20.5 C
New York
Friday, May 29, 2026

Buy now

ASUS Integrasikan Arsitektur AI Hybrid di Seluruh Perangkat Komersial

TEKNOBUZZ – ASUS secara resmi mengumumkan integrasi arsitektur Artificial Intelligence (AI) hybrid di seluruh lini perangkat komersial terbarunya. Langkah strategis ini mencakup jajaran laptop ASUS ExpertBook, desktop ASUS ExpertCenter, hingga PC mini ASUS NUC. Teknologi baru yang dirancang untuk penerapan di tempat (on-premises) ini bertujuan membantu sektor korporasi menyeimbangkan antara performa komputasi dan efisiensi biaya dalam mengadopsi aplikasi AI generatif.

Seiring dengan masifnya adopsi Model Bahasa Besar (LLM) dan aplikasi berbasis agen AI di dunia bisnis, biaya operasional terkait inferensi token terus melonjak. Ketergantungan penuh pada sistem komputasi awan (cloud murni) dinilai memicu pembengkakan biaya yang tidak dapat diprediksi sekaligus menghadirkan tantangan operasional yang kompleks. Hambatan inilah yang mendasari ASUS untuk menghadirkan solusi arsitektur AI hybrid.

Solusi Cerdas Distribusi Beban Kerja

Arsitektur AI hybrid besutan ASUS bekerja secara dinamis dengan mendistribusikan beban kerja antara perangkat lokal (on-device) dan jaringan cloud. Melalui sistem ini, sebagian besar tugas AI akan diselesaikan secara lokal di perangkat komersial pengguna, sementara pencadangan ke cloud hanya dilakukan saat menangani beban kerja yang jauh lebih rumit.

“Menyeimbangkan performa dan biaya telah menjadi tantangan penting seiring peningkatan skala adopsi AI di perusahaan,” ujar Bryan Chang, General Manager of Commercial PC Business Unit ASUS.

Ia menambahkan bahwa perluasan kemampuan ini pada laptop, desktop, dan PC mini menegaskan komitmen ASUS untuk mengubah PC AI dari sekadar perangkat yang berdiri sendiri menjadi solusi dunia nyata yang terukur bagi perusahaan.

Gandeng Phison untuk Atasi Keterbatasan Memori

Secara teknis, inovasi ini mengintegrasikan teknologi ekstensi memori aiDAPTIV dari Phison. Kolaborasi teknologi ini memungkinkan perangkat keras dengan spesifikasi terbatas untuk menjalankan model bahasa berskala menengah hingga besar secara lokal. Masalah keterbatasan memori tradisional yang selama ini mengharuskan perusahaan berinvestasi pada infrastruktur kelas atas kini dapat teratasi menggunakan platform PC komersial standar.

Berdasarkan pengujian eksternal menggunakan sistem benchmarking PinchBench pada agen pengkodean OpenClaw, pendekatan inferensi hybrid ini terbukti mampu memangkas biaya inferensi model skala besar (seperti 26B dan 35B) hingga 70% dengan performa yang tetap terjaga.

CEO Phison, K.S. Pua, menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi validasi konkret bagaimana teknologi aiDAPTIVâ„¢ dan inferensi hybrid mampu menekan total biaya komputasi secara signifikan. “Kami memberikan solusi yang terukur dan hemat biaya untuk adopsi AI di perusahaan,” ungkapnya.

Aplikasi Praktis dan Efisiensi Privasi Data

Dengan ekspansi arsitektur AI hybrid ini, ASUS mendukung berbagai kasus penggunaan fungsional di lingkungan kerja, antara lain:

  • Penerjemahan multibahasa dan penyusunan email bisnis.
  • Pembuatan ringkasan catatan rapat serta analisis dokumen hukum/kontrak yang panjang.
  • Pengelolaan layanan pelanggan otomatis (FAQ response) dan integrasi catatan CRM penjualan.
  • Fitur asisten AI di dalam perangkat, analisis log, serta dukungan pemecahan masalah teknis (troubleshooting).

Selain menekan konsumsi token cloud, pemrosesan data secara lokal ini secara otomatis meningkatkan privasi data internal perusahaan serta mempercepat waktu respons aplikasi.

Tren Positif Pasar Komersial ASUS

Inovasi ini memperkuat posisi ASUS di sektor B2B Indonesia. Di saat industri PC komersial global sempat menghadapi tren pertumbuhan negatif, ASUS Indonesia justru mencatatkan performa impresif dengan pertumbuhan sebesar 117% secara Year on Year (YoY) pada segmen commercial di tahun 2025, yang memposisikannya kian dekat dengan dua pemain utama industri B2B di tanah air.

Melalui integrasi perangkat keras, perangkat lunak, dan kemitraan ekosistem yang solid, ASUS optimistis dapat terus menyediakan infrastruktur AI yang seimbang guna mendukung transformasi digital jangka panjang pelaku usaha.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles