TEKNOBUZZ – Berdasarkan laporan Indonesia AntiScam Center (IASC) hingga 17 Agustus 2025, tercatat 225.281 laporan penipuan telah diterima, dengan 359.733 rekening terverifikasi dan lebih dari 72 ribu rekening berhasil diblokir. Kerugian korban mencapai Rp4,6 triliun, namun Rp349,3 miliar dana berhasil diselamatkan. Data ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman scam terhadap masyarakat.
Untuk mengatasi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) resmi menggelar Kampanye Nasional Berantas Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal di Jakarta. Langkah ini diambil untuk memperkuat pelindungan masyarakat, meningkatkan kewaspadaan publik, serta mempertegas komitmen otoritas, kementerian/lembaga, dan industri jasa keuangan dalam menghadapi maraknya kasus penipuan digital.
Peluncuran kampanye dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar bersama jajaran pejabat tinggi lintas sektor, termasuk Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi, Kepala BNPT Eddy Hartono, serta Ketua AFTECH Pandu Sjahrir. Kehadiran 21 kementerian/lembaga dalam Satgas PASTI menunjukkan keseriusan kolaborasi lintas sektor dalam melawan aktivitas keuangan ilegal.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam situs resmi OJK menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan scam hanya bisa dicapai dengan sinergi, literasi keuangan yang luas, dan komitmen ekosistem. “Melalui kampanye ini kita ingin membangun ekosistem keuangan yang lebih aman, inklusif, dan berkeadilan. Kepercayaan publik adalah fondasi utama stabilitas sistem keuangan,” ujarnya.
Baca juga: Bunga Pinjol Kelewat Tinggi? Ini Tindakan Tegas OJK dan KPPU!
Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif OJK, menekankan tiga kunci dalam kampanye nasional: sinergi lintas sektor, edukasi dan literasi publik, serta partisipasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa gerakan anti-scam ini harus menjadi upaya kolektif agar lebih efektif.
Menteri Komdigi Meutya Hafid menambahkan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. “Kesadaran publik sangat penting untuk melindungi diri. Jika ada yang mencurigakan, segera laporkan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi yang menekankan pentingnya laporan cepat dari korban agar pelacakan rekening dan URL pelaku lebih efektif.
Kampanye ini juga menekankan empat langkah utama yang mencakup pencegahan melalui literasi, percepatan penanganan laporan, penegakan hukum yang konsisten, serta kolaborasi internasional. Dalam rangkaian acara, digelar pula seminar internasional bersama Singapore Police Force Anti-Scam Command dan UNODC untuk memperkuat kerja sama global dalam memerangi scam lintas negara.
Dengan diluncurkannya kampanye nasional ini, OJK dan Satgas PASTI berharap dapat membangun sistem keuangan yang lebih tangguh, melindungi masyarakat, serta mendorong ekosistem digital yang sehat dan berkeadilan.


