9.1 C
New York
Thursday, April 30, 2026

Buy now

Komdigi Imbau Netizen Stop Sebarkan Video Kecelakaan KRL

TEKNOBUZZ – Duka kembali melanda Negeri ini, Pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.50-21.00 WIB terjadi kecelakaan KRL Bekasi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur. Insiden ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL Commuter Line, didahului oleh kecelakaan KRL sebelumnya dengan taksi Green SM di perlintasan sebidang.

Kecelakaan tersebut banyak merenggut korban jiwa dan korban luka. Peristiwa naas tersebut langsung viral di media sosial dengan sejumlah video yang beredar.

Untuk itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid dalam keterangan resminya, seperti dikutip situs resmi Komdigi, menegaskan pentingnya kesadaran publik dalam menghentikan penyebaran video kecelakaan antara KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/04/2026).

Dalam pernyataannya di Kantor Kemkomdigi, ia menekankan bahwa ruang digital harus dijaga dari konten yang berpotensi melukai korban dan keluarga.

“Kita sedang berhadapan dengan musibah yang sangat menyesakkan. Saya minta tidak ada yang memanfaatkan, apalagi menyebarkan konten yang justru melukai korban dan keluarganya,” ujar Meutya, di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa (28/04/2026).

Baca juga: Komdigi: 5G dan AI jadi Infrastruktur Kritis Nasional

Dari sudut pandang digital, fenomena viralnya video kecelakaan ini memperlihatkan tantangan besar dalam pengelolaan konten di era media sosial.

Menurut Meutya, tidak semua peristiwa layak disebarluaskan ke publik, meskipun memiliki nilai informasi. Ia menyoroti risiko misinformasi serta dampak psikologis akibat paparan visual berulang.

“Walaupun informasinya benar, kalau terus diulang-ulang, dampaknya bisa sangat buruk secara psikis bagi keluarga yang sedang berduka,” tegas Menkomdigi.

Sebagai penyedia layanan transportasi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui situs dan sosial media resminya mengimbau masyarakat untuk mengandalkan informasi resmi terkait insiden kereta. KAI juga aktif memberikan pembaruan melalui situs resmi dan media sosial guna mencegah simpang siur informasi.

Sementara itu, KAI Commuter turut menegaskan komitmen pada keselamatan dan transparansi informasi. Dalam konteks literasi digital, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital terus mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial.

Edukasi terkait etika berbagi konten menjadi krusial, terutama dalam situasi krisis atau bencana. Sejumlah studi global juga menunjukkan bahwa paparan konten visual traumatis secara berulang di media sosial dapat memicu stres dan kecemasan.

Hal ini memperkuat urgensi pembatasan distribusi konten sensitif di platform digital.

“Ini semuanya atas dasar kemanusiaan untuk tidak melakukan sharing yang berlebihan, tidak melakukan sharing yang misinformasi,” tutup Meutya.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles