9.2 C
New York
Sunday, April 19, 2026

Buy now

Lonjakan Investasi AI Ubah Strategi Ritel Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

TEKNOBUZZ – Lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) menandai fase baru industri ritel menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H (2026). Studi global bersama National Retail Federation (NRF) mengungkapkan, meski 72% konsumen masih berbelanja di toko fisik, sebanyak 45% kini memanfaatkan AI untuk mendukung perjalanan belanja mereka.

Teknologi AI digunakan untuk riset produk (41%), menafsirkan ulasan (33%), hingga mencari promosi terbaik (31%). Temuan ini menunjukkan perubahan ekspektasi konsumen yang kini memadukan pengalaman belanja offline dan digital secara terintegrasi.

Selain itu, 35% responden masih menginginkan toko yang menarik secara visual dan proses tanpa antrean. Namun, kebutuhan terhadap solusi digital berbasis AI kian menguat. Sekitar sepertiga konsumen mencari super app terintegrasi, 30% mengharapkan ekosistem rumah pintar dengan personal shopper berbasis AI dan pengiriman otonom, serta 29% ingin proses belanja lebih mudah lewat platform sosial.

Baca juga: Gandeng The Recording Academy, IBM Hadirkan GRAMMY IQ

Tren ini relevan bagi Indonesia sebagai pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara. Data International Trade Administration mencatat Indonesia menyumbang lebih dari 52% total volume bisnis online ASEAN, dengan nilai pasar USD 52,93 miliar pada 2023 dan diproyeksikan mencapai USD 86,81 miliar pada 2028.

“Industri ritel Indonesia telah memasuki fase transformatif yang penting. AI tidak lagi sekadar meningkatkan efisiensi, melainkan menjadi fondasi untuk membangun koneksi yang lebih mendalam, aman, dan cerdas, dengan konsumen yang semakin digital dan ingin selalu terhubung. Pelaku ritel yang mengintegrasikan AI ke dalam strategi data dan pengalaman pelanggan akan menentukan era pertumbuhan berikutnya,” ujar Juvanus Tjandra, Managing Director IBM Indonesia.

Sektor perdagangan, termasuk ritel, berkontribusi sekitar 12,96% terhadap PDB Indonesia. Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa dan dominasi konsumen muda yang adaptif terhadap teknologi, peluang pertumbuhan ritel semakin terbuka.

Agar tetap unggul, brand perlu mendesain ulang perjalanan pelanggan berbasis momen keputusan berbantuan AI, memperkuat kesiapan data lintas kanal, serta berinvestasi pada kapabilitas dan kemitraan AI. 

Studi tersebut menegaskan, kunci keberhasilan bukan sekadar mengadopsi AI, tetapi mengintegrasikannya secara strategis tanpa menghilangkan kedekatan budaya dan hubungan personal yang menjadi kekuatan ritel di Indonesia. Dengan begitu, momentum hari raya pun menjadi titik awal babak baru inovasi ritel nasional berbasis AI.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles