9.3 C
New York
Thursday, April 23, 2026

Buy now

Qualcomm Pertimbangkan Samsung untuk Produksi Snapdragon 8 Elite Gen 6

TEKNOBUZZ – Qualcomm dikabarkan tengah mempertimbangkan Samsung sebagai mitra manufaktur untuk chipset flagship terbarunya, Snapdragon 8 Elite Gen 6. Kabar ini mencuat setelah CEO Qualcomm, Cristiano Amon, terlihat mengunjungi Korea Selatan dan bertemu dengan para eksekutif Samsung.

Mengutip GSMArena, pertemuan tersebut disebut berfokus pada pembahasan teknologi fabrikasi 2nm yang akan digunakan untuk memproduksi chipset generasi berikutnya. Diskusi ini juga mencerminkan upaya Qualcomm untuk mendiversifikasi rantai pasokan produksi chip agar tidak hanya bergantung pada satu mitra manufaktur saja.

Sebelumnya, pada ajang CES 2026, Amon juga sempat mengungkap bahwa Qualcomm tengah menjalin komunikasi dengan Samsung terkait potensi kerja sama ini. Jika kesepakatan tercapai, langkah ini akan menandai kembalinya Qualcomm ke Samsung sebagai mitra produksi chipset setelah terakhir bekerja sama pada 2022.

Baca juga: Qualcomm Akan Gandeng Samsung untuk Produksi Chip 2nm

Sejak saat itu, Qualcomm lebih banyak mengandalkan TSMC karena dinilai memiliki performa produksi yang lebih stabil. Namun, biaya produksi di TSMC yang terus meningkat belakangan ini menjadi salah satu faktor yang mendorong Qualcomm mencari alternatif lain.

Di sisi lain, Samsung dilaporkan telah memperbaiki berbagai masalah yang sebelumnya menjadi kendala, seperti rendahnya yield produksi dan isu overheating. Perbaikan ini membuat Samsung kembali dilirik sebagai mitra potensial untuk memproduksi chipset kelas flagship berbasis proses 2nm.

Selain itu, Snapdragon 8 Elite Gen 6 sendiri diprediksi akan membawa peningkatan signifikan dari sisi performa dan efisiensi daya. Beberapa bocoran menyebut chipset ini akan menggunakan arsitektur CPU baru serta dukungan GPU yang lebih kuat untuk kebutuhan gaming dan AI modern.

Meski begitu, laporan lain juga menyebutkan bahwa Qualcomm masih mempertimbangkan TSMC sebagai opsi utama untuk produksi chipset 2nm tersebut. Artinya, keputusan final terkait mitra manufaktur masih belum sepenuhnya ditentukan dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Qualcomm maupun Samsung terkait kerja sama tersebut.

Namun, dinamika ini menunjukkan persaingan industri semikonduktor semakin ketat, terutama dalam pengembangan teknologi 2nm yang akan menjadi kunci performa perangkat flagship di masa depan.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles