TEKNOBUZZ – realme lahir dari impian besar Sky Li, seorang pemimpin visioner yang tumbuh di Leshan, Provinsi Sichuan, China.
“Segala hal yang saya lakukan, saya berusaha memberikan yang terbaik. Sejak awal, realme ditujukan untuk anak muda yang menginginkan perangkat berkualitas tanpa harus menguras kantong,” ujar CEO realme, Sky Li dalam wawancara dengan Bloomberg.
Setelah menduduki posisi penting di OPPO dan sukses memimpin ekspansi internasionalnya, Sky Li memutuskan untuk mendirikan realme secara independen pada 28 Agustus 2018. Hanya seminggu kemudian, realme 2 diluncurkan secara global dan berhasil menjual 200.000 unit dalam lima menit melalui Flipkart.
Berani Bermimpi Besar dan Bergerak Cepat
“realme bukan hanya sekedar brand smartphone. Ini adalah representasi dari semangat muda yang berani melompat lebih jauh,” beber Li.
Meski Li menilai pasar smartphone itu berdarah-darah, namun, hal tersebut tidak menghalangi tekadnya untuk menjawab kebutuhan pengguna muda yang kecewa dengan pilihan yang ada yaitu desain menarik atau performa maksimal.
Mengutip laman Bloomberg, strategi realme sejak awal fokus pada penjualan online dan nilai lebih dengan harga terjangkau. Hasilnya? realme menjadi salah satu merek smartphone terlaris di India pada 2018, dan mencatat pertumbuhan penjualan 157% pada kuartal pertama 2020, meskipun pandemi melanda. Selain itu, realme memegang teguh prinsip mendengar suara konsumen.
“Membaca komentar online selama satu jam setiap hari sudah menjadi kebiasaan tim produk kami. Umpan balik pelanggan menjadi landasan dalam setiap pembaruan dan peluncuran produk baru,” jelas Li.
Baca juga: Sky Li Beberkan Strategi realme di Tahun 2025
Budaya Perusahaan yang Mendorong Inovasi
Di balik kesuksesan realme ada budaya perusahaan yang bebas hierarki. Sky Li bahkan melarang penggunaan panggilan “zong” (bos) di kantor. “Anak muda itu penuh rasa ingin tahu dan semangat. Saya percaya penuh pada mereka dan membiarkan mereka ambil keputusan akhir,” ungkapnya.
Josef, salah satu anggota awal tim realme, berkata, “Kami selalu diberi sumber daya terbaik untuk menciptakan hasil terbaik. Setiap pencapaian adalah motivasi untuk terus maju,” ucap Josef.
Perluas Ekosistem dengan Produk AIoT
Tidak berhenti pada smartphone, realme terus membangun ekosistem AIoT dengan lebih dari 50 produk yang ditargetkan diluncurkan hingga akhir 2020. Dari TV pintar, TWS, hingga sikat gigi elektrik, semua dirancang untuk memenuhi gaya hidup digital anak muda di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
“Saya mewujudkan mimpi saya melalui realme. Bukan sekadar menjadi pengusaha, tapi hidup setiap hari dengan semangat dan tantangan baru,” papar Li.
Kini, misi Li adalah menjadikan realme sebagai merek teknologi gaya hidup global yang paling dicintai generasi muda di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
“Dengan semangat “Dare to Leap”, realme terus melompat lebih jauh. Bagi realme, langit bukanlah batas, tapi baru permulaan,” tutup Li.


