13.9 C
New York
Sunday, May 10, 2026

Buy now

Deepfake Jadi Alat Favorit Penipuan di Industri Keuangan

TEKNOBUZZ – Kemajuan Artificial Intelligence (AI) membawa banyak manfaat bagi industri keuangan, namun di balik itu ada ancaman serius yaitu deepfake. Deepfake kini menjadi alat favorit bagi penipu untuk menyusup ke sistem perbankan dan menipu pengguna melalui manipulasi audio, foto, dan video yang terlihat sangat realistis.

Ancaman ini tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tapi juga berdampak buruk pada kepercayaan konsumen terhadap layanan keuangan dan perbankan digital. Kehadiran deepfake membuat verifikasi identitas dan proses transaksi semakin rentan terhadap penyamaran dan manipulasi.

Penggunaan deepfake dalam penipuan seperti penyamaran eksekutif perusahaan atau memalsukan video call, tidak hanya mengakibatkan hilangnya uang, tapi juga menimbulkan ketidakpercayaan konsumen terhadap sistem keamanan digital.

Selain kerugian finansial langsung, ancaman deepfake bisa menghambat adopsi teknologi keuangan yang lebih maju, seperti perbankan dan pembayaran digital. Konsumen yang merasa tidak aman akan semakin ragu untuk memanfaatkan layanan ini, yang pada akhirnya merusak reputasi dan menghambat pertumbuhan industri perbankan.

Baca juga: AI dalam Dunia Jurnalistik, “Bantuan atau Ancaman”?

Untuk itu, sejumlah layanan keuangan digital dan perbankan telah menggunakan teknologi untuk mengatasi deepfake tersebut, salah satunya Bank DKI.

“Di bank DKI sendiri sudah menggunakan teknologi AI di beberapa sektor, termasuk untuk mencegah deepfake. Kami punya teknologi Biometric untuk mencegah deepfake. Teknologi ini dapat mengidentifikasi dan memverifikasi identitas nasabah berdasarkan karakter fisik atau segala perilaku mereka,” jelas M. Surandar Pohan, Pimpinan Divisi IT Digital Platform E-channel Development Bank DKI disela acara Selular Business Forum (SBF) di Jakarta, Senin (9/9/2024).

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles