10.8 C
New York
Friday, May 15, 2026

Buy now

VIDA Gelar Pameran Faces of Fraud, Edukasi untuk Berantas Penipuan Digital Berbasis AI

TEKNOBUZZ – VIDA, perusahaan identitas digital dan fraud prevention, menghadirkan pameran narasi bertajuk “Faces of Fraud”. Melalui inisiatif ini, lima wajah di balik kisah penipuan digital dengan berani membagikan cerita mereka sebagai bagian dari gerakan edukasi publik dan upaya bersama memberantas penipuan digital.

Mereka berharap pengalaman yang dialami dapat berhenti pada diri mereka dan tidak terulang pada lebih banyak masyarakat. Dengan membuka ruang percakapan secara lebih jujur dan manusiawi, Faces of Fraud turut meningkatkan kesadaran publik terhadap modus penipuan yang kian canggih, mulai dari manipulasi psikologis (social engineering) hingga pengambilalihan akun.

Seperti diketahui, di balik angka kerugian penipuan digital yang mencapai Rp9 triliun dengan lebih dari 411.000 laporan sepanjang November 2024 hingga akhir 2025, tersimpan dampak yang jauh lebih besar dari sekadar kehilangan materi. Rasa aman memudar, reputasi hancur, hingga harapan hidup ikut runtuh.

“Setiap wajah dalam Faces of Fraud mewakili seseorang yang pernah menaruh kepercayaan pada sistem keamanan identitas, namun gagal terlindungi dari celah yang ada. Melalui gerakan ini, kami ingin membuka mata publik bahwa dampak penipuan digital tidak hanya meninggalkan kerugian finansial, tetapi juga luka emosional, hilangnya rasa aman, dan dampak yang membekas dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA.

Faces of Fraud menampilkan kisah dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga hingga pekerja profesional, yang menjadi bukti bahwa siapa pun bisa menjadi sasaran penipuan digital.

VIDA menyadari bahwa memerangi penipuan digital yang terus berevolusi tidak bisa dilakukan sendirian. Kisah-kisah yang dihadirkan dalam Faces of Fraud menjadi pengingat bahwa di balik setiap kasus terdapat dampak nyata terhadap kehidupan seseorang. Berangkat dari hal tersebut, VIDA hadir tidak hanya sebagai penyedia teknologi, tetapi juga sebagai mitra bagi masyarakat, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman dan tepercaya.

Whitepaper VIDA bertajuk SEA Digital Identity Fraud Outlook mengungkapkan bahwa fraud modern kini berkembang semakin terorganisasi dengan menggabungkan berbagai metode serangan dalam satu rangkaian yang terencana. Selama kesadaran publik masih rendah dan ekosistem belum bergerak secara kolektif, korban akan terus bertambah. Karena itu dibutuhkan sinergi nyata: regulasi yang kuat, komitmen pelaku usaha untuk mengadopsi perlindungan berlapis, dan masyarakat yang semakin kritis terhadap setiap interaksi digital mereka.

“Kami tidak ingin korban terus bertambah. Faces of Fraud adalah cara kami berkata: kita semua punya peran dalam memutus rantai ini,” tutup Niki.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles