27.1 C
New York
Monday, August 3, 2026

Buy now

Akselerasi Transformasi TLKM 30 Mendorong Pertumbuhan Telkom di Semester I 2026

TEKNOBUZZ – Telkom menutup semester pertama tahun 2026 dengan pencapaian kinerja keuangan dan operasional yang solid. Keberhasilan ini didorong oleh eksekusi strategi transformasi TLKM 30 serta pemulihan di segmen bisnis mobile dan penguatan infrastruktur digital.

Sepanjang paruh pertama 2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% secara Year-on-Year (YoY). Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Perseroan naik 3,8% YoY menjadi Rp37,5 triliun dengan EBITDA margin yang terjaga di level 49,4%.

Dari sisi profitabilitas, laba bersih Telkom tercatat sebesar Rp10,6 triliun (tumbuh 1,4% YoY). Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi (normalized net profit) mengalami pertumbuhan lebih tinggi, yaitu 6,2% YoY mencapai Rp11,3 triliun dengan margin sebesar 14,9%. Ketahanan operasional perusahaan juga diperkuat oleh arus kas operasional yang tumbuh 7,0% YoY mencapai Rp34,9 triliun.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil nyata dari komitmen perseroan dalam mengakselerasi transformasi digital. “Pencapaian tersebut semakin memperkuat optimisme kami untuk terus mempercepat transformasi sekaligus memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital Indonesia,” ujar Dian.

Penguatan Lini B2B Infrastructure & Bisnis Internasional

Pertumbuhan signifikan tercatat pada segmen B2B Infrastructure yang melesat 19,0% YoY menjadi Rp33,1 triliun, dengan pendapatan eksternal mencapai Rp4,7 triliun (naik 4,9% YoY). Anak perusahaan Telkom di bidang menara telekomunikasi, Mitratel, menyumbang pendapatan Rp4,7 triliun (tumbuh 2,1% YoY) seiring peningkatan jumlah tenant menjadi 63.866 yang mendorong tenancy ratio ke level 1,57x.

Di bisnis data center, Telkom terus memposisikan NeutraDC sebagai pengelola terpusat seluruh aset data center TelkomGroup guna mengoptimalkan monetisasi aset. Sementara pada segmen bisnis internasional, pendapatan tercatat sebesar Rp5,7 triliun. Peralihan portofolio ke layanan konektivitas dan solusi digital ber-margin tinggi, didukung tingginya permintaan kapasitas kabel laut internasional untuk adopsi teknologi AI, menjadi motor pendorong kinerja segmen ini.

Kemajuan Transformasi Empat Pilar

Telkom mencatatkan kemajuan strategis pada empat pilar transformasi TLKM 30:

  1. Operational & Service Excellence: Efisiensi OPEX, disiplin CAPEX (merealisasikan belanja modal Rp10,8 triliun dengan >96% berfokus pada segmen prioritas B2C, B2B Infrastructure, dan International), serta implementasi Early Retirement Program (ERP) untuk perampingan organisasi.
  2. Streamlining: Penuntasan streamlining terhadap 10 entitas anak melalui skema divestasi, merger, dan likuidasi untuk memfokuskan pada bisnis inti.
  3. Unlock Value: Persiapan pengalihan aset InfraNexia Tahap 2 yang berjalan sesuai rencana untuk tuntas di semester kedua 2026.
  4. Modus-operandi Shift: Penguatan peran Strategic Hold-Co dalam mengelola portofolio di empat segmen bisnis utama.

“Telkom sebagai bagian dari Danantara Indonesia akan terus mengakselerasi transformasi dan memperkuat investasi pada kapabilitas digital guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Dian Siswarini.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles