10.8 C
New York
Friday, May 15, 2026

Buy now

Strategi TLKM 30 Perkuat Fundamental, Telkom Cetak Return Pemegang Saham 35,7 Persen

TEKNOBUZZ – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi menutup tahun buku 2025 dengan capaian yang menunjukkan resiliensi di tengah dinamika ekonomi makro dan tantangan industri telekomunikasi. Melalui akselerasi strategi transformasi bertajuk TLKM 30, perseroan berhasil membukukan Total Shareholder Return (TSR) yang impresif sebesar 35,7%.

Angka ini merupakan gabungan dari capital gain sebesar 28,4% dan dividend yield sebesar 7,3%, yang mencerminkan kepercayaan pasar terhadap arah baru perusahaan. Keberhasilan ini juga didukung oleh kebijakan pengembalian nilai yang konsisten, termasuk pelaksanaan program share buyback senilai maksimal Rp3 triliun yang terus berlangsung hingga Mei 2026.

Secara finansial, Telkom mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun dengan perolehan EBITDA mencapai Rp72,2 triliun. Meskipun laba bersih atau net income tercatat sebesar Rp17,8 triliun, perseroan menjelaskan bahwa terjadi kontraksi sebesar 9,5% secara tahunan (YoY) sebagai dampak dari kebijakan strategis percepatan depresiasi aset. Langkah ini merupakan bagian dari agenda total governance reset untuk menyelaraskan kebijakan akuntansi agar penyajian laporan keuangan menjadi lebih akurat, transparan, dan mencerminkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan aset perusahaan.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa fokus utama sejak 2025 adalah eksekusi empat pilar transformasi guna mewujudkan visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional. Salah satu langkah krusial yang diambil adalah streamlining atau perampingan portofolio bisnis non-inti, yang ditandai dengan proses divestasi AdMedika dan TelkoMedika yang ditargetkan rampung pada paruh pertama 2026. Selain itu, Telkom melakukan inisiatif fiber carve-out melalui InfraNexia untuk mengoptimalkan utilisasi aset konektivitas fiber nasional, sekaligus memperkuat struktur perusahaan menuju strategic holding.

Di sisi operasional, segmen B2C yang dikelola oleh Telkomsel tetap menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi pendapatan mencapai Rp109,2 triliun. Tren positif terlihat dari kenaikan trafik data sebesar 15% YoY dan pemulihan Average Revenue Per User (ARPU) yang mulai stabil sejak semester kedua 2025. Untuk memperkuat dominasi di masa depan, Telkom juga mengalokasikan belanja modal sebesar Rp27,5 triliun, di mana sebagian besar dialokasikan untuk perluasan infrastruktur digital, termasuk pusat data (data center) dan jaringan serat optik, guna memastikan layanan tetap relevan dan kompetitif di pasar global.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles