23.6 C
New York
Friday, October 2, 2026

Buy now

HARMAN Deklarasikan ‘Perang’ Lawan Barang Palsu di Asia Pasifik

TEKNOBUZZ – HARMAN International, induk perusahaan dari JBL, secara agresif mengintensifkan tindakan penegakan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan memutus rantai peredaran barang atau produk palsu di seluruh kawasan Asia Pasifik (APAC).

Langkah tegas ini menjadi prioritas utama demi melindungi konsumen dari produk berkualitas buruk sekaligus menjaga reputasi merek yang telah dibangun sejak tahun 1946 oleh James B. Lansing.

Bersihkan Ratusan Ribu Tautan Ilegal di Platform Digital

Maraknya peredaran produk tiruan di pasar online dan offline memicu HARMAN untuk mengambil langkah proaktif. Berkolaborasi erat dengan platform e-commerce, otoritas bea cukai, dan aparat penegak hukum regional, HARMAN mencatatkan pencapaian signifikan sepanjang tahun 2025.

HARMAN berhasil memfasilitasi penghapusan lebih dari 500.000 tautan produk ilegal di berbagai platform marketplace utama Asia Pasifik. Dari angka tersebut, sekitar 300.000 tautan secara eksplisit teridentifikasi memasarkan barang palsu, sedangkan sisanya melakukan pelanggaran HAKI.

“Selama 80 tahun, JBL meraih kepercayaan konsumen dunia melalui fokus pada inovasi, performa, dan kualitas,” ungkap Grace Koh, General Manager & Vice President, Consumer Audio, HARMAN Asia Pacific.

Lebih lanjut disampaikannya, produk palsu tidak hanya melanggar HAKI, tetapi juga merusak pengalaman yang diharapkan konsumen.

“Kami berkomitmen untuk terus memutus jaringan ini agar konsumen dapat membeli produk JBL asli dengan percaya diri,” imbuhnya.

Operasi Penggerebekan di Berbagai Negara

Menjelang pertengahan tahun 2026, aksi penindakan hukum kian gencar dilakukan di lapangan:

  • Korea Selatan: Aparat berhasil menghentikan peredaran dan menyita unit tiruan dari model populer JBL Flip 6 dan JBL Charge 6.
  • Thailand: Otoritas bea cukai berhasil menggagalkan peredaran produk palsu yang dipasarkan dengan nama fiktif “JBL Max 33”. Selain itu, razia terpisah menyita ribuan unit tiruan JBL Go 4, JBL Clip, hingga seri JBL Tune.

Risiko Bahaya Barang Palsu dan Integritas Ekosistem Audio

Selain merusak reputasi JBL yang telah meraih penghargaan bergengsi seperti Academy dan Grammy Awards, produk audio palsu juga menyimpan potensi bahaya bagi penggunanya.

Barang tiruan umumnya dibuat menggunakan komponen murah tanpa melalui uji kendali mutu (quality control). Hal ini berisiko menurunkan performa, memperpendek usia perangkat, hingga memicu bahaya keselamatan listrik.

Grace Koh menambahkan bahwa keunggulan JBL asli terletak pada ekosistemnya yang terintegrasi secara seamless. Melalui aplikasi resmi JBL, pengguna dapat mengatur kustomisasi EQ, memanfaatkan fitur stereo pairing, hingga pembaruan Playtime Boost—fitur eksklusif yang tidak dapat direplikasi oleh produk tiruan.

Kampanye Edukasi Konsumen

Mendampingi upaya hukum, HARMAN turut meluncurkan kampanye edukasi regional di media sosial untuk membantu masyarakat membedakan produk asli dan palsu.

Konsumen diimbau untuk selalu waspada terhadap penawaran harga yang tidak masuk akal murahnya dan disarankan untuk membeli produk JBL hanya melalui distributor resmi atau official store.

Untuk panduan verifikasi keaslian dan informasi kanal penjualan resmi di Indonesia, konsumen dapat mengunjungi situs resmi jblstore.co.id/buy-original.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles