17.1 C
New York
Friday, May 15, 2026

Buy now

Ini Penyebab Honda Batalkan Tiga Mobil Listrik Baru!

TEKNOBUZZ – Honda mengejutkan industri otomotif global setelah memutuskan membatalkan pengembangan tiga mobil listrik yang sebelumnya diproyeksikan menjadi bagian penting dari strategi elektrifikasi perusahaan. Keputusan ini berpotensi menimbulkan kerugian hingga sekitar 2,5 triliun yen atau setara sekitar Rp230 triliun.

Mengutip ArenaEV, tiga model mobil listrik yang dibatalkan tersebut adalah Honda 0 Sedan, Honda 0 SUV, dan Acura RSX versi terbaru berbasis listrik. Ketiganya sebelumnya dirancang untuk memperkuat ekspansi kendaraan listrik Honda di pasar Amerika Utara.

Langkah ini diambil setelah permintaan kendaraan listrik di Amerika Serikat tidak tumbuh secepat yang diperkirakan sebelumnya. Honda menilai melanjutkan pengembangan model-model tersebut justru berpotensi memperbesar kerugian finansial perusahaan.

Honda 0 Sedan sebelumnya diproyeksikan menjadi model andalan dalam lini kendaraan listrik baru yang disebut “0 Series”. Mobil ini memiliki desain futuristik dengan bagian depan rendah dan bentuk aerodinamis yang memadukan karakter mobil sport dengan kendaraan masa depan. Model ini awalnya direncanakan meluncur di Amerika Utara pada 2027.

Sementara itu, Honda 0 SUV diposisikan sebagai SUV listrik yang lebih praktis untuk penggunaan keluarga. Mobil ini dirancang dengan kabin luas serta dibekali sistem perangkat lunak terbaru bernama ASIMO OS yang akan mengontrol berbagai fungsi kendaraan secara lebih cerdas.

Di sisi lain, model premium dari Acura yakni Acura RSX versi listrik juga ikut dihentikan meski sudah mendekati tahap produksi. Mobil ini dirancang sebagai SUV coupe dengan dua motor listrik serta sistem penggerak semua roda untuk memberikan performa tinggi.

Apakah Mobil Ini Berpotensi Masuk Indonesia?

Dengan dibatalkannya tiga proyek tersebut, peluang mobil-mobil ini masuk ke pasar Indonesia hampir dipastikan tertutup. Pasalnya, kendaraan tersebut bahkan tidak sempat diproduksi massal untuk pasar utama seperti Amerika Utara.

Meski begitu, Honda menegaskan bahwa perusahaan tidak sepenuhnya menghentikan pengembangan kendaraan listrik. Mereka akan meninjau kembali strategi elektrifikasi agar lebih sesuai dengan kondisi pasar global yang terus berubah.

Bagi pasar otomotif Indonesia, keputusan ini menunjukkan bahwa produsen kini lebih berhati-hati dalam menghadirkan mobil listrik baru. Jika permintaan global belum stabil, peluncuran model EV di berbagai negara, termasuk Indonesia kemungkinan akan dilakukan secara lebih selektif.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles