TEKNOBUZZ — Qualcomm Technologies, Inc. resmi meluncurkan chipset terbaru Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Snapdragon X2 Elite Series di Indonesia. Kedua chipset ini menjadi langkah besar Qualcomm dalam memperkuat posisinya sebagai pemimpin inovasi di bidang komputasi mobile dan PC berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kedua chipset tersebut dibekali CPU Qualcomm Oryon generasi ketiga serta NPU tercepat di dunia untuk laptop dengan kemampuan pemrosesan hingga 80 TOPS, menjanjikan peningkatan besar dalam performa, efisiensi daya, dan pengalaman AI generatif di perangkat mobile maupun PC.

Snapdragon 8 Elite Gen 5 menghadirkan peningkatan performa CPU hingga 20% lebih cepat dan efisiensi daya 43% lebih hemat dibanding generasi sebelumnya. Didukung GPU Adreno dan NPU Hexagon, chipset ini memungkinkan berbagai fitur canggih seperti Agentic AI, Night Vision 3.0, dan High-Fidelity HDR Video untuk pengalaman visual yang lebih tajam dan realistis.
Sementara itu, Snapdragon X2 Elite Series hadir untuk PC berbasis Windows dengan CPU hingga 18-core dan arsitektur 3nm ultra-efisien. Platform ini menawarkan performa 31% lebih cepat dengan konsumsi daya 43% lebih rendah, serta dukungan penuh untuk Copilot+ PC yang memaksimalkan kinerja AI secara lokal tanpa ketergantungan cloud.

“Kehadiran dua chipset ini menjadi bukti komitmen Qualcomm dalam mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia, termasuk lewat kolaborasi dengan OEM partners dan edukasi konsumen di berbagai retailer PC,” ujar Dominikus Susanto, Senior Manager Business Development Qualcomm Indonesia disela peluncuran Snapdragon X2 Elite Series di Jakarta.

Selain memperkuat pasar mobile dan PC, Qualcomm juga mendorong pertumbuhan creator economy dan komunitas teknologi melalui Snapdragon Insiders, yang kini memiliki lebih dari satu juta pengikut di media sosial.
“Dengan inovasi terbaru ini, Qualcomm bertekad menghadirkan AI on-device yang lebih cerdas, efisien, dan relevan bagi masyarakat Indonesia, sekaligus membuka peluang baru bagi industri, kreator, dan pengguna teknologi masa depan,” tutup Dominikus.


