22.4 C
New York
Tuesday, September 1, 2026

Buy now

Samsung Solve for Tomorrow 2026 Tantang Anak Muda Jawab Masalah Nyata Lewat AI

TEKNOBUZZ – Di tengah makin populernya Artificial Intelligence (AI), tantangan utama bagi generasi muda bukan lagi sebatas melatih kemampuan teknis. Yang tidak kalah penting adalah kepekaan untuk mengidentifikasi masalah nyata di masyarakat, memahami calon pengguna, serta menentukan apakah AI merupakan teknologi yang memang relevan untuk menyelesaikan isu tersebut.

Langkah ini selaras dengan arah kebijakan pemerintah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong pemanfaatan AI dan coding sejak tingkat sekolah dasar (kelas lima SD) sebagai bagian dari transformasi pendidikan.

Mendukung semangat tersebut, ajang Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 hadir untuk mengasah kemampuan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta pembentukan mindset inovator muda.

Menitikberatkan Pengenalan Masalah Sebelum Pemilihan Teknologi

Dalam tahap semifinal SFT 2026, sebanyak 296 peserta dari 80 tim terpilih mengikuti pelatihan AI Amplification. Para peserta disaring dari sekitar 4.000 pendaftar awal dan 2.600 peserta Design Thinking Workshop.

Pelatihan teknis yang diadakan secara hybrid pada pertengahan Agustus 2026 ini menekankan bahwa pengembangan inovasi tidak seharusnya dimulai dari pertanyaan “AI apa yang bisa dipakai?”, melainkan “Masalah apa yang ingin diselesaikan?”.

“Dalam mengembangkan solusi berbasis AI, peserta perlu memahami bahwa teknologi bukanlah titik awal. Mereka perlu terlebih dahulu mengidentifikasi masalah, memahami kebutuhan pengguna, dan melihat data yang tersedia. Dari sana, peserta dapat menentukan apakah AI memang dibutuhkan,” jelas Rahmat Fajri, AI Engineer sekaligus pengajar pelatihan teknis SFT 2026.

Dari Sekadar Ide Menjadi Prototype Solutif

Melalui sesi hands-on, para semifinalis diajak menyelami AI development pipeline. Tahapannya mencakup:

  • Pengolahan data dan pemilihan model AI.
  • Evaluasi hasil, fine-tuning, hingga transfer learning.
  • Penerapan teknologi seperti Edge AI dan Cloud AI untuk menyempurnakan Concept Paper.
  • Pemahaman ragam pendekatan AI, seperti Machine Learning, Deep Learning, Generative AI, Computer Vision, hingga Natural Language Processing (NLP).

Pendekatan ini memastikan ide peserta tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi menghasilkan prototype yang dapat menjawab kebutuhan nyata pengguna.

Mencetak Penggerak Inovasi Masa Depan

Samsung menekankan bahwa penguasaan AI butuh keseimbangan antara keterampilan teknis (hard skill) dan kemampuan interpersonal (soft skill) seperti pemecahan masalah, kolaborasi, dan komunikasi.

“Generasi muda punya potensi besar. Tugas kami adalah memberi mereka ruang, keterampilan STEM dan AI, dan kesempatan untuk menjawab tantangan nyata. Karena kami percaya, inovasi tidak lahir dari teknologi semata, tetapi dari keberanian untuk melihat masalah dengan cara yang berbeda,” ungkap Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.

Setelah sesi AI Amplification, para semifinalis menjalani proses mentoring intensif untuk menyusun final paper, prototype, dan pitch video. Sebanyak 10 tim terbaik dari kategori Siswa dan Mahasiswa akan diumumkan pada 7 Oktober 2026 untuk melaju ke babak final.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles