-5 C
New York
Tuesday, February 3, 2026

Buy now

spot_img

Warteg Warmo Bertransformasi Digital Bersama DANA

TENOBUZZ – Warteg Warmo, warteg legendaris yang beroperasi 24 jam di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, berhasil bertahan dari ancaman tutup permanen dengan menggabungkan kekuatan tradisi dan inovasi digital. Di tengah ketatnya persaingan kuliner modern, Warteg Warmo membuktikan bahwa usaha kuliner legendaris tetap bisa relevan dengan beradaptasi pada perubahan zaman.

Sejak empat tahun terakhir, Warteg Warmo dikelola oleh Syukur Iman, pengusaha muda berusia 30 tahun yang mengambil alih pengelolaan saat pemilik lama berniat menutup usaha secara permanen. Berbekal latar belakang akuntansi dan keberanian meninggalkan dunia kerja kantoran, Iman melihat Warmo bukan sekadar rumah makan, melainkan bagian dari tradisi kuliner yang sudah melekat bagi warga Tebet.

Alih-alih melakukan perubahan besar, Iman memilih mempertahankan identitas Warmo. Pembaruan dilakukan secara bertahap, mulai dari perbaikan bangunan hingga penggantian furnitur agar lebih nyaman. Menu andalan seperti sop iga tetap dipertahankan, sembari menambahkan pilihan baru yang lebih akrab bagi pelanggan muda, seperti chicken teriyaki dan katsu.Tantangan utama justru datang dari sisi operasional.

Pada awal pengelolaan, seluruh transaksi masih dilakukan secara tunai dengan pencatatan manual, yang kerap memicu selisih pembukuan dan kesulitan memantau pemasukan harian. Kondisi ini semakin terasa saat jam makan siang dan malam dengan volume pelanggan tinggi.

Setelah melalui proses riset dan diskusi dengan sesama pelaku usaha, Iman memutuskan mengadopsi DANA Bisnis sebagai solusi pembayaran digital. Melalui pembayaran QRIS, setiap transaksi tercatat otomatis dan dapat dipantau secara real-time.

Selain meminimalkan kesalahan pencatatan, sistem ini juga mempercepat proses transaksi dan mengurangi kerepotan kembalian. Digitalisasi membawa dampak signifikan bagi operasional Warteg Warmo.

Pembukuan menjadi lebih rapi, risiko selisih menurun, dan Iman dapat lebih fokus pada pengembangan usaha. Ke depannya, ia bahkan bercita-cita membuka cabang atau mengembangkan Warteg Warmo dalam bentuk waralaba.

Dengan begitu, kisah Warteg Warmo menjadi contoh nyata bahwa teknologi digital bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk membantu UMKM bertahan dan berkembang di era modern.

spot_img

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles