TEKNOBUZZ – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dunia industri tidak lagi sekadar menjadi tren (hype), melainkan telah menjadi kebutuhan strategis untuk memberikan dampak nyata bagi bisnis dan efisiensi operasional. Hal ini ditegaskan oleh perusahaan teknologi finansial DANA dalam sesi panggung AI@Work Lab pada ajang IdeaFest 2026 di JICC, Senayan, Jakarta.
Melalui sesi bertajuk “The AI Adoption Trap: Moving Beyond Hype to Real Business Value”, DANA membagikan pandangan serta pengalamannya dalam mengintegrasikan AI untuk mendorong pertumbuhan bisnis sekaligus mentransformasi peran talenta teknologi.
Bukan Sekadar Efisiensi, AI Tingkatkan Produktivitas hingga 57%
Implementasi AI dalam lanskap bisnis modern terbukti memberikan lompatan performa yang signifikan. DANA mencatat bahwa pemanfaatan agentic AI pada berbagai lini operasional berhasil meningkatkan produktivitas perusahaan hingga 57% sepanjang tahun lalu. Selain itu, tingkat kepuasan pelanggan naik sebesar 13%, disertai percepatan penyelesaian layanan sebesar 10%.
CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, menyampaikan bahwa fokus utama perusahaan dalam mengadopsi teknologi bukan lagi terletak pada seberapa cepat adopsi dilakukan, melainkan masalah konkret apa yang dapat diselesaikan serta dampak nyata yang bisa dirasakan oleh pengguna.
Integrasi AI juga terasa kuat di ranah pengkodean (coding) dan pengembangan perangkat lunak. Saat ini, sekitar 80% hingga 90% kode di DANA dihasilkan dengan bantuan AI. Langkah ini mempercepat proses pengembanan solusi digital tanpa mengesampingkan faktor keamanan dan mitigasi risiko.
Transformasi Peran Talenta: Kontrol Manusia Tetap Pegang Kendali
Kemudahan yang ditawarkan oleh AI tidak lantas mengikis peran penting tenaga kerja manusia. Justru, kehadiran AI mengubah kualifikasi serta pergeseran peran talenta digital di industri.
Chief Technology Officer (CTO) DANA Indonesia, Norman Sasono, menjelaskan bahwa ketika pembuatan kode semakin mudah dan terotomatisasi, keahlian utama talenta teknologi bergeser ke arah pemikiran kritis, pemahaman konteks bisnis, serta pengambilan keputusan strategis. Kontrol manusia dinilai tetap krusial dalam mengawal akuntabilitas, manajemen risiko, serta arah etika teknologi.
Kesiapan Budaya Organisasi dan Tata Kelola Bertanggung Jawab
Untuk menghindari jebakan adopsi AI (AI adoption trap), DANA menekankan pentingnya kesiapan budaya organisasi. Perusahaan perlu membuka ruang eksperimen bagi karyawan untuk menguji teknologi baru, namun tetap dipagari oleh tata kelola yang jelas, parameter keberhasilan yang terukur, serta etika yang bertanggung jawab.
Melalui adopsi AI yang terarah, efisiensi operasional bisnis dapat berjalan berdampingan dengan peningkatan kualitas talenta, sehingga mampu menciptakan nilai tambah berkesinambungan bagi ekosistem digital Indonesia.


