-5 C
New York
Tuesday, February 3, 2026

Buy now

spot_img

Qualcomm Akan Gandeng Samsung untuk Produksi Chip 2nm

TEKNOBUZZ – Qualcomm dikabarkan GSMArena tengah membuka kembali pembicaraan dengan Samsung terkait produksi chip 2nm generasi terbaru. Informasi ini mencuat setelah CEO Qualcomm, Cristiano Amon, menyebut adanya diskusi dengan Samsung Foundry, meski pihak Samsung sendiri belum memberikan komentar resmi.

Langkah ini terbilang menarik karena Samsung sebelumnya sempat kehilangan kepercayaan Qualcomm. Pada tahun 2022 lalu, Samsung memproduksi Snapdragon 8 Gen 1, namun chip tersebut menuai banyak kritik akibat masalah panas berlebih dan efisiensi daya.

Selain itu, tingkat hasil produksi (yield) Samsung saat itu dinilai tidak memenuhi standar Qualcomm, sehingga perusahaan asal Amerika Serikat tersebut beralih ke TSMC sebagai mitra manufaktur utama.

Kini situasinya tampak mulai berubah. Sumber yang mengetahui pembahasan ini menyebutkan bahwa Qualcomm telah merampungkan desain chip 2nm dan siap memasuki tahap produksi massal. Artinya, Samsung berpeluang kembali dipercaya untuk menangani proses manufaktur chip canggih tersebut, meskipun keputusan final belum ditetapkan.

Upaya ini sejalan dengan strategi Samsung untuk membenahi bisnis foundry-nya. Kepala divisi chip Samsung saat ini dibebani target besar untuk mengembalikan profitabilitas dan reputasi Samsung Foundry.

Beberapa kesepakatan pasokan terbaru dengan pelanggan besar disebut telah memperbaiki prospek bisnis ini. Salah satu yang paling disorot adalah kerjasama Samsung dengan Tesla untuk memproduksi chip kelas atas yang digunakan pada aplikasi kecerdasan buatan (AI).

Namun, masih menjadi tanda tanya chip apa yang akan diproduksi Samsung untuk Qualcomm. Belum ada kepastian apakah kerja sama ini mencakup chipset flagship seperti Snapdragon 8 Elite Gen 6, atau justru varian lain yang belum diumumkan ke publik.

Jika kesepakatan ini benar-benar terwujud, kolaborasi Qualcomm dan Samsung di teknologi 2nm bisa menjadi momentum penting bagi industri semikonduktor global. Selain memperketat persaingan dengan TSMC, kerja sama ini juga akan menentukan arah performa dan efisiensi chip smartphone flagship Android di masa depan.

Meski begitu, para pengamat dan pengguna masih menunggu bukti nyata apakah Samsung mampu mengatasi isu lama terkait panas dan efisiensi, sehingga mampu memenuhi ekspektasi Qualcomm dan pasar global. Namun, Qualcomm dan Samsung pun belum memberikan informasi terkait hal tersebut.

spot_img

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles