-2.4 C
New York
Tuesday, February 10, 2026

Buy now

spot_img

Wamenkomdigi: Jurnalisme Mampu Jaga Keaslian Informasi Ditengah Gempuran Konten Sintetis

TEKNOBUZZ – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria menegaskan jurnalisme memiliki peran kunci menjaga keaslian informasi publik di tengah banjir konten sintetis berbasis kecerdasan artifisial yang kian sulit dibedakan dari peristiwa nyata.

Wamen Nezar, dalam keterangan resminya, seperti dikutip situs resmi Komdigi, menyampaikan perkembangan AI telah mengubah lanskap industri media dan pola konsumsi informasi masyarakat.

Foto, video, dan teks hasil rekayasa kini beredar luas di platform digital dan media sosial. Kondisi ini membuat publik rentan terkecoh, termasuk kelompok yang sudah melek digital.

“Konten sintetis hari ini sangat mirip dengan aslinya. Bahkan orang yang terlatih pun bisa keliru. Di situ publik membutuhkan jurnalisme yang bekerja dengan disiplin verifikasi,” ujar Wamen Nezar dalam keterangan resminya, seperti dikutip situs resmi Komdigi.

Menurutnya, masalah utama di era digital bukan lagi kelangkaan informasi, tetapi krisis kepercayaan. Algoritma dan sistem personalisasi membuat publik melihat realitas yang terfragmentasi, sesuai preferensi masing-masing, bukan gambaran utuh peristiwa.

“Informasi hari ini melimpah. Yang justru langka adalah kepercayaan. Dan kepercayaan itu hanya bisa dijaga oleh jurnalisme yang berintegritas,” tegasnya.

Wamen Nezar menekankan bahwa AI tidak memiliki insting verifikasi karena teknologi hanya bekerja jika diperintah.Tanpa kendali manusia, AI tidak bisa memastikan apakah sebuah informasi otentik atau sekadar simulasi.

“AI tidak akan melakukan verifikasi kalau tidak diminta. Disiplin verifikasi inilah yang membedakan jurnalisme profesional dengan konten otomatis,” ungkap Nezar.

Ia menegaskan pemanfaatan AI di industri media harus ditempatkan sebagai alat bantu produksi, bukan pengambil keputusan editorial.

Baca juga: Ini Strategi KOMDIGI Bangun Ekosistem Digital 2026!

Manusia harus tetap menjadi pusat dalam menentukan kebenaran, konteks, dan dampak informasi bagi publik.

“Jurnalisme adalah layanan publik. Di tengah dominasi algoritma dan AI, keberpihakan pada kebenaran dan hak warga tidak boleh hilang,” tegas Wamenkomdigi.

Dalam konteks kebijakan, Wamen Nezar menyatakan pemerintah mendukung pembangunan ekosistem media yang sehat.

Ekosistem ini melibatkan jurnalis, industri media, dan platform digital agar jurnalisme berkualitas dapat bertahan secara ekonomi dan tetap melayani kepentingan warga.

Wamen Nezar juga menyinggung pembelajaran dari media global seperti New York Times yang mampu bertahan di tengah disrupsi teknologi dengan menjaga kualitas jurnalistik. Menurut Nezar, masyarakat terbukti bersedia membayar bukan sekadar untuk berita, tetapi untuk kredibilitas.

spot_img

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles