21.2 C
New York
Monday, June 29, 2026

Buy now

PGE Area Kamojang Cetak Rekor Produksi Tiga Tahun Berturut-turut

TEKNOBUZZ – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Kamojang berhasil mencatatkan rekor produksi listrik tertinggi sepanjang masa (all time high) selama tiga tahun berturut-turut.

Berawal dari penemuan potensi energi panas bumi pada tahun 1926 di Kamojang, Jawa Barat, wilayah ini kini telah berkembang menjadi salah satu pusat pengembangan energi hijau nasional. Fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang menorehkan prestasi gemilang sepanjang tahun 2025 dengan memproduksi listrik sebesar 1.806,41 gigawatt hour (GWh). Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 1,23 persen secara year-on-year (YoY) sekaligus menjadi capaian produksi tertinggi di antara seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola oleh PGE.

Saat ini, PGE Area Kamojang mengoperasikan lima unit PLTP dengan total kapasitas terpasang mencapai 235 megawatt (MW). Pasokan energi yang stabil ini mampu menerangi lebih dari 260.000 keluarga setiap harinya, membuktikan bahwa panas bumi adalah sumber energi yang andal dan berkelanjutan.

Fondasi Ketahanan dan Transisi Energi Nasional

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa keberhasilan pencapaian produksi PGE Area Kamojang adalah bukti nyata bagaimana energi terbarukan dapat tumbuh menjadi fondasi ketahanan energi nasional sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Pertamina sendiri telah membangun fondasi energi terbarukan ini melalui operasional komersial PLTP Kamojang sejak tahun 1983.

“Berperan sebagai baseload energi bersih, panas bumi menjadi sumber energi strategis untuk meningkatkan porsi EBT dalam bauran energi nasional. Hal ini merupakan salah satu bagian dari strategi pertumbuhan ganda Pertamina,” ungkap Baron.

Keandalan operasional PLTP Kamojang tidak hanya menyediakan listrik yang stabil, tetapi juga berkontribusi langsung pada agenda transisi energi nasional dengan memangkas emisi karbon hingga 1,22 juta ton CO2 per tahun, serta mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060.

Pjs. General Manager PGE Area Kamojang, Manda Wijaya Kusuma, menambahkan bahwa pengelolaan aset ini selalu mengedepankan aspek keselamatan, keandalan operasional, dan integritas bisnis. Menurutnya, pengembangan energi bersih ini harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Produksi PGE Area Kamojang

Menuju Abad Kedua: Inovasi dan Target Ekspansi Masa Depan

Memasuki abad kedua perjalanan panas bumi di Indonesia, PGE Kamojang terus melakukan transformasi dan inovasi untuk menjaga keberlanjutan energi bagi generasi mendatang. Beberapa langkah strategis dan dampak nyata yang tengah berjalan meliputi:

  • Pemanfaatan Low-Pressure Steam: PGE tengah mengembangkan inovasi pemanfaatan uap dari sumur-sumur bertekanan rendah yang ditargetkan mampu menghasilkan tambahan kapasitas sebesar 5 MW pada tahun 2028 tanpa perlu pembukaan lahan maupun pengeboran sumur baru.
  • Target Ekspansi Terpasang: Sebagai bagian dari strategi penguatan kapasitas, PGE menargetkan peningkatan kapasitas terpasang total hingga mencapai 1 gigawatt (GW) pada tahun 2028, 1,8 GW pada tahun 2033, serta visi jangka panjang sebesar 3 GW.
  • Dampak Sosial-Ekonomi Lokal: Manfaat panas bumi di Kamojang juga menyentuh sektor non-kelistrikan melalui pertanian kopi. Melalui pemanfaatan langsung (direct use) energi panas bumi, PGE menghadirkan inovasi Geothermal Dry House yang membantu mempercepat proses pengeringan kopi lokal.

Dengan rekor baru dan peta jalan inovasi yang matang, PGE Area Kamojang terus membuktikan bahwa panas bumi bukan sekadar bagian dari sejarah energi nasional, melainkan fondasi utama bagi masa depan energi bersih Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles