TEKNOBUZZ – Selama bertahun-tahun, nama POCO identik dengan satu formula: performa flagship, tetapi harga dibuat lebih agresif.
Formula tersebut melahirkan istilah yang begitu lekat dengan POCO: flagship killer. Namun, formula itu mulai berubah ketika POCO menghadirkan POCO F9 Ultra ke Indonesia.
Jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya, yakni POCO F8 Ultra, F9 Ultra bukan hanya menawarkan spesifikasi yang lebih tinggi. Lebih penting lagi, perangkat ini menunjukkan perubahan strategi POCO: bukan lagi sekadar membunuh flagship lewat harga, tetapi mencoba menjadi flagship itu sendiri.
POCO F9 Ultra resmi diperkenalkan di Indonesia pada 5 Oktober 2026 dengan harga normal Rp13.999.000 untuk varian 16GB/512GB. Selama periode promo tertentu, harganya ditawarkan mulai Rp12.499.000.
Sebagai pembanding, POCO F8 Ultra 16GB/512GB sebelumnya memiliki harga resmi Rp11.999.000.
Kenaikan harga tersebut memang bukan tanpa alasan, justru di sinilah menariknya F9 Ultra.
Berikut adalah perbandingan POCO F9 Ultra Dan F8 Ultra
Bukan Sekadar Upgrade Spesifikasi
Di atas kertas, POCO F9 Ultra membawa sejumlah peningkatan signifikan.
Layarnya masih berukuran 6,9 inci dengan resolusi 1.5K, tetapi refresh rate meningkat dari 120Hz pada F8 Ultra menjadi hingga 185Hz. Kecerahan puncaknya juga meningkat drastis, dengan klaim hingga 10.000 nits pada 1% area layar dan 4.500 nits pada 25% area layar.
Sementara dari sisi kamera, F8 Ultra mengandalkan konfigurasi tiga kamera 50MP, termasuk sensor utama Light Fusion 950 dan telefoto periskop 5x. F9 Ultra mengubah pendekatan tersebut dengan kamera utama 200MP, tetap ditemani telefoto periskop 50MP dan ultrawide 50MP.
Baterai juga menjadi salah satu lompatan terbesar. F8 Ultra membawa baterai 6.500mAh, sedangkan F9 Ultra meningkat menjadi 8.050mAh, dengan pengisian 100W kabel dan 50W nirkabel.
Dengan kata lain, POCO tidak hanya menaikkan angka benchmark.
Mereka memperluas pengalaman yang ditawarkan.
1. Performa: Masih Snapdragon yang Sama, Tetapi Level Pengalamannya Berubah
Hal paling menarik justru terdapat pada sektor yang biasanya menjadi senjata utama POCO: performa.
POCO F8 Ultra sudah menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5. F9 Ultra juga menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Artinya, secara generasi chipset, F9 Ultra bukan lompatan seperti yang mungkin dibayangkan.
Namun POCO memberikan sejumlah peningkatan pada sistem pendukungnya.
F9 Ultra menggunakan memori LPDDR5X hingga 9600Mbps dan UFS 4.1, serta kembali menggunakan VisionBoost D8 untuk pemrosesan grafis dan interpolasi frame. POCO mengklaim F9 Ultra mampu mencapai skor AnTuTu V11 hingga 4.165.108 poin.
Pada F8 Ultra, POCO mencatat skor internal sekitar 3.944.934 poin.
Jadi, F9 Ultra tidak menjual dirinya hanya sebagai smartphone dengan chipset tercepat.
Ia mencoba menawarkan ekosistem performa: chipset, memori, grafis, layar, pendinginan, dan baterai yang bekerja sebagai satu kesatuan.
Ini adalah pola yang lebih dekat dengan smartphone flagship.
2. Layar: Dari “Sudah Bagus” Menjadi “Overkill”
F8 Ultra sebenarnya sudah memiliki layar yang sulit disebut kelas menengah.
Panel HyperRGB AMOLED 6,9 inci, resolusi 1.5K, 120Hz, 12-bit, Dolby Vision, HDR10+, hingga touch sampling rate tinggi sudah memberikan pengalaman premium.
Tetapi F9 Ultra mengambil pendekatan yang jauh lebih agresif.l, yakni 185Hz.
Angka tersebut bahkan lebih tinggi daripada refresh rate yang lazim ditemukan pada banyak smartphone flagship konvensional.
F9 Ultra juga memiliki tingkat kecerahan yang jauh lebih tinggi, dengan klaim puncak hingga 10.000 nits pada kondisi tertentu.
Untuk pengguna biasa, 120Hz ke 185Hz mungkin bukan perubahan yang revolusioner.
Tetapi secara positioning, pesan yang disampaikan sangat jelas:
POCO tidak ingin sekadar mengikuti standar flagship. POCO ingin membuat spesifikasi yang terlihat ekstrem.
Dan pendekatan seperti ini sangat khas POCO.
3. Kamera: Titik di Mana POCO Mulai Mengejar “Flagship Experience”
Di sinilah perubahan paling terasa. F8 Ultra sebenarnya sudah membawa kamera yang cukup serius.
Kamera utamanya menggunakan sensor Light Fusion 950 50MP berukuran 1/1,31 inci dengan OIS, ditambah periskop 50MP 5x dan ultrawide 50MP.
F9 Ultra kemudian mengganti kamera utama menjadi 200MP dengan OIS, sementara kamera periskop 50MP dan ultrawide 50MP tetap dipertahankan.
Namun menariknya, 200MP tidak otomatis berarti kamera F9 Ultra selalu lebih baik.
Pengujian perbandingan dengan F8 Ultra menunjukkan sensor utama F9 Ultra mampu menghasilkan detail lebih tinggi dalam kondisi terang, tetapi F8 Ultra masih memiliki keunggulan tertentu dalam kondisi low-light.
Artinya, POCO tampaknya mulai mengejar wilayah yang sebelumnya bukan fokus utama mereka yang bukan sekadar performa kamera, tetapi positioning kamera flagship.
Dan ini penting, sebab flagship modern tidak cukup hanya memiliki chipset kencang.
Pengguna juga mengharapkan kamera yang mampu menjadi kamera utama dalam berbagai situasi.
4. Baterai: Dari Besar Menjadi Salah Satu Senjata Utama
F8 Ultra sudah memiliki baterai 6.500mAh. Itu sendiri sudah tergolong besar untuk smartphone flagship.
Tetapi F9 Ultra membawa baterai 8.050mAh. Kapasitas sebesar ini membuat F9 Ultra memiliki salah satu keunggulan paling jelas dibandingkan banyak flagship konvensional.
Menariknya, POCO tetap mempertahankan 100W HyperCharge serta menambahkan atau mempertahankan pengisian nirkabel 50W.
Ini bukan sekadar angka untuk gaming. Baterai besar memberikan keuntungan untuk hampir semua pengguna:
- gaming panjang,
- navigasi,
- streaming,
- kamera,
- multitasking,
- hingga penggunaan 5G sepanjang hari.
Dengan kata lain, POCO mulai menawarkan sesuatu yang lebih sulit disebut sebagai “kompromi flagship killer”.
5. Tetapi Ada Harga yang Harus Dibayar
Peningkatan spesifikasi tersebut tidak datang secara gratis.
F9 Ultra menjadi lebih tebal dan lebih berat dibandingkan F8 Ultra.
F8 Ultra memiliki ketebalan sekitar 7,9 mm untuk varian Black dan bobot sekitar 218 gram.
F9 Ultra memiliki ketebalan 8,74 mm dan bobot 235 gram.
Artinya, POCO memilih baterai yang jauh lebih besar dan hardware yang lebih agresif, meski konsekuensinya adalah perangkat menjadi lebih berat.
Ini adalah kompromi yang menarik.
Flagship killer biasanya berusaha memberikan performa maksimal dengan harga semurah mungkin.
F9 Ultra justru tampak mengambil pendekatan:
“Berikan hardware sebanyak mungkin, lalu biarkan harga mengikuti.”
6. Harga: Inilah Bukti Perubahan Identitas POCO
Pada akhirnya, semua kembali ke harga.
POCO F8 Ultra 16GB/512GB dipasarkan di Indonesia dengan harga Rp11.999.000.
POCO F9 Ultra 16GB/512GB hadir dengan harga normal Rp13.999.000.
Ada selisih sekitar Rp2 juta.
Dan selisih inilah yang membuat F9 Ultra menarik untuk dibaca bukan sekadar sebagai upgrade produk.
Karena POCO sedang menaikkan kelas produknya.
Pada generasi sebelumnya, konsumen bisa mengatakan:
“Saya mendapatkan performa flagship dengan harga lebih murah.”
Pada F9 Ultra, narasinya mulai berubah menjadi:
“Saya membeli flagship POCO dengan spesifikasi yang memang flagship.”
Perubahan bahasa ini terlihat jelas dari cara POCO memasarkan F9 Series.
Dalam peluncuran Indonesia, POCO bahkan menyebut F9 Series sebagai “True Flagship”, bukan sekadar flagship killer.
F8 Ultra vs F9 Ultra: Apa yang Berubah?
| Aspek | POCO F8 Ultra | POCO F9 Ultra |
|---|---|---|
| Chipset | Snapdragon 8 Elite Gen 5 | Snapdragon 8 Elite Gen 5 |
| VisionBoost | D8 | D8 |
| Layar | 6,9” AMOLED | 6,9” AMOLED HyperRGB |
| Refresh rate | 120Hz | 185Hz |
| Kamera utama | 50MP | 200MP |
| Telefoto | 50MP periskop 5x | 50MP periskop |
| Ultrawide | 50MP | 50MP |
| Baterai | 6.500mAh | 8.050mAh |
| Charging | 100W + 50W wireless | 100W + 50W wireless |
| Bobot | ±218g | 235g |
| Ketebalan | ±7,9–8,3mm | 8,74mm |
| RAM/Storage | 16GB/512GB | 16GB/512GB |
| Harga resmi Indonesia | Rp11,999 juta | Rp13,999 juta |
Sumber spesifikasi resmi POCO/Xiaomi Indonesia.
Jadi, Apakah POCO F9 Ultra Masih “Flagship Killer”?
Secara filosofi, semakin sulit menyebutnya demikian.
Bukan karena POCO kehilangan identitasnya.
Justru sebaliknya.
POCO membawa DNA flagship killer ke level yang lebih tinggi.
Dulu, strategi POCO adalah:
Flagship performance → harga agresif → flagship killer.
Kini formulanya mulai berubah:
Flagship performance + flagship display + flagship camera + flagship battery + premium audio + premium durability → flagship.
F9 Ultra bahkan mempertahankan elemen premium seperti IP68 dan audio yang dikembangkan bersama Bose, dua hal yang sudah menjadi bagian dari F8 Ultra tetapi kini ditempatkan dalam paket yang semakin lengkap.
Inilah yang membuat F9 Ultra menarik.
Ia tidak lagi sekadar bertanya:
“Bagaimana caranya mengalahkan flagship dengan harga lebih murah?”
Tetapi mulai menjawab pertanyaan:
“Bagaimana kalau POCO sendiri menjadi flagship?”
Kesimpulan: POCO Sedang Naik Kelas
POCO F9 Ultra bukan revolusi dalam arti semua komponennya berubah.
Chipsetnya bahkan masih Snapdragon 8 Elite Gen 5 seperti F8 Ultra.
Tetapi justru kombinasi peningkatan di berbagai sisi membuat positioning-nya berubah.
- 185Hz.
- 200MP.
- 8.050mAh.
- 100W + 50W wireless.
- IP68.
- Bose.
- UFS 4.1.
- LPDDR5X 9600Mbps.
- Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Semua itu menunjukkan satu hal:
POCO sedang berhenti menjadi “alternatif murah dari flagship”.
Mereka sedang mencoba menjadi flagship dengan karakter POCO.
Dan mungkin inilah perubahan terbesar F9 Ultra dibandingkan F8 Ultra.
F8 Ultra adalah flagship killer yang sangat agresif.
F9 Ultra adalah flagship yang kebetulan masih membawa DNA flagship killer.
Perubahan tersebut tentu membuat harga semakin tinggi.
Tetapi bagi POCO, mungkin itulah harga yang harus dibayar untuk naik kelas.
Flagship killer sudah selesai. Kini POCO ingin bermain di arena para flagship.


