23.6 C
New York
Saturday, April 18, 2026

Buy now

Optimisme Pasar Data Center Indonesia Didorong Moratorium Regional dan Permintaan AI


TEKNOBUZZ – Pasar data center di Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan signifikan pada tahun 2026, didorong oleh kebijakan moratorium di negara tetangga dan melonjaknya permintaan dari pemain internasional, terutama untuk layanan hyperscale dan dukungan aplikasi Artificial Intelligence (AI).

Optimisme ini disampaikan oleh Yudie Haryanto, Direktur Sales dan Marketing Indonet, perusahaan penyedia infrastruktur digital, yang melihat pasar data center domestik masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar.

Menurutnya, pertumbuhan pasar data center di Indonesia mendapatkan keuntungan dari situasi regional. Beberapa negara, seperti Singapura, telah memberlakukan moratorium pembangunan data center baru karena isu keterbatasan daya listrik (power).

Sementara itu, wilayah seperti Johor Bahru, Malaysia, masih belum sepenuhnya mendukung penuh pembangunan data center baru dari sisi regulasi pemerintahannya.

​Situasi ini membuat pemain-pemain besar internasional—khususnya hyperscaler—mengalihkan fokus ekspansi mereka ke Indonesia.
​”Pemain-pemain internasional, terutama untuk hyperscale, larinya ke Indonesia. Sekarang ini, kebutuhan terbesar sebenarnya dari pemain-pemain internasional,” ujar Yudie

Saat ini, lokasi utama yang menjadi pusat pertumbuhan data center di Indonesia adalah Batam, Jakarta, dan area sekitarnya (Jabodetabek).
​Permintaan yang tinggi, terutama yang dipicu oleh layanan AI, mendorong kebutuhan akan kapasitas data center yang lebih besar.

Layanan AI ini tidak hanya ditujukan untuk pasar domestik Indonesia, tetapi juga untuk melayani kawasan regional, terutama Asia Pasifik.

​Indonet menyoroti bahwa kapasitas data center Indonesia saat ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang besar. Perhitungan kapasitas ideal berdasarkan jumlah penduduk saat ini menunjukkan bahwa Indonesia masih berada jauh di bawah angka yang seharusnya.

​”Indonesia ini masih paling rendah untuk hitungan dari mereka [analis] bahwa dengan jumlah penduduk yang sekian, itu kapasitas data center yang kita punya itu harusnya sekian. Nah, ini kita masih belum memenuhi, setengahnya saja masih belum ada,” tambahnya.

​Strategi Ekspansi Indonet

​Untuk memanfaatkan momentum ini, Indonet telah menyiapkan strategi komprehensif. Indonet menilai posisinya strategis karena memiliki konektivitas yang kuat, yang sangat dibutuhkan oleh data center hyperscale agar dapat beroperasi optimal. Data center membutuhkan konektivitas tinggi untuk menunjang performa.

“Saat ini, koneksi antar data center menjadi aspek yang sangat kritikal dan menuntut tingkat high-availability yang tinggi. Seiring dengan growth traffic yang terus meningkat antar data center, dibutuhkan jaringan yang andal dan siap menjawab kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, Indonet melakukan ekspansi jaringan untuk memastikan konektivitas antar data center dapat berjalan dengan stabilitas tinggi dan performa terbaik,” ujar Agus Ariyanto, Direktur Operasional Indonet.

​Indonet juga sedang aktif memperluas layanan jaringan kabel retail, yang dimulai dari proyek percontohan di Kota Baru Parahyangan. Pada Kuartal I 2026, perusahaan berencana memasuki pasar SME (Small-Medium Enterprise), yang meliputi ruko, single building, dan multi-dwelling, untuk memperluas jangkauan layanan mereka.

Ekspansi ini memperkuat infrastruktur konektivitas yang menjadi kebutuhan vital bagi pertumbuhan ekosistem digital dan AI di Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles