategi bundling ini mampu menciptakan daya tarik baru bagi konsumen? Atau justru menjadi langkah awal Smartfren untuk kembali memperkuat ekosistem perangkat dan layanan seperti yang pernah dilakukan melalui Andromax?

Satu hal yang jelas, Smartfren tampaknya belum meninggalkan pendekatan yang menghubungkan perangkat dan konektivitas. Bedanya, kali ini mereka tidak lagi membangun smartphone sendiri, melainkan menggandeng mitra untuk memasuki persaingan ekosistem 5G.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles