23.6 C
New York
Saturday, April 18, 2026

Buy now

Xiaomi Rebut Tahta Pasar Smartphone Asia Tenggara Setelah Empat Tahun

TEKNOBUZZ – Pasar smartphone di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia mengalami penurunan tipis sebesar 1% secara tahunan pada kuartal II 2025 menjadi 25 juta unit, berdasarkan laporan terbaru Canalys, bagian dari Omdia.

Laporan Canalys Pasar Smartphone Asia Tenggara Q2 2025
Laporan Canalys Pasar Smartphone Asia Tenggara Q2 2025 (Sumber: Canalys)

Namun, di tengah pasar yang stagnan, Xiaomi berhasil merebut kembali posisi puncak untuk pertama kalinya sejak kuartal II 2021, dengan pengiriman 4,7 juta unit dan pangsa pasar 19%, naik 8% dibanding tahun lalu. Kinerja Xiaomi didorong oleh penjualan seri Redmi yang kuat dan perluasan kanal distribusi, termasuk sub-brand POCO yang pengirimannya lebih dari dua kali lipat serta pertumbuhan 54% pada seri premium Xiaomi 15.

Laporan Canalys Pasar Smartphone Asia Tenggara Q2 2025
Laporan Canalys Pasar Smartphone Asia Tenggara Q2 2025 (Sumber: Canalys)

“Fleksibilitas dalam strategi portofolio dan kanal distribusi menjadi kunci. Xiaomi memanfaatkan perluasan kanal direct-to-consumer dan operator untuk memperkuat fondasi pertumbuhan,” ujar Le Xuan Chiew, Research Manager di Canalys seperti dikutip situs resmi Canalys.

Di posisi kedua, TRANSSION mencatat lonjakan 17% menjadi 4,5 juta unit berkat peluncuran produk baru di segmen entry-level. Samsung berada di peringkat ketiga dengan 4,3 juta unit (17% pangsa pasar), turun 3% secara tahunan, meski permintaan untuk perangkat 5G seperti Galaxy A06 5G dan A16 5G meningkat di pasar Vietnam dan Singapura.

Baca juga: Canalys: 3,6 Juta Unit Smartphone realme Laku Keras di India Selama Q1 2025

Sementara itu, OPPO (tidak termasuk OnePlus) berada di posisi keempat dengan 3,5 juta unit, turun 19% akibat persaingan ketat di segmen harga terjangkau. vivo menutup lima besar dengan 2,8 juta unit, turun 21%, meski seri V mereka tumbuh 92% dan kini menyumbang 21% pengiriman.

Menurut Sheng Win Chow, Senior Analyst Canalys, kompetisi di segmen entry-level semakin sengit.

“Xiaomi dan TRANSSION memimpin dengan harga kompetitif dan insentif penjualan agresif. Namun, ada tren premiumisasi yang menarik, seperti HONOR yang mencatat pertumbuhan 121% berkat model premium X9c dan seri 400,” ungkap Sheng.

Canalys juga menyoroti ekspansi cepat TikTok Shop di sektor perangkat dan elektronik sebagai peluang baru bagi vendor.

“Platform ini kini bekerja sama langsung dengan merek dan penjual lokal, menawarkan diskon agresif dan acara live selling. Xiaomi dan Infinix sudah merasakan dampak positifnya,” tambah Chow.

Dengan kombinasi strategi harga, diversifikasi kanal, dan pemanfaatan e-commerce baru, pemain smartphone di Asia Tenggara bersaing ketat untuk memperebutkan konsumen di pasar yang penuh tantangan.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles