2.9 C
New York
Tuesday, April 21, 2026

Buy now

AI Bikin Bisnis Maju, Tapi Berbahaya

TEKNOBUZZ – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) semakin mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor industri. Teknologi ini membantu meningkatkan efisiensi operasional hingga pengambilan keputusan berbasis data, menjadikannya fondasi penting dalam strategi bisnis modern.

Namun, di balik manfaat tersebut, muncul tantangan baru berupa meningkatnya kompleksitas infrastruktur IT.

Seiring adopsi AI yang meluas, organisasi harus mengelola lebih banyak sistem, data, serta konektivitas yang semakin luas. Hal ini membuat risiko keamanan siber ikut meningkat signifikan.

“Banyak perusahaan fokus memanfaatkan AI untuk efisiensi, tapi lupa bahwa teknologi yang sama juga digunakan oleh hacker. Pertanyaannya bukan lagi apakah akan diserang, tapi kapan,” ujar Clara Hsu, Indonesia Country Manager Synology Inc, melalui keterangan resminya.

Baca juga: Synology Boyong Lini Produk Flagship Generasi Terbaru ke Indonesia

AI kini tidak hanya dimanfaatkan oleh perusahaan, tetapi juga oleh pelaku kejahatan siber. Dengan teknologi ini, serangan dapat diotomatisasi, mulai dari pemindaian sistem hingga penyusunan strategi serangan yang lebih efektif.

“AI membuat serangan menjadi lebih cepat, lebih personal, dan lebih sulit dideteksi. Ini yang membuat ancaman siber hari ini jauh berbeda dari sebelumnya,” jelas Clara.

Serangan seperti phishing, pencurian kredensial, hingga ransomware masih menjadi metode utama, namun kini jauh lebih canggih. Pelaku dapat menyesuaikan pesan secara personal sesuai target, sehingga sulit dikenali.

Ancaman siber kini tidak lagi terbatas pada perusahaan besar. Berbagai sektor, mulai dari finansial, pemerintahan, manufaktur hingga kesehatan, berada dalam risiko yang sama. Kompleksitas sistem IT yang meningkat membuat permukaan serangan semakin luas.

“Semakin banyak sistem dan data, semakin besar pula permukaan serangan yang harus diamankan,” tambah Clara.

Dalam menghadapi ancaman ini, backup tidak lagi sekadar cadangan, melainkan bagian penting dari strategi keamanan. Namun, backup juga harus dilindungi agar tidak menjadi titik lemah.

“Jika backup tidak terlindungi, itu justru bisa menjadi titik lemah yang paling berbahaya,” tegas Clara.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Synology menghadirkan solusi ActiveProtect yang memungkinkan pengelolaan backup terpusat dari berbagai lingkungan, termasuk cloud dan server, dengan perlindungan tambahan seperti isolasi data dan teknologi immutability.

Keamanan kini tidak hanya soal pencegahan, tetapi juga kemampuan pemulihan cepat. Pendekatan seperti strategi 3-2-1-1-0 menjadi penting untuk memastikan data tetap aman dan dapat dipulihkan tanpa error.

“Di era sekarang, keamanan tidak cukup hanya mencegah. Yang lebih penting adalah memastikan bisnis tetap bisa berjalan dan pulih dengan cepat setelah serangan terjadi,” papar Clara.

Dengan berkembangnya AI, kesiapan menjadi faktor penentu. Perusahaan yang mampu membangun ketahanan siber sejak dini akan lebih siap menghadapi risiko di masa depan.

Previous article

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles