-2.4 C
New York
Saturday, December 6, 2025

Buy now

MASTEL dan Pemerintah Victoria Australia Dorong Ketahanan Digital Nasional

TEKNOBUZZ – Dalam menghadapi tantangan era digital yang kian kompleks, Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL) berkolaborasi dengan Pemerintah Victoria, Australia, menggelar simposium bertajuk Building a Resilient Digital Indonesia: Integrating AI, Cybersecurity, and Privacy” di Hotel Mandarin Oriental Jakarta. Acara ini bertujuan membangun ketahanan digital nasional melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), penguatan keamanan siber, dan sinergi lintas sektor.

Simposium ini digelar di tengah pesatnya pertumbuhan digital Indonesia. Data terbaru dari MASTEL menunjukkan pengguna internet di Indonesia telah mencapai 221,5 juta pada awal 2024. Namun, bersamaan dengan itu, ancaman siber pun meningkat tajam. Serangan ransomware melonjak 50% dan insiden phishing naik sekitar 70% dalam setahun terakhir.

“Kemajuan sejati dalam transformasi digital tidak dapat dipisahkan dari kolaborasi lintas negara, sektor, dan disiplin ilmu. Simposium ini adalah langkah konkret menuju masa depan digital Indonesia yang tangguh,” ujar Ketua Umum MASTEL, Sarwoto Atmosutarno disela acara Symposium Building a Resilient Digital Indonesia di Jakarta, Jum’at (27/6/2025).

Baca juga: Indonesia Perlu Undang-Undang Khusus Tentang AI

Acara tersebut juga dihadiri oleh pihak Pemerintah RI seperti Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Dr. Ismail.

“Pemerintah punya peran penting sebagai pengatur ekosistem digital melalui kebijakan adaptif dan kolaboratif. Ketahanan berarti beradaptasi dan berkembang di tengah tantangan,” ujarnya dalam pidato kunci,” ungkap Ismail.

Simposium juga menjadi ajang penandatanganan dua Memorandum of Agreement (MoA) strategis. MoA pertama antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Deakin University memperkuat kolaborasi riset di bidang AI dan keamanan siber. Sementara MoA kedua antara SMK Telkom Malang dan Box Hill Institute berfokus pada pelatihan vokasi untuk mencetak talenta digital Indonesia.

Commissioner Southeast Asia, Government of Victoria, Naïla Mazzucco, turut menyatakan komitmennya untuk bekerja bersama Indonesia guna membangun masa depan digital yang tangguh, dengan memanfaatkan keahlian SDM Victoria di bidang AI dan keamanan siber.

(Kiri ke Kanan): Ketua Umum MASTEL, Sarwoto Atmosutarno; Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Dr. Ismail; dan Commissioner - Southeast Asia, Government of Victoria, Naïla Mazzucco
(Kiri ke Kanan): Ketua Umum MASTEL, Sarwoto Atmosutarno; Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Dr. Ismail; dan Commissioner – Southeast Asia, Government of Victoria, Naïla Mazzucco

Dua sesi panel menjadi inti dari simposium ini. Sesi pagi mengupas integrasi AI, privasi, dan keamanan digital, menampilkan akademisi dari Universitas Indonesia, Deakin University, dan pelaku industri. Sedangkan sesi siang, yang dimoderatori oleh Teguh Prasetya dari MASTEL, membahas keamanan sektor fintech dengan menyoroti potensi AI dalam mencegah penipuan dan melindungi transaksi digital.

Kegiatan ini ditutup dengan ajakan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat sipil. Dengan kolaborasi lintas batas seperti ini, Indonesia diharapkan mampu membangun ekosistem digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan menuju visi Indonesia Digital 2045.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles