TEKNOBUZZ – Tahun 2025 menjadi momen penting bagi industri game di Indonesia. Mulai dari game konsol, PC, dan mobile semakin banyak jenisnya dan semakin banyak pemainnya.
Pasar yang dulunya dianggap hiburan semata kini berubah menjadi ekosistem bisnis digital bernilai tinggi, yang melibatkan jutaan pemain, studio kreatif, investor, hingga regulator. Hal ini berdasarkan data yang Redaksi Teknobuzz ID kumpulkan dari lembaga riset, pengamat game, dan penjelasan dari developer game itu sendiri selama tahun 2025.
Untuk itu, Teknobuzz ID akan mengulas seputar bisnis dan industri, serta tantangan yang dihadapi oleh industri game PC, mobile dan konsol di Indonesia selama tahun 2025 dalam artikel Kaleidoskop 2025. Berikut artikel Kaleidoskop 2025 yang membahas seputar bisnis dan industri, serta tantangan yang dihadapi oleh industri game PC, mobile dan konsol di Indonesia selama tahun 2025.
Pertumbuhan Pasar dan Peluang Bisnis
Nilai pasar gaming di Indonesia terus menunjukkan momentum kuat. Laporan dari Indonesia Gaming Market Forecast mencatat pasar game domestik telah bernilai miliaran dolar dan diproyeksikan tumbuh secara compound annual growth rate (CAGR) hingga 2032.
Dengan populasi lebih dari 150 juta gamer aktif, Indonesia kini menempati salah satu posisi teratas di dunia sebagai pasar gaming terbesar di Asia Tenggara. Tren ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap game mobile, PC, dan konsol, yang mendorong ruang bisnis baru seperti distribusi digital, esports, dan live ops pengembangan game.
Baca juga: Industri Gaming Indonesia Diprediksi Terus Meroket Hingga 2032
Dominasi Mobile, PC, dan Konsol
Sama seperti tren global, game mobile menjadi penggerak utama industri game di Indonesia. Ini berkat penetrasi smartphone tinggi, jaringan internet yang semakin cepat, dan kemudahan akses permainan di mana saja.
Berdasarkan data riset dari beberapa lembaga riset, seperti Inkwood Research yang diterima Teknobuzz ID menunjukkan minat pemain mobile sangat kuat, terutama pada genre seperti MOBA, strategy, dan shooter, yang banyak didownload oleh pengguna di Indonesia melalui PlayStore, AppStore, dan lainnya.
Namun, pasar PC dan konsol juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama dari game premium dan komunitas gamer yang semakin setia. Laporan internasional menjelaskan pendapatan global dari game PC naik lebih cepat daripada segmen lain pada 2025, menandakan tren yang kemungkinan berdampak positif ke pasar Indonesia. Terlebih, jumlah pengguna PC dan konsol di Indonesia juga terus meningkat, meskipun masih di bawah game mobile.
Developer Lokal dan Globalisasi Produk
Pada tahun ini developer game Indonesia semakin tampil di panggung global. Melalui platform seperti Indonesia Game Developer Exchange (IGDX), pelaku industri lokal memperluas jaringan, mendapatkan investasi, dan memperkuat kolaborasi dengan mitra internasional. IGDX 2025 berhasil mencatat nilai potensi kemitraan bisnis hingga ratusan miliar rupiah dan menjadi ajang penting bagi studio lokal untuk menunjukkan karya mereka.
Di sisi developer, nama-nama besar seperti Agate, Arsanesia, dan Digital Happiness menjadi sorotan berkat portofolio game yang menarik, khususnya di segmen PC dan konsol. Walau pasar mobile mendominasi dalam skala pengguna, produk lokal yang fokus pada game berdialog dengan budaya lokal dan kualitas produksi kini mendapatkan tempat di komunitas global.
Tantangan dan Regulasi
Meski peluang besar, industri game Indonesia juga menghadapi tantangan, seperti masih rendahnya porsi pendapatan yang didapatkan oleh developer lokal dibanding perusahaan asing, serta kebutuhan penguatan ekosistem pendidikan dan regulasi yang tepat. Regulasi baru seperti sistem rating Indonesia Game Rating System (IGRS) mulai diberlakukan untuk memastikan distribusi konten game yang sesuai nilai budaya dan hukum di Indonesia.
Kesimpulan
Tahun 2025 menjadi titik balik bagi bisnis dan industri game Indonesia. Dari dominasi mobile gaming hingga pertumbuhan PC dan konsol.
Ditambah lagi dengan ekspansi developer lokal ke pasar global dan dukungan dari acara seperti IGDX, Indonesia siap memperkuat posisinya sebagai kekuatan industri game di kawasan Asia. Pertumbuhan ini bukan hanya soal jumlah pemain, tapi juga kualitas ekosistem bisnis digital yang semakin matang.



