12.5 C
New York
Saturday, April 18, 2026

Buy now

SAMA Dorong Hyper-Localized Marketing Efektif

TEKNOBUZZ — Strategic Asia Marketing Alliance (SAMA) Indonesia menegaskan pentingnya hyper-localized marketing dan pemanfaatan Marketing Technology (MarTech) di tengah perilaku konsumen yang semakin terfragmentasi. Melalui forum SAMA Connect, organisasi ini menyoroti bahwa pendekatan pemasaran generik kini semakin kehilangan relevansi di era digital.

President SAMA Indonesia, Arianto Bigman, menyatakan bahwa hyper-localized marketing bukan lagi sekadar diferensiasi, melainkan kebutuhan strategis bagi brand.

“Banyak brand masih tergoda menggunakan formula yang berhasil di pasar lain, padahal setiap market memiliki logika, bahasa, dan ekspektasi berbeda. Hyper-localized marketing menjadi penting karena efektivitas komunikasi ditentukan oleh pemahaman konteks lokal,” ujar Arianto disela acara Unpacking Marketing Strategies in the Digital Era di Ideoworks Office, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (7/4/2025).

Arianto juga menekankan bahwa teknologi seperti AI dan data analytics memang mempercepat kerja pemasaran, namun tidak otomatis menghasilkan strategi yang tepat.

“MarTech, AI, dan data analytics akan semakin berarti jika dipandu strategic thinking dan pemahaman tajam terhadap kebutuhan pelanggan serta konteks lokal,” tambah Arianto.

Sementara itu, Co-founder Ivosights, Kristyanto, menilai tantangan brand saat ini bukan hanya mengejar engagement, tetapi menjaga makna di tengah derasnya arus konten digital.

“Ke depan, tantangannya adalah bagaimana brand tetap memiliki konsistensi dan kedekatan nyata dengan audiens. Data, social listening, dan AI penting untuk membaca sentimen dan kebutuhan konsumen,” jelas Kristyanto.

Dari sisi teknologi, Adrian Lesmono dari NVIDIA Indonesia menilai kesiapan infrastruktur AI kini semakin matang.

“Kemampuan komputasi yang semakin kuat membuat berbagai use case AI menjadi lebih realistis dan efisien. Namun teknologi hanyalah enabler, peran manusia tetap krusial dalam memahami budaya lokal dan perilaku audiens,” kata Adrian.

Hal senada disampaikan praktisi AI Anjas Maradita yang menegaskan bahwa personalisasi tidak cukup hanya berbasis data permukaan.

“Personalisasi harus mampu memahami kebutuhan, motivasi, dan konteks hidup pelanggan. AI membantu membaca pola, tetapi manusia tetap menentukan arah strateginya,” papar Anjas.

Melalui SAMA Connect, SAMA Indonesia menegaskan bahwa kombinasi data, AI, dan pemahaman lokal menjadi kunci menciptakan strategi pemasaran yang relevan, presisi, dan berdampak di era digital.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles