23.6 C
New York
Friday, October 2, 2026

Buy now

Hari Bhakti Postel Mewariskan Semangat Pejuang Komunikasi di Era Modern

TEKNOBUZZ – Delapan puluh satu tahun lalu, para pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda Pos Telegrap dan Telepon (AMPTT) mempertaruhkan nyawa untuk menguasai Jawatan PTT dari tangan penjajah di Bandung. Peristiwa bersejarah pada 27 September 1945 tersebut kini diperingati sebagai Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi (Hari Bhakti Postel).

Namun, di era serba digital saat ini, bentuk perjuangan untuk menjaga kedaulatan komunikasi telah mengalami pergeseran bentuk. Hal tersebut ditekankan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Angga Raka Prabowo, saat memimpin Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Minggu (27/9/2026).

“Hari ini bentuk perjuangannya berubah. Kita tidak lagi mengambil alih sarana komunikasi, tetapi saat ini memastikan Indonesia mampu membangun, menguasai, dan memanfaatkan kemajuan digital untuk kepentingan bangsa dan negara,” tegas Angga Raka di hadapan perwakilan industri ICT, digital, serta para veteran.

Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat

Mengusung tema “Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat,” peringatan tahun ini menjadi panggung sinergi bagi seluruh ekosistem industri Information and Communications Technology (ICT) dan digital Tanah Air. Diprakursai oleh komunitas industri ICT yang dikomandoi Asosiasi Pengembangan Infrastruktur dan Menara Telekomunikasi (Aspimtel), rangkaian acara telah berlangsung sejak Agustus 2026.

Ketua Umum Aspimtel sekaligus Ketua Umum Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81, Theodorus Ardi Hartoko (Teddy), mengungkapkan bahwa pemerataan akses digital adalah kunci pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, inklusivitas layanan telekomunikasi yang terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia sangat dinantikan oleh masyarakat luas.

“Tujuannya agar konektivitas ini semakin terintegrasi melibatkan seluruh ekosistem di Indonesia, sehingga mampu menumbuhkan perekonomian yang ditopang melalui kematangan infrastruktur digital,” ujar Teddy.

Rangkaian kegiatan peringatan tahun ini pun dikemas secara inklusif dengan melibatkan generasi muda dan masyarakat umum. Berbagai kegiatan digelar, seperti pameran teknologi dan digital, kompetisi esports, turnamen mini soccer, funwalk, hingga aksi donor darah.

Pesan Harapan dari Para Veteran yang Kian Terkikis

Di balik kemeriahan dan pesatnya kemajuan teknologi digital, momen haru menyeruak dari sosok veteran yang hadir. Sukirman (84 tahun), salah satu veteran perang pembebasan Irian Barat (1961–1963) dari Korps Irian Barat PTT, menyampaikan apresiasi sekaligus kekhawatirannya.

Saat dibentuk pada tahun 1969, Korps Veteran Karyawan Postel memiliki anggota lebih dari 500 orang. Kini, anggota yang tersisa hanya tinggal 16 orang dengan rata-rata usia di atas 80 tahun.

“Saya ini Korps Irian Barat PTT, penerus AM PTT. Peringatan ini baik sekali, kami merasa tetap diingat padahal dunia semakin maju,” ungkap Sukirman dengan nada haru.

Semangat yang diwariskan oleh Sukirman dan para pendahulunya menjadi pengingat penting bagi para pelaku industri ICT saat ini. Bahwa kedaulatan telekomunikasi yang dahulu direbut dengan perjuangan fisik, kini harus dijaga melalui kemandirian infrastruktur, kedaulatan data, serta inklusivitas digital yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles