22.6 C
New York
Tuesday, May 26, 2026

Buy now

Perkenalkan AVA, Kendaraan Otonom Listrik Karya Anak Bangsa!

TEKNOBUZZ – Inovasi strategis di bidang otomotif menjadi sorotan dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025, seperti dikutip dari situs Kemdiktisaintek. Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama mitra industri resmi memperkenalkan AVA, prototipe kendaraan otonom listrik yang dikembangkan sebagai solusi mobilitas cerdas berbiaya rendah untuk mendukung sektor logistik, industri, dan pariwisata di Indonesia.

AVA berbeda dari kendaraan otonom umumnya yang mengandalkan LiDAR atau GPS. Mobil ini memanfaatkan teknologi computer vision berbasis kamera dan kecerdasan buatan (AI) untuk bernavigasi, sehingga dapat beroperasi andal dalam berbagai kondisi cuaca dan pencahayaan.

“Mobil ini bergerak dengan cara mengikuti marka jalan. Jadi, infrastruktur pertama yang harus dibangun adalah jalan dengan marka khusus,” jelas Luqman Ardiseno, mahasiswa S2 Teknik Manufaktur ITB sekaligus asisten tim pengembang AVA.

Proyek AVA telah dikembangkan sejak 2017 dan prototipe berskala besar sukses diuji di Pelabuhan Teluk Lamong, Jawa Timur. Keunggulan utama AVA adalah biaya produksi yang lebih rendah berkat minimnya penggunaan sensor mahal, namun tetap aman dengan sensor jarak yang otomatis menghentikan kendaraan jika ada objek dalam radius 40 cm.

Bertenaga listrik penuh, AVA mampu menempuh jarak hingga 100 km dalam sekali pengisian daya selama delapan jam. Kapasitasnya empat hingga tujuh penumpang, dikendalikan sistem drive by wire dengan antarmuka layar sentuh. Secara teknis, AVA menggunakan motor BLDC 3 kW, baterai LiFePO4 72 V 9 kWh, dan penggerak roda belakang (rear drive). Dengan bobot hanya sekitar 500 kg, dimensinya kompak dengan panjang 2,7 m, lebar 1,5 m, dan tinggi 2,2 m.

Baca juga: Hyundai Siapkan IONIQ 9 untuk Pimpin Inovasi Kendaraan Listrik

Pengembangan AVA sejalan dengan target ekonomi transformasional Presiden Prabowo Subianto yang mendorong peralihan ke ekonomi bernilai tambah tinggi berbasis teknologi. Kendaraan ini dirancang sesuai karakter jalan di Indonesia, menjawab tantangan yang kerap dihadapi kendaraan otonom impor.

Saat ini, tingkat kesiapan teknologi AVA sudah mencapai level 7–8. Ini menandakan tahap demonstrasi di lingkungan nyata dan mendekati komersialisasi. Kolaborasi ITB, PT Inovasi, EPS, dan Tessa memastikan pengembangan terus berlanjut hingga siap dipasarkan.

Dengan potensi pasar global kendaraan otonom yang diperkirakan mencapai USD 300 sampai 400 miliar atau setara Rp 4,8 kuadriliun sampai Rp 6,5 kuadriliun pada 2035, AVA berpeluang menjadi produk unggulan Indonesia di kancah internasional. Kemdiktisaintek optimistis AVA dapat melaju dari ujung barat hingga timur Nusantara, menjadi bukti nyata kekuatan inovasi anak bangsa.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles