TEKNOBUZZ – Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, dunia jurnalistik di Indonesia mengalami transformasi signifikan dengan kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI). AI menawarkan solusi untuk mengoptimalkan proses produksi berita, meningkatkan efisiensi, serta mendorong kreativitas jurnalis. Melalui otomatisasi dan analisis data mendalam, AI memungkinkan media menemukan tren yang relevan serta menyaring informasi dengan lebih akurat.
Namun, di balik keunggulan AI, terdapat kekhawatiran terkait ketergantungan jurnalis pada teknologi ini. Dengan kemampuannya yang canggih, AI dapat membantu dalam mencari referensi topik, menyusun artikel, bahkan menyaring berita palsu. Meskipun begitu, terlalu bergantung pada AI berisiko mengurangi kemampuan jurnalis untuk berpikir kritis dan menggali informasi secara mendalam melalui interaksi langsung dengan narasumber.
AI memang sangat membantu dalam pengelolaan data dan proses penulisan, tapi ia tidak bisa menggantikan keterampilan manusia dalam menjalin komunikasi efektif dan mengembangkan empati saat mewawancarai narasumber.
“AI itu dibuat dan dikembangkan oleh manusia. Jadi kalau tanpa manusia, AI tidak bisa bekerja. Pastinya memerlukan bantuan manusia untuk terus mengembangkan teknologi AI, serta mencegah penyalahgunaan AI. Perlu peran serta developer dan pemerintah untuk mengurangi penyalahgunaan AI,” ujar CEO Glair, William Lim disela acara Selular Business Forum (SBF) di Jakarta, Senin (9/9/2024).
Pada akhirnya, AI dapat berperan sebagai alat pendukung yang meningkatkan kualitas jurnalisme, asalkan digunakan dengan bijak. Keputusan akhir tetap berada di tangan jurnalis manusia yang memiliki intuisi, keterampilan sosial, dan wawasan yang tidak dapat direplikasi oleh teknologi. Kombinasi antara kecanggihan AI dan keahlian manusia inilah yang akan menjaga kualitas informasi yang disajikan kepada publik.
Baca juga: Teknologi AI dapat Mendeteksi dan Mencegah Serangan Siber
“Kehadiran AI tidak akan menggantikan peranan manusia di beberapa sektor industri seperti media, kesehatan, pendidikan dan lainnya. Justru membantu para pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Jika AI digunakan dengan tepat, maka hasilnya baik,” papar Deputy EVP Digital Technology and Plattorm Business, Telkom Indonesia, Ari Kurniawan di tempat yang sama.
Menurut Ari, AI juga akan menciptakan jenis pekerjaan baru di Indonesia.


