TEKNOBUZZ – Sektor UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB. Namun, sebagian besar pelaku usaha masih berada di level mikro dan menghadapi tantangan seperti literasi digital, akses pembiayaan, hingga kesenjangan peluang bagi perempuan.
Menjawab tantangan tersebut, DANA kembali menghadirkan program SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 dengan tema “Perempuan Berteknologi Membangun Bisnis & Kesetaraan”. Program ini menargetkan 6.000 pelaku UMKM perempuan dan penyandang disabilitas di seluruh Indonesia agar mampu naik kelas melalui penguatan mindset, literasi digital, hingga pemanfaatan AI.
Belajar dari para pemenang sebelumnya, terdapat lima mindset utama yang dinilai krusial untuk mengembangkan UMKM. Pertama, pelaku usaha harus adaptif terhadap perubahan, terutama teknologi. Digitalisasi terbukti mampu meningkatkan omzet secara signifikan.
Baca juga: Ini Deretan Produk Pemenang Program SisBerdaya dan DisBerdaya 2025 dari DANA
“Sebagai usaha kecil, kita harus pintar mencari tools yang mempermudah bisnis… dan memanfaatkan AI untuk memperkaya ide pemasaran,” ujar Aisyah Nur Asri, juara SisBerdaya 2025 lewat Mad Quinn Beauty.

Kedua, pelaku UMKM harus terus belajar dan meningkatkan kapasitas. Pelatihan tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga membuka akses ke mentor dan jaringan bisnis.
Ketiga, memperluas relasi menjadi kunci penting untuk membuka peluang kolaborasi dan pasar baru.
Keempat, UMKM perlu memiliki visi dampak yang lebih luas, tidak hanya fokus pada keuntungan. Hal ini tercermin dari kisah Hj. Nurlaela yang memberdayakan perempuan sekaligus melestarikan budaya lokal melalui produknya.
Kelima, ketekunan dan konsistensi menjadi fondasi utama kesuksesan usaha dalam jangka panjang.
Director of Communications DANA, Olavina Harahap, menyatakan bahwa program ini terus dikembangkan setiap tahun.
“Kami akan memberikan kurikulum baru, termasuk pembekalan gaya hidup finansial sehat agar peserta tidak hanya sukses, tetapi juga berkelanjutan,” ujar Olavina.
Program ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menegaskan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam ekonomi nasional.
Pendaftaran SisBerdaya dan DisBerdaya 2026 dibuka pada 1–28 April 2026 dan gratis tanpa biaya. Peserta terpilih akan mengikuti pelatihan selama tiga bulan sebelum puncak program pada akhir Juni 2026.


