28.2 C
New York
Monday, June 29, 2026

Buy now

Ini Strategi KOMDIGI Bangun Ekosistem Digital 2026!

TEKNOBUZZ – Indonesia tengah memacu mesin ekonomi digitalnya untuk mencapai target pertumbuhan nasional sebesar 8%. Dalam visi besar ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (KEMKOMDIGI / KOMDIGI) menetapkan arah baru yang fokus pada penguatan ekosistem secara menyeluruh. Bukan sekadar adopsi perangkat, transformasi ini ditekankan pada penciptaan ruang digital yang aman dan produktif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital KOMDIGI, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini terangkum dalam tiga pilar utama, yaitu Terhubung, Terjaga, dan Terpercaya. Menurutnya, inovasi digital seperti yang dilakukan raksasa teknologi lokal tidak akan muncul tanpa fondasi konektivitas dan narrow level yang kuat di tingkat dasar.

Memperkuat Konektivitas dan Menarik Kapital Global

Salah satu tantangan terbesar dalam ekosistem digital adalah bagaimana mentransformasi konsumsi data menjadi nilai ekonomi yang nyata. KOMDIGI menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang mencapai 8% per tahun harus dibarengi dengan iklim investasi yang sehat. Hal ini berkaitan erat dengan efisiensi biaya modal (capital) agar investor global melirik Indonesia sebagai tujuan utama, bersaing ketat dengan negara lain seperti India.

“Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%, kita memerlukan ekosistem digital yang berdaulat dan terpercaya. Melalui Direktorat Jenderal Ekosistem Digital (DJED), pemerintah menerapkan 6C Framework (Connectivity, Capital, Competency, Commerce, Compliance, dan Catalysis). Tujuannya untuk memastikan kebijakan tidak hanya bersifat mengatur, tetapi juga menjadi akselerator bagi pelaku industri dan startup lokal,” ungkap Sonny disela acara Indonesia Digital Outlook 2026 bertema “From Policy to Practice: Shaping Indonesia’s Digital Future” yang digelar Teknobuzz ID dan media partner di Habitate, Jakarta.

Transformasi Data dan Kompetensi Talenta Digital

Selain infrastruktur fisik, KOMDIGI fokus pada pengembangan kompetensi manusia.

“Transformasi digital nasional kini tidak lagi hanya membutuhkan tenaga ahli mesin atau engineer, tetapi juga talenta di level pengguna (user-level). Hal ini mencakup literasi digital bagi pelaku UMKM hingga pengambil kebijakan agar teknologi benar-benar digunakan secara produktif untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi,” jelas Sonny.

Dalam pilar Commerce, pemerintah terus mendorong program “Satu Data” untuk mempercepat pertukaran informasi yang aman. Sonny Hendra Sudaryana menekankan bahwa semakin cepat pertukaran data terjadi, maka inovasi akan lahir lebih cepat.

Transformasi data menjadi aset ekonomi adalah kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain aktif dalam rantai pasok digital global.

Peran Pemerintah RI sebagai Katalis dan Penjaga Kedaulatan

Pemerintah RI memposisikan diri sebagai katalisator untuk menghilangkan hambatan struktural yang selama ini menghambat inovasi. Melalui regulasi yang adaptif seperti Regulatory Sandbox, KOMDIGI memberikan ruang bagi teknologi baru untuk berkembang dalam pengawasan yang aman.

Hal ini selaras dengan mandat UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) yang menjadi landasan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem digital.

Menurut Sonny Hendra Sudaryana, kepercayaan adalah fondasi baru dalam ekonomi digital Indonesia.

“Dengan tata kelola yang kuat, risiko kebocoran data dapat ditekan, sekaligus meningkatkan daya saing bisnis berbasis data,” tutup Sonny.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles