TEKNOBUZZ – Pengiriman smartphone global mencatat pertumbuhan sebesar 2% secara tahunan (year-on-year/YoY) sepanjang 2025. Kinerja positif ini menandai tahun kedua berturut-turut pertumbuhan pasar, didorong oleh meningkatnya permintaan perangkat premium serta adopsi ponsel 5G yang semakin luas di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Berdasarkan laporan awal Market Monitor dari Counterpoint Research, tren premiumisasi menjadi faktor utama yang menjaga momentum pasar sepanjang 2025. Konsumen di seluruh dunia, termasuk Indonesia semakin banyak melakukan upgrade ke smartphone kelas atas, didukung oleh opsi pembiayaan dan strategi pemasaran yang agresif dari para produsen.
Senior Analyst Counterpoint Research, Shilpi Jain, menjelaskan bahwa pertumbuhan pasar tidak merata di semua wilayah.
“Pada tahun 2025, pasar smartphone melanjutkan pergeseran bertahap ke segmen harga lebih tinggi karena konsumen melakukan upgrade ke perangkat premium. Permintaan ponsel 5G juga melonjak tajam di wilayah berkembang,” ujarnya.
Shilpi menambahkan bahwa pasar seperti Jepang, Timur Tengah, Afrika, dan beberapa negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia berhasil menutupi pelemahan di pasar yang sudah matang.

Dari sisi brand, Apple tampil sebagai pemimpin pasar smartphone global 2025 dengan pangsa 20% dan pertumbuhan pengiriman 10% YoY, tertinggi di antara lima besar brand smartphone dunia. Senior Analyst Varun Mishra menyebut kesuksesan Apple ditopang oleh performa kuat iPhone generasi terbaru.
“Seri iPhone 17 mencatat permintaan tinggi pada kuartal IV 2025, sementara iPhone 16 tetap laris di Jepang, India, dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” jelasnya.
Samsung menempati posisi kedua dengan pangsa pasar 19% dan pertumbuhan 5% YoY. Pertumbuhan ini didorong oleh lini Galaxy A di segmen menengah serta Galaxy S dan Z di kelas premium. Xiaomi berada di posisi ketiga dengan pangsa 13%, disusul vivo dan OPPO.
Namun, prospek 2026 diprediksi lebih menantang. Research Director Counterpoint Research, Tarun Pathak, mengungkapkan bahwa pasar smartphone global berpotensi melambat akibat kenaikan harga komponen dan kelangkaan memori.
“Kekurangan DRAM dan NAND, serta meningkatnya biaya komponen, membuat kami menurunkan proyeksi pengiriman 2026 sebesar 3%,” kata Tarun.
Meski begitu, Apple dan Samsung diperkirakan tetap relatif tangguh berkat posisi kuat di segmen premium dan rantai pasok yang lebih solid.



